Jumat, 22 November 2019


Pelaksanaan UNBK Dinilai Sudah Lebih Baik

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 87
Pelaksanaan UNBK Dinilai Sudah Lebih Baik

UJIAN NASIONAL- Wakil Bupati Sintang, Askiman saat meninjau pelaksaan Ujian Nasional tingkat SD dan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP yang ada di Kota Sintang, Senin(22/4). Askimana menilai pelaksaan UNBK sudah semakin baik dari tahun ke tahun.

SINTANG, SP- Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Sintang, Senin, (22/4).

Dalam kunjungan tersebut, Askiman di dampingi oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang serta para Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. 

Adapun beberapa sekolah yang di kunjungi Wagub beserta romongan pada kesempatan ujian di hari pertama ini antara lain, SDN 3 Sintang, SMP Muhammadiyah Sintang,  SDN 5 Sintang, SMPN 3 Sintang, SDN 20 Sintang, SMP Panca Setya 2 Sintang dan SMPN 6 Sintang.

Askiman menyebut pelaksaan UNBK di tahun 2019 ini sudah semakin baik di bandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana menurut Askiman tidak lagi di dapati banyaknya keluhan. Apakah itu terkait persoalan teknis ataupun yang lainnya.

“Kita berikan apresiasi kepada semua pihak dalam penyelenggaraan ujian kali ini. Nampaknya memang persiapan sudah luar biasa dan sistem yang ada sudah berjalan semuanya,” ujar Askiman

Wabub berharap semua siswa/siswi bisa lebih fokus dan semangat untuk mengikuti jalnnya ujian nasional ini, dimana ujian khusunya UNBK terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30-09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB dan sesi ke tiga pukul 14.00-16.00 WIB.

Kendati menilai pelaksanaan ujian kali ini sudah lebih baik namun Askiman mengakui jika masih ada SMP/MTS yang belum bisa menyelenggarakan ujian berbasis komputer atau UNBK. Artinya masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil atau UNKP.

“Karena ini merupakan program yang baru, kita memang belum menjangkau semua. Tetapi kita berusaha untuk memenuhi kewajiban dan kebutuhan ini. Untuk bbeberapa sekolah negeri juga sudah kita bantu komputer,” sebutnya.

Askiman pada kesempatan tersebut juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak komite sekolah yang telah memberikan daya dukung yang luar biasa bagi suksesnya penyelanggaran Ujian Nasional. Sebab kata Askiman dengan segala keterbatasan yang di miliki, pemerintah daerah tidak mampu memenuhi semua kebutuhan dalam pelaksanaan UNBK.

Askiman juga mengaku bersyukur pad atahun ini untuk sekolah-sekolah SMP dan MTS yang berada di ibu kota Kecamatan sudah mulai melaksanakan UNBK. Meskipun untuk sekolah-sekolah yang berada di pedalaman belum bisa dan ini menurutnya menjadi tantangan kedepan.

“Jaringan Internet kita masih belum menjangkau daerah pedalaman. Bahkan di ibu kota kecamatan juga kadang gangguan. Makanya kita berharap jaringan internet ini bisa sampai ke pelosok negeri untuk mendukung pelaksanaan UNBK,” pungkasnya. (nak)

Terjadi Peningkatan 100 Persen

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar menyebut bahwa untuk tahun 2019 ini dari 130 SMP/MTS yang ada di seluruh Kabupaten Sintang setidaknya sudah ada 37 sekolah yang bisa melaksanakan UNBK di ibu kota Kecamatan.

“Tahun ini, sekolah-sekolah di ibu kota Kecamatan sudah mulai melaksanakan UNBK. Dari 19 sekolah yang melaksanakan UNBK di tahun 2018 lalu tahun ini jumlanya meningkat menjadi 37 sekolah,” terang Lindra saat mendampingi Wakil Bupati Sintang, Askiman meninjau pelaksaan UNBK, Senin (22/4).

Peningkatan ini sebut Lindra hampir ddua kali lipat atau 100 persen. Kendatipun jumlah sekolah yang bisa melaksanakan UNBK masih jauh dari jumlah total secara keseluruhan. Bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK kata Lindar maka tetap memakai sistem Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

“Taipa tahun kita mengajak teman-teman sekolah dan mendorong yang belum UNBK. Sebab, target dari Kemendikbud bahwa UNBK inis ecara nasional bisa mencapai 90 persen. Ini menjadi tantangan besar bagi kita,” imbuhnya.

Ia menyebut bahwa tantangan terbesar untuk bisa melaksanakan UNBK secara menyeluruh ialah keterbatasan sarana dan prasarana di SMP/MTS. Dilain sisi persoalan keuangan daerah yang terbatas juga menjadi kendala.

“Sehingga kita belum mampu mencapai apa yang di targetkan. Karen masalah ini dialami oleh kabupaten/kota se-Kalbar. Terutama SMP di daerah kecamatan kita yang listrik dan jaringan internetnya masih sangat terbatas,” ucapnya. (nak)