Askiman Gelar Buka Puasa Bersama

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 47

Askiman Gelar Buka Puasa Bersama
BUKA PUASA - Wakil Bupati Sintang, Askiman saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama di Balai Pagodai rumah jabatan Wakil Bupati, Senin (20/5)
SINTANG, SP - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1440 Hijriah, Wakil Bupati Sintang, Askiman, kembali menggelar acara buka puasa bersama di Balai Pegodai Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang,  Senin (20/5) 

Turut hadir dalam buka puasa bersama tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, Direktur PDAM Sintang, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, para santri dari Pondok Pesantren Darul Ma’arif dan anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Aisyah Pangeran Kuning Sintang.

Wakil Bupati Sintang menyampaikan buka puasa ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Balai Pegodai. “Tahun lalu kita laksanakan tiga kali buka puasa bersama di Balai Pegodai ini. Selain buka puasa bersama, kita juga melaksanakan safari ramadan,” kata Askiman dalam sambutanya.

Askiman berharap kegiatan ini bisa menjaga hubungan harmonis antar umat beragama yang ada di Kabupaten Sintang, terlebih Sintang memang terkenal karena kemajemukan masyarakatnya. Hampir semua etnis besar, suku dan agama ada di Kabupaten ini.

“Inilah bentuk upaya kita menjaga Kabupaten Sintang supaya tetap bersama-sama, menjaga hubungan baik dengan semua agama. Ini kepedulian kita pada semua agama, partisipasi kita untuk mendekatkan hubungan antar manusia dengan Tuhan,” ujarnya. 

Askiman mengatakan dalam beberapa kali buka puasa bersama yang diadakan di Balai Pagodai dirinya selalu mencatat beberapa point penting yang ia dengar selama kegiatan berlangsung hingga menjelang berbuka puasa tiba.

“Saya selalu mencatat point penting dari apa yang disampaikan ustadz saat memberikan tausyiah” terangnya.

Seperti kebiasaan dalam kegiatan buka puasa bersama, sebelum waktu berbuka puasa, para tamu undangan mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Rohendi yang secara panjang lebar menjelaskan lima cirri-ciri orang beriman yang dipanggil Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Hingga hari ini, kita sudah berada di pertengahan bulan suci ramadan. Disaat bulan suci ramadan ini pintu surga dibuka lebar dan pintu neraka di tutup rapat. Maka hendaknya umat Islam memperkuat iman kepada Allah SWT,” serunya.

Lebih lanjut ustadz Rohendi menjelaskan bahwa ada lima ciri orang beriman yang dipanggil oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa ramadan. “Yang pertama, saat kalau disebut nama Allah maka hatinya bergetar dan takut kalau tidak bisa menjalani ibadah puasa ramadan,” terangnya.

Kedua lanjutnya, apabila dibacakan ayat suci Al-Quran maka orang tersebut akan semakin yakin bahwa perintah puasa berasal dari Allah SWT, bukan berpuasa karena tidak enak dengan orang lain atau ikut-ikutan puasa.

Ketiga, orang beriman itu hanya bertawakal kepada Allah SWT, setelah melakukan pekerjaan secara maksimal akhirnya menyerahkan pekerjaan dan segala usahanya kepada Allah SWT. Keempat, orang tersebut ulet dan tekun dalam menjalankan ibadah sholat. Kelima orang tersebut mampu menjalankan sholat tarawih yang hanya ada selama bulan suci ramadan. 

“Mari kita umat Islam untuk memanfaatkan sisa setengah bulan suci ramadan untuk menemui masjid dan melakukan sholat tarawih bersama,” ajaknya.

Selain itu, ustadz juga mengingatkan agar masyarakat tidak boros dan berbelanja yang tidak penting selama ramadan dan lebara. “Ingat usai lebaran, anak-anak akan memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya.  Saya juga mengajak umat Islam untuk rajin membaca Alquran, rajin membaca buku dan memperkenalkan gerakan literasi,” imbuhnya. (nak/hms)

Berkat Peran Para Tokoh dan Pemimpin

Salah satu mahasiswa asal Kabupaten Sintang, Apriyan mengaku selama ini suasana harmonis selalu menyelimuti masyarakat Sintang. Hal itu juga menurutnya tidak lepas dari peran para tokoh dan pemimpin yang ada di Kabupaten tersebut.

“Inilah yang kita suka, kalau hari-hari besar keagamaan kita semua kompak, saling menghormati satu sama lain dan itu juga ditunjukan para pemimpin kita di Bumi Senentang ini,” kata Apriyan.

Apriyan berharap suasana harmonis di Sintang bisa terus dirawat dan dipupuk serta di wariskan kepada anak-anak muda untuk terus menjaganya dari ancaman berbagai pihak yang mungkin dan bisa saja memecah belah persatuan masyarakat Sintang selama ini.

“Anak-anak muda yang nanti kedepan akan mewariskan estafet kepemimpinan di Sintang, mereka harus bisa dan selalu kompak untuk menjaga Sintang. Anak-anak muda harus dididik untuk saling hormat satu sama lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Apriyan meminta agar sisa bulan suci Ramadan ini bisa dimamfaatkan dengan maksimal oleh sleuruh umat muslim yang ada di Sintang untuk semakin memperkuat semangat dalam beribdah kepada Allah SWT.

“Semoga Sintang selalu menjadi tanah yang berkah untuk siapaun, masyarakat selalu hidup rukun dan damai untuk kita semua,” pungkasnya. (nak)