Daud Yordan Targetkan Menang KO Lawan Cristian Rafael Coria

Sport

Editor sutan Dibaca : 933

Daud Yordan Targetkan Menang KO Lawan Cristian Rafael Coria
Petinju Indonesia Daud Yordan (kanan) bersama pelatihnya Craig Christian melakukan sesi latihan jelang pertandingan melawan petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Jakarta, Selasa (17/5). Daud Yordan menargetkan dapat meraih kemenangan KO dalam pertand
Uruguay, SP - Petinju terbaik Indonesia, Daud Yordan siap meraih gelar juara dunia Tinju Wolrd Boxing Assiciation (WBA). Untuk mewujudkan tekad tersebut, Daud harus terlebih dahulu meraih kemenangan saat bertarung melawan petinju Argentina, Cristian Rafael Coria di Radisson Victoria Plaza, Montevideo, Uruguay, Sabtu (4/6).

Pertarungan yang bertajuk Battle in Uruguay ini, akan memperebutkan sabuk juara Tinju Kelas Ringan WBA. Berbagai persiapan telah dilakukan Cino, julukannya. Seperti latihan intensif tiga bulan lamanya di Bali, bersama sang pelatih Craig Cristian.
  “Kamis (2/5) merupakan terakhir saya berlatih.

Sedangkan kemarin, Jumat (3/6) sudah timbang badan. Saya siap meraih kemenangan, dan mewujudkan impian menjadi juara dunia,” ujar Daud saat dihubungi Suara Pemred, via chat di media sosial, Facebook, Jumat (3/6).
  Daud akan melawan Coria, Sabtu (4/6) sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB.  

Menurut petinju dengan rekor bertarung 38 kali, 35 menang, 24 di antaranya dengan KO, dan tiga kali kalah, kondisi fisiknya sangat prima. Selama di Montevideo, sejak 20 Mei 2016, Daud berlatih ringan. Ia bahkan sempat sparring partner dengan petinju Uruguay, yaitu Sebastian Milla dan Santa De La Cruz.

Petinju kelahiran Ketapang, 10 Juni 1987 ini, menargetkan bisa memukul KO petinju Argentina tersebut. Setidaknya di bawah ronde ke-12. “Harus menang, KO adalah bonus yang saya dapatkan,” tuturnya.

Pertarungan Daud melawan Coria, merupakan pertarungan lintas badan tinju dunia, karena petinju asal Sasana Kayong Utara, Kalbat ini, memegang predikat juara Tinju Kelas Ringan WBO Asia, Pasifik, dan Afrika.

Sementara lawannya, Coria yang dijuluki El Zorro merupakan petinju terbaik Amerika Selatan di badan Tinju WBA, yaitu Juara Kelas Ringan WBA. Ia memiliki kemampuan dan kecepatan yang hampir sama dengan Daud.  
  Ia memiliki rekor bertarung 24 kali menang, sembilan di antaranya dengan KO, kalah empat kali dan seri dua kali. Coria saat ini berusia 33 tahun, kelahiran 2 September 1982  

Menurut promotor Daud, Raja Sapta Oktohari, pertarungan pertama Dadu di WBA, merupakan langkah awal meningkatkan prestasi. Badan Tinju WBA, memiliki perencanaan jalur tercepat Daud meraih gelar juara dunia.   "Kami mendapatkan tawaran menarik dari WBA. Tinju ini kan bisnis, jadi semua tergantung pendekatannya," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Chef de Mission Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro 2016.

Okto tak memungkiri, kepindahan Daud kali ini memaksa untuk menanggalkan gelar juara WBO yang diraih sebelumnya. Namun, ke depan tidak tertutup kemungkinan Cino akan kembali.

"Ke depan siapa yang tahu. Kalau WBO memberikan tawaran menarik bisa saja. Yang penting kita kejar yang terbaik bagi Daud," paparnya.

Bersama pelatihnya, Craig Christian, Daud banyak menempa diri termasuk soal pukulan dan meneruskan program latihan dari Craig selama di Bali. Craig mengakui latihan di Bali sudah mengubah gaya bertarung sang petinju. Daud kini lebih cepat, dan fisiknya semakin bagus.
 

"Coria sama seperti kebanyakan petinju Amerika Latin, dia konsisten dengan pukulannya. Oleh karena itu, Daud harus mendominasi setiap rondenya,” kata Craig.
Selain memperebutkan sabuk juara, ajang ini yang digelar dengan titel Tribute to Gilberto Mendoza, yaitu untuk menghormati peran besar mantan presiden WBA tersebut terhadap perkembangan tinju di Indonesia.
 

Dukungan untuk Daud di Uruguay, disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay, Jonny Sinaga. Ia mengaku akan hadir dan mendukung langsung Daud.   Dubes Jonny diundang langsung oleh Presiden Komisi Tinju Amatir dan Profesional Uruguay, Sergio Ramos, yang berkunjung ke KBRI Buenos Aires, Argentina.  

"KBRI Buenos Aires selalu mendukung setiap inisiatif dan kegiatan yang dapat mendorong peningkatan hubungan antara Indonesia dengan negara akreditasi Argentina, Uruguay, dan Paraguay," kata Jonny.  

Dubes juga menyampaikan bahwa tinju merupakan olahraga favorit kedua masyarakat Uruguay setelah sepak bola.   Dukungan juga datang dari mantan Juara Dunia Kelas Bulu (57,1 Kg) WBA, Chris John. The Dragon yakin Juara Kelas Ringan (61,2 Kg) WBO Asia, Pasifik dan Afrika ini, mampu mengatasi perlawanan Coria.  

"Saya yakin gaya tersebut yang disukai oleh Daud Yordan, jual beli pukulan," kata Chris John, yang menang melawan Daud Yordan pada pertarungan perebutan gelar kelas bulu WBA di Jakarta pada 17 April 2011.

Daud Yordan sendiri menargetkan menang KO dan menyelesaikan pertandingan kurang dari 12 ronde saat melawan Coria. (mul/ant/okz/sut)