TPID Sintang Turun ke Pasar

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 69

TPID Sintang Turun ke Pasar
TINJAU- Ketua Harian TPID Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat turun ke pasar Masuka Sintang untuk memantau harga kebutuhan pokok selama ramadan. Yosepha mengklaim saat ini stok dinilai masih aman. Ist
SINTANG, SP- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang melakukan pemantauan terhadap perkembangan stok dan harga berbagai kebutuhan kokok dan penting masyarakat Kabupaten Sintang di Pasar Sayur Masuka, Kamis (9/5).

Pemantauan dipimpin langsung Ketua Harian TPID Kabupaten Sintang yang juga Sekretaris Daerah,  Dra Yosepa Hasnah, dengan didampingi anggota TPID lainnya seperti Kadis Perindagkop dan UKM Sudirman, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Zulkarnaen, Kadis Perkebunan dan Pertanian Veronika Ancili, Kepala Kantor Kesbangpol Budi Harto, Kepala Perum Bulog Sub Divre Sintang Maradona Singal, Camat Sintang Anna Prihatina, dan Tim Satgas Pangan Polres Sintang. 

Turunnya tim ini kelapangan adalah untuk memastikan harga kebutuhan masyarakat di pasar, selain berdialog dengan penjual, Tim TPID langsung membeli sebagai contoh dan bukti berbagai barang serta sembako yang dijual masyarakat. 

Hasil pemantauan selanjutnya akan dibawa kedalam rapat tim untuk selanjutnya diambil langkah antisipasi. Saat berada di Pasar Sayur Masuka, Tim TPID berdialog dan mencatat semua hasil pemantauan yang menunjukan seluruh bahan makanan pokok dan penting yang di jual di Pasar Sayur Masuka mengalamai kenaikan namun masih wajar dan terjangkau disertai stok yang cukup.

Selain melakukan dialog dengan para pedagang di Pasar Sayur Masuka, TPID juga berdialog dengan agen ikan, agen sembako dan agen telur. Yosepha Hasnah sendiri usai melakukan pemantauan menjelaskan bahwa berdasarkan penjelasan para pedagang dan data yang ada stok dinilai masih aman. 

“Terkait harga memang ada kenaikan pada harga sembako dan daging. Cabe masih harga normal. Bawang, daging ayam, sapi mengalami kenaikan yang masih wajar,” ujar Yosepha.

Adapun untuk mengatasi kenaikan harga sembako ini lanjut Yosepha maka TPID nanti akan melakukan operasi pasar saat kunjungan safari ramadan dan bekerjasama dengan Bulog untuk operasi pasar.

“Saya berpesan kepada para pedagang dan agen untuk menjaga stok tetap banyak, supaya harga bisa stabil. Dan janganlah naikan harga yang tinggi. Kalau bisa jangan dinaikan sama sekali,” harap Yosepha Hasnah.

Sementara itu, Kadisperindagkop dan UKM Sintang, Sudirman menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan para agen sembako soal ketersediaan stok. 

“Soal operasi pasar, tahun 2019 ini akan dilaksanakan di 10 titik yang ada di empat kecamatan yakni Binjai Hulu, Sintang, Dedai dan Sungai Tebelian. Ini salah satu upaya kita membantu masyarakat dalam menyediakan sembako yang terjangkau dan mengendalikan harga disaat permintaan yang tinggi,” terang Sudirman.

Bupati Sintang, Jarot Winarno sendiri telah juga turun melakukan sidak ke beberapa pasar sejak. Selasa (7/5) kemarin. Hasilnya Jarot menyebut sejumlah harga mengalami kenaikan khususnya daging. Ia pun meminta Kepala Dinas Perdagangan dan UKM untuk melakukan kontrol.

“Tinggi tu harganya, ya kan, kalau kita tidak hati-hati nanti lebaran harga daging sapi bisa-bisa mencapai Rp180.000 harga ayam juga bisa-bisa mencapai Rp60.000 bahkan sampai Rp65.000 nanti. Jadi Kadisperindagkop harus pikir bagaiman cara ngendalikannya,” pinta Jarot.

Bulog Minta Masyarakat Tak Panik

Kepala Perum Bulog Sub Divre Sintang, Maradona Singal menghimbau agar masyarakat jangan resah dengan kenaikan harga dan ketersediaan sembako karena Perum Bulog memiliki stok yang banyak di gudang. 

“Masyarakat jangan kawatir, stok kita banyak. Silakan kepada masyarakat yang mau membeli langsung ke Perum Bulog di Jalan Alambana Wanawai. Disana kami menjual beras, gula, minyak goreng, terigu dan daging beku” seru Maradona Singal saat turun melakukan pemantauan terhadap perkembangan stok dan harga berbagai kebutuhan kokok dan penting masyarakat Kabupaten Sintang di Pasar Sayur Masuka, Kamis (9/5).

Sebagaimana diketahui  Bulog adalah bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang bertugas memastikan harga barang dan semabko serta ketersediannya tetap aman selama ramadan hingga menjelang lebaran nanti.

Semantara itu, salah satu agen telur di Kota Sintang, Aweng menjelaskan bahwa belum ada permintaan yang melonjak terhadap telur. “Jadi stok telur aman. Harga juga masih normal yakni 1.500 per biji. Kita sudah pasok telur ini dari Singkawang. Kemungkinan satu minggu menjelang Idul Fitri baru ada lonjakan permintaan telur” terangnya, 

Abun salah satu agen ikan di Pasar Masuka juga menyampaikan bahwa pasokan ikan sangat lancar ke Kota Sintang. “permintaan akan ikan masih normal sehingga harga masih stabil” terang Abun. (nak/hms)