Sekda Ingatkan Masyarakat Soal Keamanan Intalasi Listrik

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 251

Sekda Ingatkan Masyarakat Soal Keamanan Intalasi Listrik
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah. Ist
SINTANG, SP - Kebakaran hebat yang menimpa delapan Ruko di komplek Pasar Inpres Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Minggu (9/6/) yang lalu masih menjadi perhatian Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah.

Yosepha bahkan turun langsung meninjau lokasi bekas kebakan sehari setelah peristwa tersebut, melihat puing-puing bangunan yang habis di lahap si jago merah, Yosepha menghela nafas. Ia menilai kondisi bangunan yang padat menjadi kendala bagi tim pemadam dalam dalam menjinakan api. Selain itu bangunan yang terlalu panjang hingga mencapai 40 meter ke belakang juga menurut Yosepha menjadi permasalahan tersendiri bagi Damkar dalam memadamkan api.

Dalam kesempatan, Yosepha Hasnah menyatakan jajaran Pemkab Sintang ikut berempati dan merasakan musibah yang dialami masyarakat yang menjadi korban kebakaran. Karena itu ke depan, dirinya meminta kepada setiap masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan terutama jaringan listrik.

“Saya minta warga memerhatikan instalasi listrik. Karena sebagian besar kebakaran diakibatkan hubungan arus pendek. Selain itu memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah,” kata Yosepha dihadapan awak media kala itu.

Sekda berpesan kepada masyarakat agar dalam pemasangan jaringan listrik maupun yang lainnya harus seusai dengan standard dan aturan yang ada guna mencegah terjadinya musibah seperti kebakaran dan juga untuk keamanan rumah itu sendiri.

“Masyarakat harus berhati-hati ketika membangun bangunan permanen seperti ruko ini, tentu dari sisi keamanan listrik juga harus di perhatikan supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terulang kembali,”pesan Sekda.

Sekda pun meminta kalau bisa membangun bangunan seperti ruko ini jangan terlalu panjang, sehingga kalau terjadinya musibah kebakaran petugas tidak kesulitan mencapai lokasi yang paling kebelakang.

“Tadikan saya dapat info bangunan ini panjangnya saja sekitar 40 meter jadi sulit menjangkau sampai ke belakang, apa lagi dengan kondisi bangunan padat seperti ini tidak ada celah petugas masuk ke area dalam, akhirnya memang jarang bisa terselamatkan,” tandasnya. (nak)