Rabu, 11 Desember 2019


Pemkab Sinergi Perjuangkan KLA

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 116
Pemkab Sinergi Perjuangkan KLA

LAYAK ANAK - Foto bersama seusai Diskusi Publik Penyampaian Komitmen Komunitas Peduli Anak Sintang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendorong Percepatan Pencapaian Indikator Sintang menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula Bappeda Sintan

SINTANG, SP - Wahana Visi Indonesia (WVI) Bersama Komunitas Peduli Anak Sintang (KOPAS) melaksanakan  Diskusi Publik  Penyampaian Komitmen Komunitas Peduli Anak Sintang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendorong Percepatan Pencapaian Indikator Sintang menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula Bappeda Sintang, Rabu (17/7).

Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, H Henri Harahap yang juga sekaligus membuka kegiatan. 

Dalam sambutannya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi kegaiatan Diskusi Publik yang dilaksanakan Komunitas Peduli Anak Sintang(KOPAS) yang didukung Wahana Visi Indonesia (WVI)  dan Uni Eropa ini tersebut.

“Dengan kegiatan seperti ini, kita akan semakin memperkuat komitmen dan sinergi kita semua untuk menjaga, melindungi dan mengembangkan anak-anak kita di masa mendatang,” ujar Henri.

Henri Harahap menilai bahwa saat ini isu tentang anak semakin penting untuk menjadi agenda pokok dalam pembangunan dan anak saat ini menurutnya telah menjadi perhatian semua pihak lantaran telah begitu banyak kasus yang melibatkan anak-anaks ebagai korban.

“Seperti yang sering terjadi dimana-mana munculnya berbagai kasus tindak kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, penelantaran sampai ekploitasi terhadap anak menjadi bukti nyata permasalahan anak di negara kita,” katanya.

Selain itu yang tak kalah penting lanjjut Henri bahwa Indonesia pad atahun 2035 mendatang akan menghadapi bonus demografi yang tentunya akan menjadi keuntungan. Namun jika anak-naka tidak mendapat perhatian serius tentu bonus tersebut hanya akan menjadi sia-sia. Sementara berbagai negara di dunia yang pernah melwati fase bonus demgrafi rata-rata bisa memamfaatkan peluang ini.

“Sekitar 19 tahun lagi fenomena langka itu terjadi. Akan menjadi berkah luar biasa tatkala jumlah penduduk usia produktif yaitu usia 15-65 tahun menjadi sangat tinggi, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk,” terangnya.

Sebagaimana diketahui pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). 

Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja. 

Sementara itu, Manajer Proyek Uni Eropa–CSO Wahana Visi Indonesia , Henry Gabriel menyebut bahwa program yang dilaksanakan ini merupakan program penguatan peran masyrakat dan organisasi masyarakat yang dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia(WVI) di dukung Uni Eropa.

“Dan program ini bekerjasama dengan pemerintah daerah di tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat , yaitu Kabupaten Sintang, Sekadau dan Kabupaten Melawi,” jelas Gabriel.

Pada kegiatan Diskusi Publik  Penyampaian Komitmen Komunitas Peduli Anak Sintang(KOPAS) menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendorong Percepatan Pencapaian Indikator Sintang menuju Kabupaten Layak Anak pihak Dinas Kesehatan, Dokter Puskesmas, Polindes, Kades, Unsur Kecamatan, serta masyarakat. (hms/nak)

Perjuangan yang Berat

Ketua  Komunitas Peduli Anak Sintang (KOPAS) Kabupaten Sintang , Ustad Edi Toni menyebut upaya memperjuangkan Kabupaten Layak Anak (KLA) bukanlah pekerjaan mudah dan sangat berat untuk dicapai.

Saat ini kata Edi pihaknya terus mendukung kerja-kerja yang di lakukan Wahana Visi Indonesia untuk mewujudkan itu semua. Adapun sekarang menurut Edi mereka bersama Wahana Visi Indonesia sedang fokus di klaster tiga, yakni kecamatan Kelam Permai, Kayan, Tebelian, Sepauk dan Kecamatan Tempunak.

“Lima kecamatan dengan jumlah sekitar 20 desa yang sudah dilakukan bersama Wahana Visi Indonesia itu saja sangat berat, apalagi berbicara 14 Kecamatan dengan julah desa sebanyak 391 desa,” tuturnya.

Namun demikian Edi menegaskan mereka tidak akan kendor untuk terus memperjuangkan Sintang sebagai Kabupaten Layak Anak. Terlebih semua pihak yang dukung dan bahu membahu dalam mewujudkannya termasuk Pemkab Sintang sendiri yang selama ini selalu mendukung.

“Ini tantangan yang sangat berat bagi pemerintah daerah, namun kita tetap berupaya dengan melibatkan semua lapisan masyarakat dan  dukungan  dari semua pihak,” tegasnya. (hms/nak)