Minggu, 20 Oktober 2019


ISKA Sintang Gelar Seminar Keberagaman

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 65
ISKA Sintang Gelar Seminar Keberagaman

SEMINAR - Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Sintang menggelar seminar dengan tema merawat NKRI dalam keberagaman di Balai Kenyalang, Selasa (17/9).

SINTANG, SP - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Sintang melaksanakan seminar dengan tema merawat NKRI dalam keberagaman yang dilaksanakan di Balai Kenyalang, Selasa (17/9).

Dalam seminar tersebut, ISKA Sintang menghadirkan empat narasumber dan diikuti oleh sekitar 100 orang yang berasal dari pengurus dan anggota ISKA, utusan organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan.

Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM menyampaikan bahwa seminar tentang keberagaman ini sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan Kabupaten Sintang. 

“Sejak berdiri, bangsa Indonesia sudah sepakat untuk bersatu di dalam keberagaman. Kita terus mendorong integrasi nasional yang didasari oleh kebutuhan akan kemajuan dan pembangunan. Adanya ideologi dan tekad kita untuk bersatu seperti sumpah pemuda dan ancaman dari luar. Integrasi nasional juga didukung bahasa persatuan, kepribadian hidup berbangsa yang sama, jiwa dan semangat gotong royong dan toleransi yang kuat, rasa senasib sepenanggungan. Ada juga faktor penghambat integrasi nasional yang harus kita perhatikan saat ini dan perlu didiskusikan” terang Askiman.

Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot Ketua DPD ISKA Provinsi Kalbar menyampaikan founding fathers bangsa kita sudah menyepakati empat dasar bangsa Indonesia yang harus kita pahami satu persatu. 

“Sejarah bangsa kita membuktikan ada kesepakatan para pendiri bangsa soal keberagaman. Kita berterima kasih kepada tokoh tokoh muslim saat itu yang menyepakati keberagaman dalam dasar-dasar bangsa kita saat itu” terang Adrianus.

“Dengan keimanan yang kuat, kita harus terus berupaya menjaga keberagaman ini. Karena kita manusia ini diberikan mandat untuk mengelola alam dan kekayaan. Kita menjadi pengelola bukan penguasa alam” tambah Adrianus.

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariyadi, SIK, MH menyampaikan bahwa yang seringkali membuat keberagaman terganggu saat ini adalah media sosial dan teknologi informasi. 

“Berita hoaks sudah terbukti mengancam keberagaman dan persatuan kita. Inilah yang harus kita perhatikan saat ini. Papua memanas karena isu hoaks yang macam-macam. Selain itu, yang mengganggu kondisi kita saat ini adalah urusan perut. PETI, bakar lahan, dan kejahatan lain itu karena urusan perut,” katanya.

Dia mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk kompak, merawat dan menjaga keberagaman. Masalah apapun yang muncul di Sintang, mari atasi bersama-sama. Jangan bahas di media sosial. 

“Kalau ada masalah asap dan kebakaran lahan, mari kita selesaikan bersama-sama. Dengan tidak membakar lahan, itu sudah merawat NKRI. Dengan tidak meributkan hal-hal yang kecil, itu sudah merawat NKRI” tambahnya. (hms)