Jembatan Gantung Rangka Baja Baras Naban Diresmikan

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 30

Jembatan Gantung Rangka Baja Baras Naban Diresmikan
FOTO BERSAMA-Bupati Sintang, Jarot Winarno dan rombongan berfoto bersama di jembatan gantung Desa Baras Naban Kecamatan Serawai, Sabtu (13/4). Jembatan ini merupakan satu dari dua jembatan gantung rangka baja yang dibangun di Sintang. Ist
SINTANG - SP . Bupati Sintang, Jarot Winarno, kembali melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Serawai, kali ini menuju Desa Baras Nabun salah satu desa yang terletak di perhuluan Sungai Serawai, Sabtu (13/4). 

Untuk menuju desa tersebut Bupati dan rombongan harus melalui jalur sungai Serawai dengan menggunakan Speedboad dari Ibu Kota Kecamatan dan menempuh sekitar satu jam perjalanan yang aliran riam sungainya cukup extreme. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sintang itu di Desa Baras Nabun untuk melakukan peresmian jembatan gantung rangka baja di desa tersebut.

Setibanya di Desa Baras Nabun, Bupati Sintang dan rombongan langsung di sambut oleh warga setempat, kemudian istirahat sejenak di rumah Kepala Desa, setelah itu Bupati Jarot langsung menuju lokasi peresmian jembatan.

Tiba di lokasi acara orang nomor satu di Kabupaten Sintang tersebut di sambut dengan acara adat dan di sambut hangat oleh warga yang sudah berkumpul untuk menyaksikan kegiatan seremonial presmian Jembatan Gantung rangka baja di desa itu. 

“keberdaan jembatan gantung rangka baja inilah bukti negara hadir di tengah-tengah masyarakat di tempat yang terjauh sekalipun dan ini lah jembatan gantung di daerah terpencil di desa Baras Nabun ini,”kata Jarot dalam sambutannya pada saat acara peresmian. 

Jarot menjelaskan bahwa jembatan gantung rangka baja ini bersumber dari APBN dan jembatan tersebut juga merupakan hasil dari diskresi menteri yang artinya kewenangan khusus menteri mau bangunnya di mana saja yang berdasarkan surat pengajuan dari Bupati dan Bupati pun menyampaikan surat tersebut berdasarkan aspirasi Anggota Dewan Kabupaten yang menampung keinginan dari masyarakat, kemudian di bantu oleh anggota DPR RI Kalbar komisi V sehingga dapatlah jembatan gantung tersebut. 

“Puji Tuhan, puji syukur jembatan ini sudah selesai sehingga bisa kita resmikan hari ini, jembatan ini hanya belum ada pagar kawat di tepinya, nanti kita pasanglah, kita kirim nanti agar untuk keamanan warga yang lewat terutama anak-anak,” imbuh Jarot.

Terwujudnya jembatan ini pun ungkap Jarot merupakan pengorbanan dari masyarakat yang rela tanahnya di gunakan untuk pembangunan dengan tidak meminta ganti rugi, sehingga dirinya pun memberikan apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat desa Baras Nabun yang sudah merelakan tanah mereka sdebagai lokasi pembagunan jembatan. 

“jembatan ini sudah dibangun, jadi harus kita syukuri, pesan saya jembatan gantung ini boleh di lewati kendaraan roda empat apa bila dalam keadaan gawat darurat saja, yakni apa bila ada masyarakat yang sakit keras, pasien boleh diangkut lewat jembatan ini menggunakan ambulance, ingat hanya dalam keadaan gawat darurat tidak boleh secara sengaja bawa mobil lewat jembatan ini untuk keperluan lain” tegas Jarot mengingatkan.

Namun menurut Jarot ada beberapa desa di daerah lain yang sudah memiliki jembatan gantung rangka baja seperti ini di kembangkan angkutan yang dasarnya menggunkan Tossa yang di modif jadi ambulance desa, bahkan juga bisa di fungsikan untuk mengangkut yang lainnya. 

“boleh nanti pihak desa cobalah, karena di jualnya sangat murah, nanti koordinasi dengan dinas kesehatan agar bisa di kembangkan lah angkutan ambulance desa”seru Bupati.

Jarot juga berpesan dengan telah di resmikannya jembatan gantung tersebut, Ia meminta masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar keberadaan jembatan ini bisa berlangsung sangat lama untuk akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Desa, Baras Nabun, Markus Kusmain mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan gantung rangka baja di Desa yang Ia pimpin hingga sudah di resmikan dan dapat di fungsikan.

Menurut Markus keberadaan jembatan tersebut sangat penting artinya bagi warga desa karena sangat dibutuhkan bagi masyarakat di perhuluan Serawai dalam akses transportasi sehari-hari sehingga mampu mendorong percepatan-percepatan ekonomi bagi masyarakat.
“Jembatan ini menjadi ikon desa kami dan juga sebagai penghubung kami dengan desa-desa lain di perhuluan sungai serawai ini. Kami sangat membutuhkan jembatan ini karena untuk aktivitas sehari-hari baik itu untuk aktivitas prekonomian, untuk anak-anak sekolah dan aktivitas lainnya”ungkap Markus (hms/nak)

Dua Desa di Sintang Dapat Bantuan

Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Aef Sutardi mengatakan pembangunan jembatan gantung rangka baja ini bersumber dari APBN dengan total anggaran 6,5 miliyar rupiah dan panjang 120 meter. Selain itu jembatan ini juga memiliki lebar 2,2 meter dengan lebar bersihnya 1,8 meter. 

Menurut Aef, butuh proses yang cukup panjang hingga jembatan yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Baras Nabun tersebut bisa dibangun hingga diresmikan pada kesempatan tersebut. Pembangunan jembatan ini kata Aef sudah diajukan sejak tahun 2017 silam atas perintah Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Jembatan gantung rangka baja seperti yang dibangun tersebut lanjut Aef, jumlahnya tidak banyak di seluruh Indonesia, Dari 530 Kabupaten/Kota se-Indonesia, hanya ada 300 jembatan seperti ini yang di bangun diseluruh wilayah dan pelosok-pelosok desa di Indonesia.

“2018 lalu ada 144 unit yang di bantukan seluruh Indonesia. Alhamdulillah Kabupaten Sintang dapat dua, yakni di Desa Baras Nabun kecamatan Serawai  ini dan Desa Ratu Damai kecamatan Ketungau Hilir,” jelas Aef.

Untuk itu dengan telah diresmikannya jembatan gantung ini, Aef meminta masyarakat merawat dan menjaganya agar keberadaan jembatan tersebut terus bisa di fungsikan. Terlebih jembatan ini juga di proyeksikan Presiden agar bisa di lewati kendaraan roda empat yakni ambulance apa bila dalam keadaan darurat saja untuk membawa pasien dan tidak boleh di lewati dengan sengaja menggunakan kendaraan roda empat untuk keperluan lain sebagaimana juga yang telah diingatkan Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutannya. (hms/nak)