Rabu, 16 Oktober 2019


Seorang Petugas Panwas Desa Meninggal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 117
Seorang Petugas Panwas Desa Meninggal

PEMILU-Bupati Sintang Jarot Winarno saat memberikan hak pilih pada Pemilu serentak 17 April kemarin. Bawaslu Sintang menerima laporan satu orang Petugas Pengawas Desa meninggal dunia. (HUMAS)

Riuhnya penyelenggaraan Pilpres yang dilaksanakan serentak bersamaan dengan penyelenggaraan Pileg telah membuat perhatian masyarakat tersedot demikian besar sejak jauh hari bahkan sebelum memasuki masa kampanye. 

Namun penyelenggaraan Pemilu serentak sepertinya perlu di evaluasi, terlau banyak catatan untuk penyelenggaraan Pemilu serentak kali ini. Di tengah keriuhan pesta demokrasi yang banyak menguras emosi ini terselip cerita pilu.

Hingga kini laporan mengenai korban meninggal dari petugas KPPS telah mencapai puluhan di seluruh Indonesia, KPU RI menyebut ada 54 orang,  itu belum lagi korban dari pihak lain seperti anggota Polri. Untuk Kalbar sendiri hingga kini telah tercatat enam orang petugas Pemilu meninggal dunia.

Para martir demokrasi katanya, tapi ini keadaan yang harus menjadi perhatian serius, para korban meninggal lantaran mereka kelelahan dan kekurangan tidur saat proses penghitungan suara di tingkat KPPS.

Di Kabupaten Sintang sendiri hingga saat ini juga ada korban jiwa. Ketua Bawaslu Sintang, Fransiskus Acis mengakui bahwa satu petugas Panwas Desa di laporkan meninggal dunia. Petugas tersebut adalah Nani Rosmaini, petugas Panwas Desa Dedai Kanan Mudik Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang.

Lebih pilu lagi, korban meninggal dalam keadaan hamil tua, sejak hari pencoblosan korban kata Acis memang telah di larikan ke rumah sakit Ade M Joen Sintang.

“Jadi tanggal 17 itu sudah di bawa ke rumah sakit karena memang sudah waktunya mau melahirkan. Kemudian hari itu juga melahirkan dengan sesar,” terang Acis

Acis menyebut korban meninggal kemungkinan besar belum sempat melaksanakan tugas pengawasan pada saat hari pencoblosan lantaran sudah dilarikan ke rumah sakit sejak awal, walaupun bersaamn dengan hari pencoblosan yakni 17 April kemarin.

“Karena tanggal 17 itu sudah di larikan ke rumah sakit, kemudian tanggal 18 malam meninggal dunia,” sebut Acis.

Namun demikian lantaran korban adalah petugas Pengawas maka secara kelembagaan Acis mengaku tetap melaporkan kejadian ini kepada pihak Bawaslu RI. (nak)