Bupati Launching LBH Cempaka ICMI

Sintang

Editor elgiants Dibaca : 70

Bupati Launching LBH Cempaka ICMI
LAUNCHING - Bupati Sintang Jarot Winarno menarik tirai sebagai tanda resmi di launchingnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cendikiawan Muslim Pembela Keadilan (Cempak) Kabupaten Sintang, di Halaman Kantor ICMI Sintang, Jumat (19/7) kemarin.
SINTANG, SP - Bupati Sintang  Jarot Winarno melaunching Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cendikiawan Muslim Pembela Keadilan (Cempak) Kabupaten Sintang, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kabupaten Sintang,  di Halaman Kantor ICMI Sintang, Jalan MT Haryono, KM 3, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Jumat (19/7) kemarin.

Dalam sambutanya, Jarot mengatakan pemerintah Kabupaten Sintang memberikan apresiasi dan sangat mendukung terbentuknya Lembaga Bantuan Hukum LBH milik Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Sintang ini.

Terlebih kata Jarot, terbentuknya LBH Cempaka ICMI didasari pada upaya untuk memenuhi hak konstitusional masyarakat miskin dan termanjinalkan khususnya di Kabupaten Sintang dengan tidak memandang suku, ras, agama dan golongan serta tidak di pungut biaya apapun atu Pro Bono bagi masyarakat miskin dan kaum termanjinalkan dalam prosesnya.

"Saya ingin LBH Cempaka dan ICMI ini rahmatan lil alamin, tunjukan adanya ICMI dan LBH Cempaka ini menjadi rahmat bagi seleruh masyarakat Sintang apapun suku, ras, agamanya," pinta Jarot.

Jarot menceritakan saat ini ada seorang wanita bernama Rika Sukarti asal Tebidah Kayan Hulu sedang terjebak dalam perkawinan ilegal dan dibawa suaminya ke Beijing China setelah itu di ceraikan, kemudian pasportnya di tahan sehingga sekarang masih terkatung-katung hampir enam bulan di KBRI Beijing belum bisa pulang ke tanah air.

"Nah, barangkali ini bagian yang bisa LBH Cempaka dampingi, kita upayakan untuk bisa kembali ke Nanga Tebidah serta banyak lagi komflik yang terjadi, kebijakan publik yang dianggap tidak pas, masalah sarang walet dan masyarakat sekitarnya. Banyak sekali yang perlu didampingi, sehingga kami pemerintah sangat menyambut baik adanya LBH Cempaka ini," kata Jarot.

Jarot menjelaskan bahwa pemerintah melakukan pembinaan terhadap organisasi bantuan hukum melalui Kementrian Hukum dan HAM, melalui badan pembinaan hukum Nasional dengan melakukan pembinaan dimulai dari pengesahan, aspek legalitas, verifikasi dan akreditasi.  Ia menyebut saat ini telah terakreditasi 524 organisasi bantuan hukum dan hanya ada di 512 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dari 514 Kabupaten/Kota yang ada.

"Artinya ada dua yang belum ada, mungkin Sintang ni termasuk yang dua tadi yang belum ada ni, yang terverifikasi dan terakreditasi, cita-cita LBH Cempaka ini bisa terverifikasi dan terakreditasi akan memiliki akses pendanaan karena mereka membantu dalam dalam hal pendanaan juga," ucap Jarot.

Dengan demikian lanjutnya, keberadan LBH Cempaka ini harus di suport atau di dukung agar bisa menjadi benchmark dan contoh yang baik bagi lembaga bantuan hukum dan komponen bangsa lain di Kabupaten Sintang ini untuk sama-sama berlomba mendirikan badan hukum.

"Kami ini di beri amanah bahwa negara dan daerah ini bisa maju apabila ada empat pilar yakni ilmunya ulama, adilnya umaroh/pemerintah, dermawannya para saudagar dan doanya kaum duafa. Jadi sentuhan LBH Cempaka ni dua yaitu membantu kaum duafa nanti mendoakan negara ini cepat maju dan membantu kaum duafa mencari keadilan sehingga akhirnya membantu umaroh atau pemerintah dalam membangun daerah dengan prinsip keadilan," tutup Jarot.

Sementara itu, Ketua ICMI Orda Sintang, Kurniawan mengatakan secara organisatoris ICMI mempunyai obsesi salah satunya adalah menyelenggarakan pemberdayaan dan advokasi baik di bidang sosial, ekonomi, hukum dan budaya dalam rangka meningkatkan martabat rakyat kecil dan kelompok yang lemah. 

Menurutnya itulah yang diamanahkan anggaran dasar ICMI. Sehingga dengan amanah tersebut ICMI melakukan diskusi panjang, hingga akhirnya diambil kesimpulan dan berteguh hati harus adanya suatu lembaga bantuan hukum yakni yang di beri nama Cempaka.

"Namanya cantik lagi, namanya bungga, bunga cempaka ini indah di pandang mata dan memberikan wangi yang harum, mudah-mudahan hadirnya Cempaka ini mengindahkan dan mengaharumkan terutama bagi rakyat kecil dan kelompok yang lemah," harap Kurniawan.

Siap Bantu Masyarakat Miskin

KETUA LBH Cempaka, Hartati mengatakan berdirinya LBH ini didasari pada upaya untuk memenuhi hak konstitusional masyarakat miskin dan termanjinalkan khususnya di Kabupaten Sintang dan tujuan berdirinya adalah untuk melaksanakan rule of the law dan merupakan akses terhadap keadilan yang memiliki peran instrumental dalam pencapaian tujuan nasional sebagai mana diamanatkan dalam alenia keempat UUD Negara RI 1945.

Karenanya itu, Hartati menegaskan LBH Cempaka harus mampu menjadi lembaga yang siap memberikan pelayanan bantuan bagi masyarakat miskin dan termajinalkan dalam memperoleh keadilan hukum dan hak asasi manusia dan membantu pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sadarkan hukum khususnya di Kabupaten Sintang.

"Sementara untuk tugas utama dari LBH Cempaka, ICMI Sintang ini adalah melakukan pelayanan hukum berupa pendampingan hukum baik secara litigasi maupun non litigasi untuk masyarakat miskin dan termanjinalkan secara pro Bono atau tanpa di pungut biaya sehingga dapat mewujudkan keadilan dalam menempatkan hak dan kewajiban setiap orang secara proporsional dan profesional kesamaan kedudukan didalam hukum,” ujarnya.

Hartati menambahkan untuk Visi LBH Cempaka, ICMI Sintang adalah mengakvokasi dan melindungai masyarakat dalam mendapatkan keadilan hukum tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan serta berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman dan nilai-nilai Pancasila.

“Misi kita yaitu menyelenggarakan pemberian bantuan hukum dan konsultasi hukum terhadap seluruh lapisan masyarakat, menyelenggarakan penyuluhan hukum dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, menjamin keadilan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu serta melindungi hak-hak masyarakat miskin yang di rampas,” tandasnya. (hms/nak)