Senin, 14 Oktober 2019


Jarot Ingin PLBN Sungai Kelik Berstatus B

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 65
Jarot Ingin PLBN Sungai Kelik Berstatus B

RAPAT - Pemkab Sintang dan pihak terkait menggelar pertemuan untuk menyusun Perencanaan Teknis PLBN Terpadu Sungai Kelik, di Aula Bapeda Sintang, Selasa (24/9).

SINTANG, SP – Pemerintah Kabupaten menolak pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, jika statusnya hanya Tipe C. Pemkab menginginkan PLBN Sungai Kelik menjadi tipe B supaya terjadi lalulintas barang dan orang.

“Kalau dibangun dengan tipe C saya tidak mau terima, apa bedanya dengan kondisi sekarang tanpa PLBN. Masyarakat yang tinggal di perbatasan masih tetap bisa berkunjung ke Malaysia. Kunjungan antar keluarga masih bisa tetap dilakukan,” ujar Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Menurut Jarot kalau PLBN dibangun hanya untuk kunjungan wisata dan budaya, Sintang memiliki banyak opsi , bisa lewat Entikong atau Badau.

Jarot kecewa, pasalnya Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI masih belum melakukan perubahan terhadap status PLBN Sungai Kelik, padahal Pemkab Sintang telah mengusulkan PLBN Sungai Kelik menjadi tipe B.

“Tadi dalam DED (Detail Engineering Design ) yang direncanakan akan dibangun tipe C, tipe C itu dalam topologi PLBN hanya berfungsi untuk kunjungan misi budaya, bukan untuk masyarakat umum dan perdagangan,” ujarnya.

Menurut Jarot, kawasan perbatasan Sintang memiliki potensi jauh lebih besar daripada kawasan lainnya di Kalbar. Jika hanya tipe C, pemerintah pusat tidak perlu repot-repot membangun PLBN di Sungai Kelik dan gunakan saja uangnya untuk membangun infrastruktur kawasan perbatasan.

Pemkab Sintang dan pihak terkait sempat menggelar pertemuan untuk menyusun Perencanaan Teknis PLBN Terpadu Sungai Kelik, di Aula Bapeda Sintang, Selasa (24/9).

Kepala Bagian Pengelolaan Perbatasan Negara Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Andon memimpin jalannya rapat yang diikuti Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Kalbar, Pelaksana Tugas Camat Ketungau Hulu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Sintang, serta jajaran PT Multi Karadiguna Jasa sebagai pihak yang akan menyusun teknis pengembangan PLBN Terpadu Sungai Kelik.

Andon menjelaskan, Pemkab Sintang terus berjuang agar PLBN Sungai Kelik bisa dibangun dengan tipe B sehingga akan berfungsi sebagai kepabeanan (customs), keimigrasian (immigration), karantina (quarantine) dan keamanan (security).

“Namun hingga kini, BNPP RI masih belum melakukan perubahan terhadap status PLBN Sungai Kelik. Kami menginginkan PLBN Sungai Kelik menjadi tipe B supaya terjadi lalulintas barang dan orang di sana," katanya.

Ada manfaat yang lebih besar bisa diperloleh oleh Kabupaten Sintang dari keberadaan PLBN Sungai Kelik. Sehingga seimbang antara pengorbanan masyarakat dan daerah dengan manfaat dari keberadaan PLBN ini.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Kalbar, Reza Rizka Pratama mengatakan, rapat dilaksanakan untuk mendapatkan masukan dan saran dari Pemkab Sintang agar perencanaan teknis pengembangan PLBN Terpadu Sungai Kelik mengakomodir kepentingan daerah.

"Perencanaan teknis PLBN Sungai Kelik disusun pada tahun 2019. Tahun 2020 sudah mulai pembangunan fisiknya. Sebelum dibangun tentu, kami harus menghimpun masukan dari berbagai pihak salah satunya Pemkab Sintang. Soal perubahan tipe PLBN Sungai Kelik, itu bukan kewenangan kami," terangnya. (ant/hms)

Model Rumah Betang

Sementara, Bambang Cahyadi dari PT Multi Karadiguna Jasa mengatakan, pihaknya akan menyusun dokumen perencanaan dan perancangan untuk digunakan sebagai panduan dalam proses pembangunan PLBN Terpadu serta sarana pendukungnya.

“Hasilnya adalah berupa dokumen perencanaan teknis dalam pembangunan PLBN Sungai Kelik. Ada delapan jenis dokumen yang akan kami hasilkan yakni dokumen hasil survei, dokumen analisis perencanaan, gambar masterplan kawasan dan siteplan, gambar rencana teknis, rencana kerja dan syarat, rencana anggaran biaya, gambar perspektif tiga dimensi dan maket tiga dimensi,” terang Bambang.

Dalam merancang bangunan PLBN Sungai Kelik, pihaknya melakukan penguatan terhadap karakter lokal yang memang sangat penting untuk ditampilkan pada PLBN sebagai gerbang Negara.

"Kami akan mengadopsi model rumah betang sebagai identitas arsitektur tradisional khas Kalbar,” terang Bambang.

Kondisi saat ini, PLBN Sungai Kelik akan dibangun berbentuk rumah betang dengan jarak 881 meter dari garis batas negara, 310 meter dari Pos Pamtas TNI. Kemudian 5,2 Km dari Kantor Desa Sungai Kelik dan 14,7 Km dari jaringan PLN terakhir. (ant)