Selasa, 15 Oktober 2019


Wujudkan Generasi Emas dengan Sepakbola

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 33
Wujudkan Generasi Emas dengan Sepakbola

TUTUP - Bupati Sintang Jarot Winarno saat menutup rangkaian kegiatan turnamen sepakbola Liga Santri Nusantara, Sub Region Wilayah Timur Kalimantan Barat di Stadion Baning Sintang, Sabtu, (5/10).

SINTANG, SP – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan olahraga sepakbola, maka badan menjadi sehat dan jiwa menjadi kuat. Sehingga manusia masa kini terutama pemuda siap menjadi Generasi Emas 2045.

“Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kalau ingin ngajinya enak, sholawatnya enak, badan kalian harus sehat. Nah ini merupakan salah satu kegiatan untuk menyehatkan badan bagi santri,” kata Jarot saat menutup rangkaian kegiatan turnamen sepakbola Liga Santri Nusantara, Sub Region Wilayah Timur Kalimantan Barat di Stadion Baning Sintang, Sabtu, (5/10) kemarin.

Jarot berharap dengan jiwa yang sehat dan kuat akan menjadikan pemuda yang sehat dan siap sebagai Generasi Emas 2045.

“Anak santri main bola adalah bagian dari revolusi mental, sehingga InsyAllah kalian semua akan diletakkan harapan menjadi Generasi Emas 2045, yang dimana negara akan mencapai masa keemasannya, sehingga dibutuhkan manusia-manusia yang sehat badannya juga kuat jiwanya,” harapnya.

Terkait dengan generasi milenial saat ini, Jarot mengingatkan para santri untuk menggunakan teknologi secara positif.

“Survei menunjukkan bahwa anak milenial saat ini membagi waktu 20 persen untuk keluarga, 80 persennya itu untuk gadget. Usia-usia kalian ini terpaku dengan gadget, tentunya kalau teknologi dimanfaatkan hal-hal positif tidak menjadi masalah, seperti mengaji melalui teknologi HP, kan ada aplikasi Alquran di HP,” ucapnya.

Memaknai pertandingan sepakbola, Jarot mengungkapkan bahwa olahraga merupakan ungkapan rasa kegembiraan.

“Olahraga itu selain menyehatkan badan, juga menggambarkan suatu kegembiraan. Kalian semuanya bergembira. Nah untuk yang menang, selamat bergembira, yang kalah jangan kecewa,” katanya.

Jarot optimis, tahun depan akan membuat Liga Santri Nusantara yang lebih meriah lagi.

“Tadi saya omong-omong dengan pengurus PSSI, tahun depan kita akan bikin pertandingan Liga Santri Nusantara antar SMP, SMA. Jadi anak MTS dan anak Madrasah Aliyah juga bisa ikut serta, kita coba buatkan total hadiahnya Rp25 juta,” tambahnya.

Pada acara penutupan ini, hadir pula Ketua KONI Sintang, M. Chomain Wahab didampingi Wakil Ketua PSSI Kabupaten Sintang, Martin Sunarya Putra.

Sebelum menutup turnamen sepakbola, bupati menonton laga final Liga Santri Nusantara yang mempertemukan antara kesebelasan Darul Ma’arif melawan Nurul Ma’arif yang dimenangkan oleh Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang dengan skor 1-0.

Ketua Panitia Pelaksana, Anas Mas’ud mengatakan bahwa kegiatan Liga Santri Nusantara merupakan kegiatan atas dasar inisiatif para santri yang ada di Pondok Pesantren di Kabupaten Sintang,

“Jadi ini merupakan kegiatan turnamen sepakbola antar pondok pesantren dengan jumlah tim yang mengikuti kegiatan sebanyak enam tim. Empat tim dari pondok pesantren, dua tim dari Madrasah Aliyah di Sintang,” ujar Anas Mas’ud.

Anas menambahkan, kegiatan Liga Santri Nusantara ini dimulai pada 1 Oktober dan berakhir pada 5 Oktober 2019. Karena tim yang mengikuti sedikit, maka kegiatan yang dilaksanakan sangat singkat. (hms)

Rekatkan Silaturahmi

Sepakbola adalah olahraga yang populer di Indonesia. Hampir semua kalangan menyukai sepakbola. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan menyalurkan hobi, sepakbola juga menjadi ajang merekatkan tali silaturahmi antar masyarakat.

“Sepakbola membawa kegembiraan kepada banyak orang. Kalau sudah gembira muncul silahturahim,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menutup turnamen sepakbola Dedai Cup 2019 di Nanga Dedai Sintang, belum lama ini.

Saat menghadiri turnamen ini, sorak dan teriakan ibu-ibu bergaung menyambut kedatangan orang nomor satu di Sintang itu. Beliau menyempatkan diri untuk berswa-foto dengan rakyat yang sudah berjajar di sepanjang jalan masuk ke Lapangan Sepakbola Nanga Dedai.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan event ini. Ia melihat pada pertandingan ini para pemain sangat menjunjung sportivitas.

“Silakan siap-siap berlaga di Bupati Cup bulan depan ya. Kan udah juara bertahan, saya harap prestasi itu bisa dipertahankan ya,” pesannya.

Ia mengingatkan untuk ke depannya, kegiatan ini dapat semakin baik manajemen kepanitiaannya sehingga dapat terselenggara dengan lebih baik, lebih meriah.

Pertandingan final ini mempertemukan Delta Nanga Dedai Kanan melawan PSG Desa Gandis Hulu. Dimenangkan oleh Delta dengan skor 2-1. (hms)