Rabu, 11 Desember 2019


Mahasiswa Baru Polbangtan Dijaring

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 129
Mahasiswa Baru Polbangtan Dijaring

SELEKSI - Pembukaan seleksi penerimaan mahasiswa baru Diploma IV Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Mangelang-Yogyakarta kerjasama antara Pemkab Sintang dan Pobangtan di Aula SMK N 1 Sintang, Senin (15/7).

SINTANG, SP – Pemerintah Kabupaten Sintang kembali membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru Diploma IV Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Mangelang-Yogyakarta. Kerjasama antara Pemkab Sintang dan Pobangtan ini sudah terjalin sejak tahun 2017 yang silam.

Kegiatan pembukaan seleksi penerimaan mahasiswa baru Polbangtan dilakukan oleh Asisten Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Henri Harahap yang mewakili Bupati Sintang, Winarno bertempat di Aula SMK N 1 Sintang, Senin (15/7).

Menurut Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh, Henri Harahap bahwa saat ini Kabupaten Sintang sangat membutuhkan tenaga-tenaga terampil muda yang diharapkan bisa mengembangkan sektor pertanian dan peternakan di Bumi Senentang.

"Kita sangat terikat dengan bidang pertanian dan peternakan, kita memerlukan tenaga-tenaga yang terampil dalam menangani pembangunan pertanian di daerah kita. Untuk itulah sejak tahun 2017 yang lalu, kita memulai kerjasama dengan Politeknik pembangunan pertanian Magelang-Yogyakarta," ujar Henri pada kesempatan tersebut.

Sejauh ini, lanjutnya, Pemda Sintang sudah mengirim sedikitnya 35 orang mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Polbangtan. Adapun untuk tahun 2019 ini dimulai seleksi dengan sistem Computer Asissted Test (CAT) yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara.

"Saya berharap anak-anak sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Telitilah dalam menjawab pertanyaan, jaga ketenangan diri kalian saya berharap kalian mendapatkan hasil terbaik dalam proses seleksi ini," harap Henri kepada para peserta tes.

Ketua panitia seleksi, M. Yusuf, menjelaskan bahwa tujuan seleksi ini untuk menyeleksi putra-putri terbaik dari SMK Pertanian/SMA IPA yang ada di Sintang. Kegiatan ini untuk memenuhi kerjasama antara Pemda Sintang dengan Polbangtan Magelang-Yogyakarta.

"Ada syarat khusus yang kita sertakan dalam proses seleksi ini selain yang telah ditetapkan oleh Kampus Polbangtan. Salah satunya ialah, tidak mempunyai saudara kandung yang sebelumnya pernah mendapatkan beasiswa dari Pemda Sintang," terangnya.

Ada 10 orang yang akan diberikan beasiswa untuk tahun 2019 ini. Ada kuota 2 orang untuk Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 1 orang untuk prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 1 orang untuk prodi Agribisnis Holtikultural, 3 orang prodi Teknologi Benih, 1 orang untuk prodi Teknologi Pakan Ternak, dan 1 orang untuk prodi Teknologi Produksi Ternak.

"Ada 89 pendaftar, yang lulus seleksi administrasi ada 86 orang," kata Yusuf. 
Namun dari 86 orang yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi tersebut hanya terdata 79 orang yang datang untuk mengikuti seleksi dengan sitem CAT ini. Sisanya dianggap gugur lantaran tak hadir saat tes berlangsung.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Setda Bidang Administrasi Umu, Marchues Afen, Kepala Bappeda Sintang, Kartiyus dan perwakilan dari Polbangtan. (hms/nak)

Sediakan SDM Masa Depan

Salah satu mahasiswa asal Sintang, Apriyan menilai kerjasama Pemkab Sintang dengan pihak Polbangtan memang seharusnya sesuai dengan tujuan awal yakni menghadirkan Lulusan-lulusan yang cakap di bidang pertanian dan peternakan.

Dengan begitu kata Apriyan diharapkan kedepan Sintang akan mampu menyediakan SDM yang mumpuni dalam menjawab tantangan pembangunan di bidang tersebut.

“Sintang ini luas, tanahnya masih banyak. Bidang pertanian, perkebunan dan peternakan sangat potensial untuk terus dikembangkan. Nah, mereka-mereka lulusan Polbangtan ini lah yang nanti bisa kita andalkan,” ujar Apriyan di Pontianak, Selasa (16/7)

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Pontianak ini berharap agar nanti upaya yang dilakukan Pemkab Sintang dengan pihak Polbangtan Magelang-Yogyakarta ini tidak sia-sia. Artinya lanjut Apriyan harus ada semacam evaluasi atau Pemkab menetapkan bagi lulusan Polbangtan bekerja di sektor mana dengan fasilitasi pemerintah daerah.

“Harus begitu, biar ilmunya berguna. Jangan setelah selesai dibiarkan nanti jadi percuma. Harus dikawal, Pemkab harus perhatikan dan sediakan ruang untuk mereka mengembangkan bidang pertanian dan peternakan dI Sintang ini,” lanjutnya. (nak)