Kamis, 21 November 2019


KONI Kalbar Terapkan Sisdaori

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 604
KONI Kalbar Terapkan Sisdaori

PELATIHAN – Pengurus KONI Kabupaten/Kota se-Kalbar, mengikuti pelatihan Sistem Informasi Database Olahraga (Sisdaori), yang diselenggarakan oleh KONI Kalbar, Senin (11/12).

Kembangkan Database Atlet Sebagai Bahan Acuan Pimbinaan


H Fachrudin D Siregar, Ketum KONI Kalbar

“Data atlet yang update secara online sangat penting. Data yang akurat, akan jadi acuan dalam kebijakan pembinaan atlet. Saya berharap, semua KONI Kabupaten/Kota bisa menerapkannya"

SP - Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, H Fachrudin D Siregar meminta seluruh KONI di Kabupaten/Kota se-Kalbar bisa menerapkan Sistem informasi Database Olahraga (Sisdaori). Penerapan ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan perkembangan atlet yang tersebar di berbagai daerah.

Permintaan ini disampaikan oleh H Fachrudin, saat membuka pelatihan Sisdaori yang diselenggarakan oleh Bidang Pengumpulan dan Pengelolaan Data KONI Kalbar, yang berlangsung di ruang rapat KONI Kalbar, komplek Stadion Sultan Syarif Abdurrahman(SSA), Senin (11/12).

“Data atlet yang update secara online sangat penting. Data yang akurat, akan jadi acuan dalam kebijakan pembinaan atlet. Saya berharap, semua KONI Kabupaten/Kota bisa menerapkannya,” ujar H Fachrudin.

Dengan adanya pelatihan Sisdaori, maka semua KONI Kabupaten/Kota bisa memahami dan mengerti tata cara membuat dan memanfaatkannya. Selain sebagai tempat menyatukan database atlet dan pelatih Cabor, melalui Sisdaori, maka akan terlihat pola-pola pengembangan atlet yang dilakukan.

Lewat Sisdaori, papar pria yang dua periode menjabat sebagai Ketua KONI Kota Pontianak ini, tidak akan ada kisruh terkait perebutan atlet menjelang kejuaraan-kejuaraan multi event.

“Dalam Sisdaori, maka akan terlihat perpindahan atlet, misalnya menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) atau bahkan Pekan Olahraga Nasional (PON),” katanya. 

Selain itu, Sisdaori juga bermanfaat bagi Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Pembinaan Prestasi (Binpres), terutama dalam memantau atlet-atlet yang sudah meraih prestasi, terutama di tingkat nasional.

“Sisdaori adalah terobosan baru KONI Kalbar. Diharapkan, dengan adanya Sisdaori, maka memacu semua bidang dan pelaku olahraga di Kalbar, untuk terus meningkatkan kinerja,” papar H Fachrudin.

Kepala Bidang Pengumpulan dan Pengelolaan Data KONI Kalbar, Hermawan Sulaiman menjelaskan, cara penataan dan penggunaan Sisdaori yang diterapkan oleh KONI Kalbar adalah berbasis data dan fakta-fakta. Penyajiannya dilakukan dengan meng-update semua data dan fakta atlet Cabor.

“Berisikan biodata, prestasi, dan berbagai hal tentang atlet Cabor. Program ini akan mendata semua atlet, pelaku, dan tenaga olahragawan yang ada di Kalbar,” kata Hermawan. 

Data ini, ujar Hermawan akan tersinkronisasi ke KONI Pusat, yang secara langsung juga akan melihat perkembangan atlet-atlet daerah yang berpresatasi di nasional. Selain itu, nantinya data tersebut dapat memberikan sinergi antara KONI Pusat dan KONI Provinsi untuk dapat  memberikan data yang valid apabila dibutuhkan. 

“Kita bisa gunakan untuk perencanaan program kegiataan ataupun dalam menyusun kebijakan pembinaan olahraga prestasi,” paparnya.

Dijelaskannya, adapun data yang diminta oleh KONI Kalbar adalah data atlet, Cabor, wasit, pelatih, dan sarana prasarana yang mendukung pembinaan olahraga prestasi. Diharapkan, dengan adanya data tersebut dapat memberikan timbal balik yang dapat dirasakan oleh KONI Kabupaten/Kota.

“Tentu feedback-nya adalah KONI Kalbar, punya data yang sama dengan daerah, sehingga kita tidak akan mengalami kekeliruan saat menyusun perencanaan.

Misalnya wasit akan mengadakan penataran. Jadi kita punya data di KONI Kabupaten/Kota terkait wasit yang bersertifikat tertentu dan tidak akan keliru,” terang Hermasan.

Tujuan pendataan tersebut tidak lain adalah untuk membangun olahraga yang berbasis data. Apalagi saat ini secara fakta data di lapangan dianggap sangat minim, yang akan membuat pihaknya sangat kesulitan untuk mendeteksi atlet-atlet yang berprestasi.

“Jadi di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2005, yang berkaitan dengan pasal 12 ayat 1, pemerintah harus menetapkan standarisasi, sama halnya di dalam dunia olahraga. Dari form data ini yang harus kita penuhi,” ujarnya.

Selain itu, dengan data tersebut akan menjawab semua perkembangan olahraga yang ada. Dengan data itu juga nantinya akan menjawab kepentingan perkembangan olahraga. 

"Kemudian KONI Kalbar bisa memanfaatkan sistem berbasis data. Kita sudah ketinggalan dalam memenfaatkan ITE, misalnya kita cari jumlah atlet yang berprestasi tinggal klik kemudian cari saja,” bebernya.

Apresiasi Terobosan Terbaik

Ketua Koni Kabupaten Sintang, Ade M Siswadi mengapresiasi kinerja kepengurusan KONI Kalbar 2017-2021. Kepengurusan yang baru saja dilantik oleh Ketum KONI Pusat pada 3 November 2017, telah melakukan berbagai terobosan.

“Kinerja KONI Kalbar di bawah kepemimpinan H Fachrudin luar biasa. Mereka benar-benar kejar tayang, terutama dalam pembinaan ke KONI Kabupaten/Kota dan atlet Cabor,” ujar Ade.

Pria yang juga menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang ini mengakui, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki KONI Kalbar sangat profesional. Kepengurusan KONI Kalbar, menunjukkan sinergitas antara praktisi dan akedemisi, yang sangat baik.

“Dengan personel dan kinerja semua pengurus KONI Kalbar, kita semakin termotivasi. KONI Kalbar sendiri terus berkoordinasi dan supervisi ke semua KONI Kabupaten/Kota di Kalbar,” paparnya.

Ami, panggilan akrab pria ini mengatakan, dengan adanya pelatihan dan penerapan Sisdaori, maka semakin mempermudahkan pembinaan atlet. Ia pun akan segera mengintruksikan pengurus KONI dan Pengcab Cabor di Kabupaten Sintang, bisa menerapkannya.  

“Dengan adanya Sisdaori ini, kami berharap atlet dari Sintang bisa terpantau, terutama yang punya bakat dan prestasi,” tuturnya.

Sekretaris KONI Kalbar, Suhadi Suwondo mengungkapkan, dengan pendataan atlet tersebut, bisa memberikan langkah awal lagi untuk KONI Kalbar dalam menyusun program kerja 2018.

Menurutnya, data tersebut tidak hanya dikomsumsi oleh KONI dan Cabor di daerah, namun juga menjadi komsumsi tingkat nasional terutama dalam membackup menjelang Asean Games. 

“Yang harus kita catat, Kalbar merupakan daerah yang memiliki peluang masukan dan meloloskan atlet ke level nasional,” kata Suhadi SW.

KONI Kalba, lanjut Suhadi, memang sudah memiliki data Cabor dan atlet, namun data tersebut belum valid, lantaran tidak semua Cabor yang menyerahkan data atletnya. Dengan ada data yang valid dan lengkap, maka akan mudah menentukan klasifikasi Cabor unggulan dan harapan.

“Proyeksinya untuk PON remaja dan PON 2020, termasuk beberapa Kejurnas Cabor lainnya,” pungkas Suhadi. (mul/pul)