Sabtu, 19 Oktober 2019


Polres Sintang Segel Lahan Perusahaan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 123
Polres Sintang Segel Lahan Perusahaan

SEGEL - Polres Sintang segel lahan perusahaan yang terbakar

SINTANG, SP – Polres Sintang menyegel lahan milik PT Sintang Agro Mandiri (SAM) di Kecamatan Sepauk, belum lama ini. Lahan sawit yang terbakar tersebut saat ini dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Sintang. Penyegelan dipimpin langsung Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi bersama jajarannya.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Henri Harahap, Distanbun diwakili Gunardi dan Arief Setya Budi, Camat Sepauk Cinghan serta pihak perusahaan. Hingga saat ini Polres Sintang sudah menyegel tiga lahan milik perusahaan yang mengalami kebakaran hutan dalan (karhutla).

Sebelumnya, PT Jake Sarana di Kecamatan Sepauk merupakan perusahaan pertama yang disegel pada Minggu (15/9). Perusahaan kedua yang disegel yakni PT Grand Mandiri Utama (GMU) di Kecamatan Kelam Permai pada Senin (16/9).

“Ini penyegelan ketiga oleh Polres Sintang,” beber Kapolres di lokasi PT SAM usai melakukan penyegelan.

Selain itu, kata Kapolres, ada juga perusahaan lain yang disegel oleh Ditkrimsus Polda Kalbar dan gabungan Satreskrim Polres Sintang yaitu PT Inma Jaya dan PT Kiara di Kecamatan Ketungau Hulu.

“Total sudah lima perusahaan yang disegel. Kemudian, 10 perusahaan akan kita segel juga,” katanya. Ia menjelaskan, penyegelan yang dilakukan terkait proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran lahan.

“Dalam penyelidikan itu akan diketahui penyebab dan siapa yang melakukannya. Apakah sengaja atau tidak juga akan jelas,” katanya.

Di PT SAM, jelas Kapolres, lahan yang terbakar luasnya 4,1 hektare. Ketika melakukan penyelidikan, akan dicek apakah lahan yang terbakar masuk areal konsesi atau bukan.

“Kalau kita lihat sekarang, sudah masuk areal konsesi. Namun belum diserahkan perusahaan,” jelasnya. Setelah disegel, perusahaan tidak boleh operasional di areal yang terbakar hingga penyelidikan selesai.

“Penyelidikan juga memerlukan waktu. Bisa sebulan atau dua bulan. Kalau terbukti, ditingkatkan ke penyidikan. Kalau tidak terbukti, akan dilakukan penghentian penyelidikan,” tegasnya. (ant)
 

Sintang 36 Titik Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sebanyak 1.431 hotspot atau titik panas menyebar di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat, Jumat (20/9).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti dalam siaran persnya di Pontianak, menyatakan, terjadi peningkatan jumlah titik panas di Kalbar yang dipantau melalui hasil pengolahan data citra satelit Lapan mulai 19 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 20 September 2019 pukul 07.00 WIB, yakni sebanyak 1.431 titik panas Ia menjelaskan, jumlah titik panas terbanyak di Kabupaten Ketapang sebanyak 1.061 titik panas, disusul Kayong Utara 128 titik panas,  Melawi 54 titik panas, Kubu Raya 54 titik panas dan Sintang 36 titik panas.

Sementara Kapuas Hulu 25 titik panas, Landak 17 titik panas, Sambas 16 titik panas, Sekadau 11 titik panas, Sanggau delapan titik panas, Mempawah enam titik panas, Bengakayang empat titik panas, Kota Singkawang satu titik panas, dan Kota Pontianak tidak ditemukan titik panas. (ant)