Rabu, 20 November 2019


Dana Awal PLBN Sungai Kelik Rp203 Miliar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 243
Dana Awal PLBN Sungai Kelik Rp203 Miliar

TUGU - Tugu Garuda yang terdapat di wilayah perbatasan Ketugau Hulu. Rencana pembangunan PLBN diwilayah ini akan segera di eksekusi, pemerintah pusat telah menyiapkan dana awal sebesar Rp203 miliar.

SINTANG, SP - Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia pada tahun ini direncanakan akan dilakukan penambahan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) salah satunya adalah PLBN Sungai Kelik yang terletak di Kabupaten Sintang.

Hal itu sebagaimana disampiakn oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon. Menurut Simbolon pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi terkait pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang dan Sungai Kelik Kabupaten Sintang.

"Tahun ini seharusnya border Jagoi Babang harus selesai, sedangkan Sungai Kelik harus menunggu pembuatan infrastruktur dasar yaitu jalannya," ucap Robert Simbolon saat menghadiri pembahasan pembangunan kedua PLBN tersebut yang berlangsung di Hotel Aston, Jalan Gajahmada, Pontianak (Jumat (14/6)

Dikatakan, percepatan pembangunan ini berdasarkan Inpres nomor 1 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan 11 PLBN dan Sapras penunjang perbatasan. Atas dasar itulah Mendagri selaku kepala BNPP telah menerbitkan rencana aksi pelaksanaan Inpres nomor 1 tahun 2019 ini pada bulan Maret yang lalu.

"Saat ini pada dasarnya untuk mengevaluasi rencana aksi dan mengecek satu persatu aksi yang telah digariskan Mendagri selaku Kepala BNPP," imbuhnya.

Robert meminta agar Gubernur dan Bupati terkait memfasilitasi proses penyiapan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan PLBN baik itu SungaI Kelik maupun Jagoi Babang.

"Kemudian alih status lahan yang seperti di Sungai Kelik. Itu harus alih status dari hutan lindung atau hutan produksi terbatas ke hutan area penggunaan lain (APL). Supaya bisa dilakukan pembangunan," jelasnya.

Untuk Jagoi Babang, telah direncanakan bulan Juni ini dilakukan pelelangan agar dapat dikerjakan secepatnya. Secara fisik tahun 2019 harus selesai oleh presiden.

Sedangkan PLBN Sungai Kelik, perintah presiden harus dimulai pembangunan tahun ini. Tapi pihaknya harus memastikan aksebilitasnya terwujud dulu. Sebab jalan menuju Sungai Kelik belum kondisi baik, artinya infrastruktur dasar harus dikerjakan terlebih dahulu.

"Sementara anggaran bagi Jagoi Babang Rp236 M dan Sungai Kelik Rp203 M. Ini di luar anggaran yang dialokasikan membangun infrastruktur dasar," sebutnya.

Anggota DPRD Sintang, Heri Jamri menyatakan dirinya menyambut baik rencana nyata pemerintah untuk segera membangun PLBN Sungai Kelik. Terlebih kata Heri Sintang merupakan salah satu daerah perbatasan yang sampai sekarang amsih mengalami ketertinggala dalam hal pembangunan infrastruktur.

Heri meyebut, PLBN nantinya memang sudah sepantasnya berada di wilayah Ketungau Hulu, Ia beralasan wilayah ini adalah merupakan akses utama masyrakat untuk menjamah wilayah negara tetangga dan memiliki setidaknya 60 titik jalan tikus yang menjadi akses keluar masuk warga menuju Malaysia.

Selain itu juga, politisi Hanura ini menilai masyarakat Indonesia yang tinggal di perbatasan memiliki kepentingan cukup besar terhadap keberadaan PLBN nantinya.

“Setidaknya masyarakat perbatasan dapat keluar masuk secara legal dan masyarakat tidak was-was, selain itu juga dapat menjaga masuknya barang-barang ilegal ke wilaya perbatasan,” kata Heri belum lama ini. (nak)

Berdampak Sangat Luas

Mahasiswa asal Kabupaten Sintang, Apriyan mengaku puas mendengar kabar bahwa PLBN Sungai Kelik sudah berada didepan mata untuk segera dibangun meskipun masih ada beberapa hal yang harus dibenahi untuk terwujudnya PLBN tersebut, namun dirinya optimis PLBN Sungai Kelik nanti akan mampu membawa dampak perubahan untuk masyarakat Sintang, khusunya warga perbatasan.

“Dampak dibangunnya PLBN ini sangat luas, yang pasti adalah dampak ekonomi jangka panjang. Terlebih saat ini bandara kita juga sudah baru tentu kedepan akan sangat berdampak luas,” kata Apriyan di Pontianak, Minggu (16/4)

Apriyan berharap segala yang harus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi untuk segera diselesaikan sebaik dan secepat mungkin.

“Kan pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran, nah dari kita beberapa persoalan yang ada harus segera dibenahi,” pintanya.

Lebih lanjut Apriyan ingin agar masyarakat Kabupaten Sintang mendukung sepenuhnya pembangunan PLBN Sungai Kelik demi terwujudnya pembangunan yang merata dan demi mengangkat harkat derajat dan martabat wilayah perbatasan.

“Harus kita dukung sepenuhnya demi kemajuan sintang dan warga perbatasan,” pungkasnya. (nak)