Selasa, 21 Januari 2020


Zulkarnaen: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 90
Zulkarnaen: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat

SEMINAR REGIONAL - Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Zulkarnaen mewakili Bupati Sintang membuka kegiatan seminar regional dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, jalan Y.C. O

SINTANG, SP - Asisten bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Zulkarnaen mewakili Bupati Sintang menghadiri sekaligus membuka kegiatan seminar regional dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, jalan Y.C. Oevang Oeray Sintang, Selasa (10/12). 

Bupati Sintang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Zulkarnaen mengatakan bahwa kondisi HAM di Indonesia masih cukup banyak masalah yang harus diselesaikan.

“Seperti kasus pelanggaran masa lalu, penyelesaian konflik agraria, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, kemudian pemenuhan hak atas pendidikan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat, pemenuhan hak dasar bagi kelompok terpinggirkan serta penyandang disabilitas, kemudian kelompok minoritas,etnis dan agama,” kata Zulkarnaen. 

Sehingga katanya, dengan permasalah HAM di Indonesia maka harus punya keberanian. Keberanian yang dimaksud ialah untuk melakukan rekonsiliasi atau mencari terobosan penyelesaian melalui jalur-jalur yudisial maupun non-yudisual.

Terkait konflik agraria, masalah harus segera diselesaikan. Solusinya ialah membenahi masalah yang tumpang tindih terkait hak atas tanah dan menghentikan kriminalisasi masyarakat adat.

“Karena itu melalui seminar ini, saya berharap dapat membuka kesadaran dan menambah pengetahuan masyarakat Sintang mengenai hak. Mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas merupakan salah satu visi kami sebagai pemimpin Sintang saat ini, selain juga ingin mewujudkan masyarakat yang sehat, maju, religius dan sejahtera,” pesannya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Rhosul Taufik mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait permasalahan apa itu HAM kepada para peserta seminar yang mana pesertanya adalah mahasiswa.

“Dalam kegiatan seminar regional memperingati Hari HAM Sedunia ini, kami mengangkat tema Pro Bono dan Pro Deo untuk menjamin Hak Asasi Manusia bagi masyarakat kurang mampu dengan harapan para peserta memahami bagaimana untuk menjamin kelangsungan HAM bagi masyarakat kurang mampu,” kata Taufik.

Dijelaskan Taufik, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Ormas di Kabupaten Sintang, 

“Kita bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Kapuas, kemudian STAIMA Sintang, juga kita kerjasama dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Sintang serta Lembaga Bantuan Hukum Cempaka ICMI Sintang,” tambahnya. (hms)