Sekda Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Inpres

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 64

Sekda Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Inpres
TINJAU – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah tampak berdialog dengan sejumlah pihak terkait saat meninjau lokasi delapan Ruko yang mengalami kebakaran di Komplek Pasar Inpres Sintang, Selasa (11/6) pagi. Ist
SINTANG, SP - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, melakukan peninjauan ke lokasi delapan Rumah Toko (Ruko) di Kawasan Pasar Inpres Sintang, Jalan Patimura, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan yang alami kebakaran pada Minggu (9/6) dini hari yang lalu Sintang, Selasa (11/6/) pagi.

Dalam kesempatan tersebut Yosepha Hasnah mengatakan tujuan di lakukan peninjauan tersebut adalah untuk melihat kondis kedelapan bangunan ruko itu pasca terbakar pada minggu dini hari kemarin yang ternyata ludes di lalap api mulai dari bagian depan hingga belakang.

“Tadi saya liat sendiri ternyata memang ludes ya sampai ke belakang banguan yang terbakar, dan memang waktu itu karena tengah malam kan posisi kebakarannya, sehingga memang ludes,” teran Yosepha kepada awak media di sela tinjauannya.

Lanjut Yosepha bahwa beruntung saja pada saat kejadian minggu dini hari itu, petugas dengan cepat bertindak melakukan pemadaman setelah mendapat laporan dari warga. Atas kinerja pemadam yang dinilai cukup sigap dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa, terlebih lokasi kebakaran tersebut berada di tepian sungai Kapuas sehingga bisa terbantu meskipun ke delapan ruko tersebut terbakar semua.

“Paling tidak tetangga yang terdekat bisa terhindar dari kebakaran itu, kemudian nanti tentu kami akan mengadakan rapat membahas banguan-bangunan ruko yang terbakar ini, saya juga melihat ini bangunanya sampai ke tepi benar ya, ini juga akan kami bahas nanti,” imbuhnya.

Pasca kejadian tersebut, Yosepha berpesan kepada masyarakat agar dalam pemasangan jaringan listrik maupun yang lainnya harus seusai dengan standar dan aturan yang ada guna mencegah terjadinya musibah seperti kebakaran dan juga untuk keamanan rumah itu sendiri. 

“Masyarakat harus berhati-hati ketika membangun bangunan permanen seperti ruko ini, tentu dari sisi keamanan listrik juga harus di perhatikan,”pesan Yosepha.

Sekda pun meminta agar kalau bisa medirikan bangunan seperti ruko ini jangan terlalu panjang, sehingga kalau terjadinya musibah kebakaran petugas tidak kesulitan mencapai lokasi yang paling kebelakang. 

“Ini tadikan saya dapat info bangunan ini panjangnya saja sekitar 40 meter jadi sulit menjangkau sampai ke belakang, apa lagi dengan kondisi bangunan padat seperti ini tidak ada celah petugas masuk ke area dalam, akhirnya memang jarang bisa terselamatkan,” pungkasnya.

Tampak mendampingi Sekda dalam peninjauan tersebut, Asiten II Setda Sintang, Henri Harahap, Asisten III Setda Sintang Drs. Marchues Afen, Plt Sekretaris Sat Pol PP Mawardi,  Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Sat Pol PP Yudius, Kabid SDA dan Linmas Sat Pol PP Mikhael Wiwinardi dan Kasi Pengamanan dan Pengawalan Sat Pol PP Budiyono. (nak/hms)

PLN Harus Berikan Edukasi Kepada Masyarakat

Salah satu mahasiswa asal Kabupaten Sintang, Apriyan menilai peristiwa kebakaran yang kerap terjadi di bagunan-bangunan besar yang ada di Sintang harus menjadi catatan penting agar kedepan bisa diminimalisir kejadian serupa.

“Dalam beberapa tahun belakangan kebakaran kerap terjadi di Sintang khususnya menimpa bangunan besar seperti di komplek pasar. Ini harus menjadi catatan penting untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya, Minggu (9/6)

Menurut Apriyan peristiwa atau musibah seperti kebakaran tentu tidak bisa di ketahui kapan terjadi namun ini bisa di cegah dengan memasang kabel listrik secara benar dan aman.

“Ini yang acap di abaikan dan harus menjadi perhatian pihak PLN. Rumah dan bangunan kita acap kali serabutan dalam memasang kabel maupun colokan bahkan standar keamanan dari peralatan yang dipasang sering kali tak di perdulikan,” ucapnya.

Padahal kata Apriyan pengunaan dan pemasangan kabel listri yang sesuai dengan standar keamanan bisa menghindari diri dari ancamanan terjadinya kasus seperti korsleting listrik yang berakibat fatal bagi keselamatan.

“Masyarakat harus sadar keselamatan dan PLN harus terus memberikan edukasi. Harus ada standar penggunaan kabel listrik didalam rumah maupun bangunan,” pintanya. (nak)