Minggu, 15 Desember 2019


Bupati Tutup Kelam Tourism Festival

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 136
Bupati Tutup Kelam Tourism Festival

SAMBUTAN - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menyampaikan sambutan pada malam penutupan Kelam Tourism Festival 2019 yang berlangsung di Desa Kebong, Komplek Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam, Kecamatan Kelam Permai, Minggu (14/7) malam.

SINTANG, SP – Bupati Sintang, Jarot Winarno memukul gong sebanyak tujuh kali sebagai tanda di tutupnya gelaran Kelam Tourism Festival 2019 pada acara penutupan yang berlangsung di Desa Kebong, Komplek Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam, Kecamatan Kelam Permai, Minggu (14/7) malam.

Dengan ditandai pemukulan gong tersebut maka rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival 2019 yang berlangsung dari 8-14 Juli 219 secara resmi di tutup. Penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran artis Ibu Kota yakni, Tika Zen yang menghibur masyarakat dan tamu udangan yang hadir.

Jarot mengaku sangat bersyukur bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival tahun 2019 ini berlangsung meriah, aman dan lancar. Hal itu menurutnya berkat dukungan dari semua pihak baik itu masyarakat Kelam Permai, Forkopimcam Kelam Permai, Para Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua/Anggota BPD, Kelompok Pemuda dan Kelompok Sadar Wisata.

“Hampir satu minggu kita laksanakan kegiatan kita semua, semuanya berhasil berkat dukungan seluruhnya. Terima kasih semuanya, mudah-mudahan tahun depan lebih meriah lagi,”ucap Jarot.

Selain itu, menurut Jarot, acara tersebut berhasil juga berkat dukungan seluruh sponsor, para pengusaha, dunia Perbankkan, perkebunan dan masyarakat usaha lainnya baik seluruh elemen di Kelam Permai maupun jajaran pemerintah dan Forkopimda serta pihak lainnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival ini bertujuan sebagai bentuk untuk memunculkan dan mengenalkan/mempromosi seni budaya, adat istiadat dan lainnya yang bersumber dari alam yang di miliki Kabupaten Sintang secara khusus di Kelam Permai. Terlebih Kelam Permai di anugerahi Tuhan Yang Maha Kuasa alam yang sangat indah.

“Budaya kita bersumber dari alam kita, di kelam permai ini ada Bukit Kelam, ada Bukit Luit, ada Bukit Rentap, ada Bukit Gemba, ada Air Terjun bertingkat di Pelimping dan Sepang Lebang, ada tempat-tempat indah lainnya. Pada akhirnya memunculkan budaya yang luar biasa indahnya, sehingga memikat pengujung baik lokal maupun internasional berkunjung ke Kelam Permai,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika mengatakan kegiatan Kelam Tourism Festival yang berlangsung selama sepekan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk mendukung nawacita Presiden RI dan mendukung program Kementrian Pariwisata.

Hendrika  menyampaikan bahwa seluruh kegiatan telah berjalan lancar dan sukses berkat dukungan semua pihak, oleh karenanya hal itu patut di syukuri kita semua.

“Kelam Tourism Festival juga merupakan upaya pemerintah daerah dalam mengangkat destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sintang, event ini mempunyai konsep yang sangat lengkap mulai dari sport tourism, hiburan hingga Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang,” kata Hendrika.

Adapun kegiatan yang telah di laksanakan disampaikan Hendrika, antara lain Pekan Raya Borneo yang berlangsung selama satu bulan lebih di eks Bandara Susilo Sintang, dimana kegiatan tersebut menyajikan hiburan untuk masyarakat dan menampilkan/mempromosi kuliner khas Sintang, Pekan Gawai Dayak yang telah berlangsung selama lima hari dimana pada kegiatan ini telah di suguhkan budaya-budaya Suku Dayak yang ada di Kabupaten Sintang.

Selanjutnya pada rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival juga telah dilaksanakan Business Forum yang di hadiri investor dari Singapura, utusan khusus dari Kepresidenan, Kadin, DKPM, Kemennag, media dari dalam dan luar negeri guna untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Sintang dengan harapan para Investor dapat menanamkan modalnya di Kabupaten Sintang.

Selain itu juga bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) telah di laksanakan eksplorasi Ikan Ketungau, eksplorasi Lada serta bincang lestari yaitu wirausaha sosial muda.

“Kegiatan yang tidak kalah pentingnya telah dilaksankan event olahrga seperti Bike to Kelam, lari marathon, trabas motorcross, rock climbing, air gun, lomba foto dan lomba burung berkicau. Lomba tersebut tercatat di ikuti kurang lebih 2.300 peserta termasuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati dan juga Forkopimda mengikuti seluruh event olahraga yang kita laksanakan ini,” jelas Hendrika.

Hendrika menambahkan di pangung utama Kelam Tourism Festival juga di laksanakan panggung hiburan rakyat di kawasan terminal Desa Kebong ini selama tujuh hari, kegiatan talkshow yang bertema peran generasi millennial dalam meningkatkan pariwisata di Kabupaten Sintang.

“Selain itu bersama turis mancanegara dan turis nusantara kita juga sudah melakukan fieldtrip ke Rumah Betang Ensaid Panjang, Museum Kapuas Raya, Galeri Motor Bandung dan Cobus Center. Saya juga mengucapkan terima kasih karena fieldtrip ini diikuti Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda sehingga keterlibatan sangat luar biasa dalam rangkaian kegiatan ini,” tutupnya. (hms/nak)

Harus Ada Evaluasi

Salah satu masyarakat Sintang, Supandi menilai berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemkab Sintang menurutnya sudah cukup baik. baik secara konsep maupun tujuan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya rasa semuanya baik, Pemkab Sintang sangat banyak menghadirkan berbagai kegiatan dan masyarakat juga merasakan dampaknya berupa hiburan dan tentunya juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Supandi.

Namun ia berharap agar setiap kegiatan yang telah dilakukan bisa dilakukan evaluasi apakah telah sesuai target dan sasaran yang diinginkan. Hal ini penting kata Supandi agar diketahui apakah setiap kegiatan yang dilaksanakan berhasil atau tidak.

“Kalau berhasil hanya dari sisi pelaksanaan saya rasa itu biasalah. Yang terpentingkan tujuan dan sasaran dari kegiatan itu yang tercapai atau tidak,” imbuhnya.

Namun secara keseluruhan Supandi mengaku mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab selama ini. “ Hanya saja kita tidak boleh terlena, semua kegiatan harus ada ukuran berhasilnya. Karena itu yang terpenting,” ingatnya. (nak)