Kamis, 19 September 2019


Sintang Menuju Kabupaten Lestari

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 126
Sintang Menuju Kabupaten Lestari

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Sintang berfoto bersama usai membuka masterclass investasi lestari, pelatihan penyusunan portfolio kabupaten lestari di meeting room Hotel My Home Sintang, Kamis (02/05). Ist

SINTANG, SP- Wakil Bupati Sintang, Askiman membuka masterclass investasi lestari, pelatihan penyusunan portfolio kabupaten lestari di meeting room Hotel My Home Sintang, Kamis (02/05).

 “Saat ini komoditi karet dan sawit berada pada harga yang sangat fluktuatif dan cenderung rendah. Kabupaten Sintang sudah dan sedang mengadakan sebuah program terobosan bernama P2 emas untuk mengatasi hal ini di tengah-tengah masyarakat,” ujar Askiman pada kesempatan tersebut. 

Selain itu menurut Askiman, saat ini pemerintah Kabupaten Sintang juga sedang berupaya mengembangkan proyek desa pangan mandiri yang merupakan sebuah usaha untuk membuat desa berdaulat secara pangan.

“Hal itulah yang kita lakukan untuk menciptakan kabupaten lestari,” imbuhnya.

Askiman menghatakan kegiatan pelatihan  ini merupakan salah satu arah kebijakan untuk menambah wawasan, ketrampilan dan pengetahuan para stakeholder yang terkait dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari. Ia menyebut bahwa kegiatan pelatihan ini guna menyusun suatu rancang bangun sampai pada keuangan dan mengelola kegiatan bisnis dalam kaitannya dengan Kabupaten Sintang yang lestari.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan semaksimal mungkin sehingga bermanfaat bagi semua stakeholder yang ikut terlibat,” pinta Askiman. 

“Kedepan saya harap para peserta yang ikut dalam pelatihan ini akan menjadi pembina dan penyuluh bagi masyarakat yang lain,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan  Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sintang, Sudiyanto menjelaskan bahwa kegaitan ini merupakan kelanjutan dari bisnis forum yang diadakan pada festival investasi kelam (2018) yang lalu. 

Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah pihaknya lakukan, ada kelemahan berupa masih belum mampunya masyarakat Sintang untuk membuat rancangan-rancangan yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh investor dalam sebuah proses penanaman modal.

“Untuk itulah hari ini kita kumpulkan kembali para stakeholder yang ada di Sintang untuk sama-sama belajar menyusun portofolio dalam konsep Kabupaten Lestari. Sehingga bila nanti saatnya kita hadir dalam acara lain di luar Sintang dan bertemu dengan para investor kita sudah cukup siap dengan bahan-bahan yang layak di tampilkan,” katanya.

Menurutnya, proses penanam modal dilakukan untuk membangun Kabupaten Sintang. Kegiatan materclass ini pun akan pihaknya tindaklanjuti dengan ikut serta dalam berbagai pertemuan di luar Sintang, khususnya yang berkaitan dengan peluang investasi.

“Melalui pelatihan ini kita mau memaksimalkan dan menyempurnakan rencana-rencana kita dalam bentuk portofolio, itulah hasil yang kita harapkan dari pelatihan ini. Sehingga kita akan mempunyai berbagai portofolio yang dapat kita tawarkan kepada para penanam modal dalam berbagai kegiatan yang akan digelar di luar Sintang,” pungkasnya. (nak/hms)

Masyarakat Perlu Sosialisasi

Salah satu mahasiswa asal Kabupaten Sintang, Andri mengatakan bahwa dalam rangka mendukung segenap usaha yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dalam membangun Sintang maka semestinya masyarakat juga di beri pengetahuan soal rancang bangun yang dilakukan pemerintah dalam berbagai bidang.

Dengan begitu kata mahjasiswa yang masih menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di kota Pontianak ini, maka nantinya masyarakat akan teredukasi dan pada akhirnya bisa mendukung program-program yang dirasa baik untuk kemajuan masyarakat itu sendiri.

“Kalau masyarakat kita awam atau tidak tahu kan sulit, makanya pemerintah perlu melakukan sosialisasi langsung di tengah masyarakat. Jelaskan seperti apa dan bagaimana, apa yang ingin pemerintah kerjakan dan bagaimana seharusnya masyarakat mendukung itu semua,” ujar Andri.

Lebih lanjut Andri berharap agar fokus pembagunan di Kabupaten Sintang bisa terus menyasar masyarakat akar rumput dengan segala persoalannya. Dengan begitu maka kata Andri berbagai persoalan yang ada bisa di tuntaskan dan di selesaikan.

“Sangat banyak PR pembangunan kita, itu harus bisa diselesaikan satu persatu. Saya berharap pemerintah Kabupaten Sintang bisa terus memperhatikan nasib masyarakat akar rumput, suara-suara masyarakat akar rumput,” pungkasnya (nak)