Askiman Buka Gawai Nyelapat Taun

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 93

Askiman Buka Gawai Nyelapat Taun
UPACARA ADAT - Wakil Bupati Sintang, Askiman menerima sebilah mandau dari seorang penari dalam upacara adat Nyelapat Taun di Desa Lundang Baru Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang, Sabtu, (18/5). Ist
SINTANG, SP – Wakil Bupati Sintang, Askiman, membuka pelaksanaan Gawai Dayak Nyelapat Taun di Desa Lundang Baru Kecamatan Dedai Sabtu, (18/5). Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Wakil Bupati.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Lundang Baru tersebut, turut Sekretaris Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni, tokoh masyarakat,Yohanes RJ, Pastor Paroki Pandan,  Romo Sabinus Amir, Pr dan ratusan warga masyarakat setempat.

Wakil Bupati Sintang Askiman dalam kesempatan itu, mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur karena sudah melewati musim berladang dengan baik.

“Gawai Nyelapat Taun merupakan cara bersyukur atas panen dengan cara adat budaya kita. Mari kita jaga hubungan baik dengan masyarakat suku lain. Kita bangun relasi yang harmonis. Budaya saling menghargai satu dengan yang lainnya harus terus diperkuat,” pesan Askiman dalam kesempatan tersebut.

Selain itu lanjut Askiman pada tanggal 25 Juli 2019 mendatang juga berlangsung kegiatan, yakni  memperingati perjanjian Tumbang Anoi di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Peringatan perjanjian Tumbang Anoi kata Askiman adalah momentum penting dalam sejarah dan peradaban suku dayak dimana dalam perjanjian menghasilkan kesepakatan penghapusan budaya ngayau antar sub suku Dayak. 

Sebagaimana diketahui, ngayau merupakan tradisi berburu kepala yang dilakukan oleh masyarakat dayak tempo dulu, khusunya oleh suku Iban dan suku Kenyah.

“Setelah perjanjian tersebut seluruh suku Dayak di Kalimantan bisa bersatu tanpa sekat sub suku yang ada. Kita juga sudah memiliki perwakilan bangsa dayak di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” terang Askiman

“Gawai ini saya harap mampu menjadi bentuk pembinaan kepada sanggar dan para pecinta seni budaya Dayak di seluruh pelosok Kabupaten Sintang,” lanjut Askiman.

Ketua Panitia Gawai Nyelapat Taun Desa Lundang Baru, Ismail, menyampaikan gawai Nyelapat Taun merupakan agenda rutin masyarakat Suku Dayak di Lundang Baru. “Gawai ini untuk mengangkat budaya dan memupuk hubungan baik antar suku di desa kami,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lundang Baru, Juwali menyampaikan bahwa desa Lundang Baru sangat majemuk sehingga pelaksanaan gawai Nyelapat Taun ini dimaksudkan untuk memperkuat silaturahmi. 

“Bagi masyarakat Dayak disini, gawai ini untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang sudah didapat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DAD Kecamatan Dedai, Yunusno menyampaikan rasa bangga karena gawai Nyelapat Taun di desa Lundang Baru ini merujuk gawai pertama di Kecamatan Dedai. 

“Mari kita berdoa supaya panen di tahun yang akan datang semakin banyak. Kita bersyukur proses berladang tahun lalu bisa kita laksanakan dengan baik dengan hasil yang baik pula” terang Yunusno. (nak/hms)

DAD Akan Adakan Gawai Tingkat Kabupaten

Sekretaris DAD Kabupaten Sintang Herkulanus Roni mengaku sangat bangga karena masyarakat Dayak di Desa Lundang Baru boleh bersyukur atas proses berladang tahun lalu sudah berjalan baik dengan hasil yang baik pula. Oleh karena itu kata Roni sudah sepantasnya masyarakat bersyukur dengan menyelanggarakan gawai adat Nyelapat Taun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. 

Disisi lain kata Roni, Pemerintah Ripublik Indonesia sudah mengakui keberadaan masyarakat adat dan Pemkab Sintang sendiri sudah mengesahkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2015 tentang pengakuan terhadap masyarakat adat dan lembaga adat yang ada.

“kita bersyukur atas panen padi dengan segala proses berladang sudah dilaksanakan sejak turun temurun. Gawai Nyelapat Taun diharapkan bukan saja milik suku dayak tetapi seluruh masyarakat desa Lundang Baru karena ini cara mengucapkan syukur atas panen. Menjaga gawai ini tugas masyarakat adat Dayak,” ujar Roni.

Dalam kesempatan tersebut, Roni juga menyampaikan informasi kepada masyarakat desa Lundang Baru berkaitan dengan rencana DAD untuk menyelenggarakan Gawai Dayak tingkat Kabupaten Sintang yang rencananya akan digelar pada 20 Juni 2019 mendatang.

“Kabupaten Sintang akan melaksanakan Gawai Dayak Tingkat Kabupaten Sintang. Silakan DAD Kecamatan Dedai mempersiapkan diri untuk mengikuti gawai di kabupaten Sintang nanti,” seru Roni. (nak/hms)