Presiden Astaf Akan Berikan Sangsi Berat untuk Wasit Nakal

Sport

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 367

Presiden Astaf Akan Berikan Sangsi Berat untuk Wasit Nakal
FOTO BERSAMA - President Astaf, Datok Abdul Halim Bin Kader berfoto bersama dengan Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Erik Tohir. (Ist)
SP - Sepak Takraw, jadi salah satu Cabor yang dipertandingkan pada Asian Games (AG) XVIII Jakarta-Palembang. Cabor asli bangsa-bangsa Melayu ini sendiri sudah melaksanakan uji pertandingan (test event).

Tidak kurang 10 negara tampil pada ajang yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatra Selatan, 28 November-2 Desember 2018. Negara-negara tersebut di antaranya Singapura, Malaysia, Iran, Korea, China, Jepang, dan Indonesia.

Salah satu hasil dari test event tersebut adalah memastikan pertandingan-pertandingan Sepak Takraw berjalan fair dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Presiden Asian Sepak Takraw Federation (Astaf) Datok Abdul Halim.

"Kita tegaskan, bahwa pertandingan Sepak Takraw di AG 2018 berjalan tertib, lancar, dan fair. Jangan terulang lagi kejadian yang merugikan salah satu negara peserta,” ujar Datok Halim.

Oleh karenanya, Datok Halim menegaskan, pihaknya akan menurunkan wasit-wasit terbaik yang berlinsensi Astaf dan International Sepak Takraw Federation (Istaf). Wasit-wasit tersebut 35 di antaranya berasal dari Indonesia.

“AG 2018 Cabor Sepak Takraw akan dipimpin wasit-wasit dengan keterampilan terbaik. Mereka tercatat sudah sangat cakap, jujur, dan amanah,” paparnya.

Astaf sendiri, lanjut Datok Halim, terus berkomunikasi dengan The Olympic Council of Asia (OCA) dan Asian Games Organizing Committee (INASGOC), sebagai pemantau dan pelaksana AG 2018. Diharapkan, dengan adanya kerja sama semua pihak, maka pertandingan Sepak Takraw bisa berjalan lancar.

“Saya pastikan, akan memberi sanksi berat kepada wasit yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Semua keputusn wasit di lapangan, harus berdasarkan peraturan yang telah disepakati melalui Istaf,” kata Datok Halim. 

Untuk mengawasi dengan ketat para wasit yang bertugas, Astaf juga akan membentuk tim pemantau kinerja wasit. Tim ini berisikan para wasit senior Astaf dan Istaf, yang telah berdedikasi selama 15 tahun. Tim juga berisikan para profesional, akademisi, dan pemerintahan. Tim ini akan bekerjasama dengan majelis disiplin wasit.

Salah seorang yang akan memimpin pertandingan Sepak Takraw di AG 2018 adalah Ahmad Jamalong. Pria yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Pontianak ini, adalah wasit senior di Astaf dan Istaf.

Pengalamannya sudah sangat banyak, terutama dalam memimpin pertandingan kejuaraan internasional. Ia pun mengaku siap bertugas di kejuaraan multi Cabor terbesar di Benua Asia tersebut.

“Saya dipastikan memimpin partai-partai besar, salah satunya adalah babak final. Saya siap untuk itu, dan akan tampil semaksimal mungkin,” kata Jamalong. 

Pria yang juga tergabung sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar ini berharap dukungan seluruh masyarakat Kalbar, agar bisa melaksanakan tugas sebagai pengadil di arena AG 2018.

“Saya membawa nama Kalbar di pentas internasional. Persiapan terbaik adalah menjaga fitalitas tubuh, serta terus memperbaharui pengetahuan mengenai tata aturan yang diterapkan oleh Astaf dan Istaf,” tuturnya. (nak/pul)