Fachrudin Apresiasi Prestasi Lilis, Angkat Berat Andalan Kalbar di PON XX Papua

Sport

Editor elgiants Dibaca : 73

Fachrudin Apresiasi Prestasi Lilis, Angkat Berat Andalan Kalbar di PON XX Papua
KETUM Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, H Fachrudin D Siregar mengapresiasi dan berbangga atas raihan Lilis Suryaningsih. Lifter Putri Kebanggaan Kalbatr yang berhasil menyabet Medali Emas untuk Indonesia pada Kejuaraan Angkat Berat tingka
KETUM Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, H Fachrudin D Siregar mengapresiasi dan berbangga atas raihan Lilis Suryaningsih. Lifter Putri Kebanggaan Kalbatr yang berhasil menyabet Medali Emas untuk Indonesia pada Kejuaraan Angkat Berat tingkat Asia di Hongkong, Senin (22/4).

Menurut H Fachrudin, prestasi ini tentunya membuat atlet Indonesia, khususnya Kalbar, semakin diperhitungkan di tingkat nasional, internasional, dan dunia. Ia pun berharap, dengan keberhasilan Lilis ini, bisa memotivasi atlet-atlet terbaik Kalbar lainnya.

"Tentunya ini prestasi yang luar biasa. Atlet Kalbar bisa meraih medali emas di kejuaraan inetrnasional, bahkan bisa memecahkan rekor tingkat Asia," ujar H Fachrudin, kepada Suara Pemred, Rabu (24/4).

Dengan prestasinya, lanjut Ketum KONI Kalbar, Lilis Suryaningsih tentunya layak mendapatkan pengharagaan, terutama bonus penampilan, karena prestasinya di level internasional. Namun, karena saat ini Lilis membawa nama Indonesia atau bersama Timnas Angkat Berat Indonesia, maka bonus dan apresiasi tersebut diberikan oleh Negara.

"Kalau di tingkat daerah atau Kalbar, misalnya Pra PON dan PON, tentunya Pemprov, melalui Disporapar dan KONI Kalbar. Kita fokus pada PON. Karena Lilis main di Kejuaraan Asia, ranahnya PB PABBSI," katanya.

KONI Kalbar, sebagai mitra Pemprob Kalbar, lanjut H Fachrudin, dengan keterbatasan, domainnya memang ada pada persiapan Pra PON dan PON. Sementara di luar itu, dikhawatirkanya bakal menimbulkan persoalan lainnya, terutama terkait penggunaan anggaran untuk atlet.

"Kita kan diawasi terus. Setiap mengambil kebijakan, harus jelas laporanya. Bukan lagi setiap tahun, tapi setiap tiga bulan kita wajib membuat laporan," papar H Fachrudin.

Kendati demikian, sebagai induk organisasi olahraga di daerah, KONI Kalbar tetap berupaya memikirkan bagaimana agar, antara atlet dan KONI bisa terjalin sinergis, terutama terkait bonus prestasi atlet yang meraih hasil terbaik.

"Kita coba pikirkan, misalnya dari pihak sponsorship melalui stakeholder lainnya. Kita tidak akan menutup mata, bahkan saat akan berangkat, kita tetap memberikan uang saku," tambahnya.

Dengan peningkatan prestasi Lilis di berbagai kejuaraan, semakin mengukuhkan bahwa Angkat Berat menjadi salah satu Cabor yang diandalkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2020.

Namun, dengan merendah, Ketua Pengprov PABBSI Kalbar, Ahmadin Umar mengaku belum berani menargetkan Medali Emas dari Lilis Suryaningsih pada perhelatan PON ke-20 Papua pada 2020. Menurutnya, persaingan di tingkat nasional cukup berat, butuh dukungan serius berbagai pihak, terutama KONI Kalbar, untuk merealisasikan hal tersebut.

"Kalau Angkat Berat menjadi Cabor unggulan, mestinya ada prioritas. Namun, saat ini masih sama saja dengan Cabor lain yang belum menunjukkan prestasi," ujarnya.

Ia optimis ke depan, apabila ada kebijakan baru dari KONI terutama untuk peningkatan latihan penunjang atlet, maka prestasi akan lebih bagus lagi. Ahmadin mengakui, saingan Lilis di tingkat nasional, ada dari Jawa Barat dan Lampung. 

"Jadi kalau tidak kita kondisikan dari sekarang, akan sulit. Kita perlu persiapan panjang dan matang, karena beberapa daerah sudah melakukan pemusatan latihan," kata Ahmadin.

Dia mengatakan, secara nasional tolak ukur pada event terakhir rekor memang masih dipegang oleh Lilis, disusul dari Jawa Barat dan Sumatera Barat. Ia khawatir jika pembinaan para pesaing lebih bagus, otomatis Lilis akan terlewati.

"Makanya untuk Angkatan Squat, Lilis harus 200 Kg, Dead Lift minimal 196 Kg. Ini baru aman. Kita pastinya akan terus genjot kemampuan Lilis," ujarnya. (mul)