Rabu, 13 November 2019


Jatuh Bangun Bupati Jarot

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 299
Jatuh Bangun Bupati Jarot

PEDALAMAN SINTANG - Bupati Jarot yang kala itu masih menjadi dokter (baju kuning kacamata) bertemu dengan warga pedalaman Kabupaten Sintang. (foto :@ifan andika)

Video aktifitas Bupati Sintang, Jarot Winarno di wilayah pedalaman sempat viral di masyarakat Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu. Bagaimana tidak  seorang bupati harus mengendarai motor sendiri dan terjatuh beberapa kali, karena melintasi ruas jalan yang masih dalam kondisi rusak. Begitulah kondisi riil wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang dipimpinnya sejak 2016 yang lalu.  

Sehingga wajar, jika Bupati yang diusung oleh Nasdem dan beberapa partai lain dalam Pilkada lalu tersebut, bertekad membangun infrastruktur mulai dari wilayah pinggiran. Ia berharap, seusai kepemimpinannya kelak tak ada lagi desa yang belum memiliki akses jalan darat. Membangun dari pinggiran saat ini terus ia galakkan untuk mewujudkan visi misinya tersebut.  

Video yang viral tersebut, menurut beberapa informasi diambil sekitar medio 2018 oleh seorang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Sepauk. Wilayah yang hendak dijangkau memang sulit diakses menggunakan kendaraan dinas roda empat, dan hanya bisa dijangkau menggunakan sepeda motor.   

"Pak Bupati ini kalau kunjungan dan melalui jalan rusak, beliau tidak mau dibonceng. Beliau lebih memilih menggunakan sepeda motor sendiri. Mungkin karena posturnya yang tinggi besar, jadi sulit kalau dibonceng," ujar beberapa orang dekat Bupati Jarot.  

Rusaknya infrastruktur Kabupaten Sintang, sejatinya bukan hal baru bagi dokter yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) lulusan tahun 1985 tersebut. Pasalnya sejak awal karirnya, sudah harus keluar masuk Kabupaten Sintang. Hampir semua wilayah pernah ia jelajahi, hingga ke wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Melawi yang juga wilayah otonomi baru pecahan Kabupaten Sintang.  

"Pedalaman Ketungau, Kayan sampai ke Melawi itu masuk wilayah kerja saya mulai tahun 1980-an. Waktu itu masih dokter PTT. Jadi bagi saya Kabupaten Sintang ini sudah menjadi rumah sendiri. Karena memang sudah sangat lama keluar masuk di sini," ujar bupati yang mendapat gelar Ph di National University Of Singapura tersebut.  

Kedekatannya dengan masyarakat Timur Kalbar itu pula yang kemudian mengantarkannya meniti karir di dunia politik. Padahal sejatinya, ia adalah seorang dokter profesional dengan jabatan sebelum terjun ke dunia politik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Ia akhirnya kembali ke Kabupaten Sintang dan menjabat Wakil Bupati Sintang Periode 2005-2010 bersama Milton Crosby.  

Di akhir jabatan politiknya sebagai Wakil Bupati, ia sempat bertekad merebut kursi KB 1 E bersama Kartiyus sebagai Calon Wakil Bupati. Namun niatnya tersebut kandas setelah  kalah tipis dari Petahana kala itu. Kekalahan itu yang membuatnya kembali berkarir sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) di Provinsi Kalimantan Barat.  

Menjelang awal 2015, banyak tokoh Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi yang ingin ia kembali turun ke kancah politik daerah, tak langsung mengaminkan, ia memilih wait and see untuk beberapa saat lamanya. Sebelum akhirnya memenuhi permintaan masyarakat tersebut dengan berbagai pertimbangan.  

"Sebenarnya masyarakat Kabupaten Melawi lebih dahulu meminta saya untuk menjadi Calon Bupati Melawi, jauh hari sebelum gelaran Pilkada saja banyak masyarakat yang dengan sukarela memasang baliho saya. Tapi kita wait and see dulu lah, karena politik ini perlu pertimbangan panjang, apalagi saya sendiri sampai sekarang masih ASN. Sekarang ASN harus mundur kalau mencalonkan diri sebagai di jabatan politik," ujarnya kala itu.  

Usaha dan hasil memang selalu berjalan seiring. Pria kelahiran 22 Januari 1960 ini akhirnya terpilih sebagai Bupati Sintang untuk periode 2016-2021. Ia akhirnya berhasil menduduki jabatan yang pernah berusaha direbutnya pada lima tahun sebelumnya. Tahun ini, menjadi tahun ketiga baginya memimpin kabupaten yang digadang menjadi Ibukota Provinsi Kapuas Raya.  

Selama lima tahun hingga 2021, ia dituntut untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur jalan yang menjadi pekerjaan rumah Pemkab Sintang selama ini. Bukan hanya infrastruktur jalan, namun juga infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan dan air bersih yang menjadi kunci utama.   

Terlebih Sintang sedang gencar mempersiapkan diri menyongsong Kapuas Raya yang sudah ditunggu hampir 20 tahun terakhir, pekerjaan berat menunggu di saat usia sang pemegang tampuk kekuasaan tak muda lagi.  

Bagi masyarakat Kabupaten Sintang, ia kini sudah menjadi pimpinan, ayah dan pengayom semua orang. Mimpi besar masyarakat Sintang bergantung padanya. Mimpi besar Sintang menjadi wilayah yang lebih maju ke depannya.  

Selamat Ulang Tahun dr. Jarot Winarno, M. Med, Ph, Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan usia yang bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Sintang. Semoga kesehatan dan kesuksesan menyertai perjalanan dalam mengemban amanah pimpinan tertinggi Kabupaten Sintang. (sbs/mul)