Panwascam Diminta Lakukan Pengawasan Melekat

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 66

Panwascam Diminta Lakukan Pengawasan Melekat
Bupati SINTANG, Jarot Winarno saat meninjau proses pemungutan suara yang berlangsung 17 April kemarin. Saat ini KPU Kabupaten Sintang akan mengelar Pemilihan Suara Lanjutan di empat TPS. Ist
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sintang, Fransiskus Acis meminta seluruh jajarannya terutama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk terus melakukan Pengawasan Melekat (Waskat) terhadap jalannya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019 pada tingkat PPK.

Sebagaimana di ketahui saat ini proses rekapitulasi suara masih terus berlangsung di setiap Kecamatan pasca hari pencoblosan yang berlangsung pada Rabu 17 April yang lalu. Seluruh pihak tentu akan fokus untuk mengkawal jalannya proses rekapitulasi ini baik pihak KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu dan juga masing-masing tim sukses Paslon. Masyarakat juga terus mengkawal proses penghitungan melalui website resmi milik KPU.

“Saya berharap Panwascam tetap melaksanakan tugas, sesuai yang di amanatkan undang-undang melakukan pengawasan melekat dalam tiap-tiap tahapan, termasuk tahapan rekapitulasi tingkat PPK saat ini,” kata Acis, Minggu (21/4)

Lebih lanjut Ia berpesan bahwa apabila ada hal-hal yang mesti dan harus segera untuk di selesaikan pada tingkat PPK pada saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019 maka harus memberikan intruksi kepada PPK untuk melakukan koreksi.

“Jika ada, maka Panwascam harus mengintruksikan PPK untuk melakukan koreksi-koreksi secara administratif. Namun sampai saat ini semua dapat kita katakan lancar. Belum ada laporan kendala yang pleno di tingkat Kecamatan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang, Hazizah menegaskan hingga saat ini semua kecamatan di Sintang sudah memulai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019. Baik itu untuk Pilpres maupun Pemilu Legislatif pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK.

Hazizah juga mengatakn seluruh proses atau rangkaian penghitungan suara ini berada di bawah pantauan dan pengamanan aparat TNI maupun Polri serta tentunya pihak Bawaslu.

Jadi memang kita khususnya tingkat PPK di beri masa rentang waktu antara 18 april sampai dengan 4 mei 2019 untuk melaksanakan rekapitulasi perolehan suara. Jadi semua PPK sudah mulai berlangsung , bahkan ada yang sudah memasuki hari kedua dan ketiga,” jelas Haziziah di Kantor KPU Sintang, Minggu (21/4).

Hazizah berharap, proses pelaksaan rekapitulasi suara bisa berjalan lancar tanpa hambatan, selain itu dirinya juga meminta semua pihak untuk dapat mendukung tahapan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Sintang, khususnya terhadap penyelenggara Pemilu pada tingkat Kecamatan dalam menuntaskan proses penghitungan ini.

“Memang waktu rekapitulasi di tingkat PPK ini cukup lama, mulai dari jam delapan pagi sampai jam tiga subuh. Oleh karena itu, kita berharap semua proses rekapitulasi ini dapat berjalan lancar dan aman sehingga hingga selesai,” imbuhnya.

Dijelaskan juga oleh Haziziah, untuk rekapitulasi pada tingkat KPU Kabupaten Sintang mereka diberikan waktu mulai dari tanggal 20 April hingga 7 Mei 2019. Dan saat ini pihak KPU Sintang telah memulai persiapan untuk penghintungan pada tingkat KPU. (nak)

Empat TPS Lakukan Pemungutan Suara Lanjutan

Beberapa hari yang lalu Bawaslu Kabupaten Simntang telah mengelar Sidang Terbuka Putusan Pemeriksaan Acara Cepat bersama KPU yang berlangsung di ruang rapat sekretariat Bawaslu Sintang. Sidang ini di gelar terkait dengan tidak adanya surat suara Calon Presiden dan Wakil Presiden di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir pada saat hari pencoblosan 17 April yang lalu.

Kelima TPS tersebut yakni TPS 001 Desa Nanga Payak, TPS 002 Desa Tanjung Miru, TPS 003 Desa Nanga Tanggoi Kecamatan Kayan Hulu. Selanjutnya TPS 03 dan TPS 04 Desa Jaya Sakti, Kecamatan Kayan Hilir.

Namun berdasarkan keterangan dari Ketua Komisi Pmeilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang, pelaksaan Pemungutan Suara Lanjutan khusus untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden hanya dilakukan di empat TPS saja.

“Untuk TPS 002 Desa Tanjung Miru kita batalkanpemungutan suara lanjutan. Sebab informasi terbaru bahwa TPS desa tersebut sudah melakukan pewmungutan suara secara lengkap,” terang ketua KPU Sintang, Hazizah, Minggu (21/4).

Haziziah mengaku memang ada sedikit miss komunikasi terkait surat suara di Desa Tanjung Miru ini dimana awalnya diinformasikan tidak ada suarat suara untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata suarat suara itu ada dan proses pemungutan suara juga sudah dilaksakan secara lengkap.

“Medan memang sulit belum lagi susah sinyal sehingga informasi baru kita dapatkan kembali setelah dilaksanakan proses pemungutan suara,” pungkasnya (nak)