KONI Kota Pontianak Fokus Regenerasi Atlet

Sport

Editor elgiants Dibaca : 92

KONI Kota Pontianak Fokus Regenerasi Atlet
KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak, terus fokus melakukan regenerasi atlet. program gebrakan KONI Kota Pontianak, di bawah arahan Ketua Mei Purwowidodo ini, menjadi bahasan utama saat Rapat Kerja Anggota (RKA).

RKA KONI Kota Pontianak 2019, berlangsung di di Hotel Ibis, Kamis (2/4). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Mengangkat tema "Pontianak Menuju Juara Porprov XIII Tahun 2022", KONI Kota Pontianak menatap juara bersama atlet-atlet yang baru.

"Kita fokus pada program regenerasi dan membina atlet baru yang belum pernah mendapat medali pada Porprov. Untuk itu, kita siapkan sejak dini. Setiap Pengcab wajib membina dan melaporkan kondisi atlet binaannya," kata Mei.

Program ini dicanangkan ini, lanjut Mei, selain sebagai regenerasi atlet, juga melihat adanya penurunan partisipasi atlet daerah pada Porprov lalu. Sedangkan, atlet Kota Pontianak terus meningkat. 

"Artinya, kita tidak ingin stagnan dalam memproduksi atlet setiap masanya. Yang sudah juara di Proprov, harus disiapkan untuk juara di nasional," ujarnya.

Mei mengatakan program ini, tetap akan menemui banyak kendala, apalagi jika dilaksanakan secara mendadak. Namun, apabila dilaksanakan dalam rentang 4 tahun sebelum Porprov, tentu akan banyak atlet baru potensial yang bisa diandalkan.

"Khusus untuk atlet berprestasi peraih medali emas. Kita sudah serahkan ke Pengprov untuk membinanya ke jenjang lebih tinggi, yaitu di tingkat nasional ," lanjut pria ramah tersebut.

Untuk penyelenggaraan RKA, yang juga dihadiri oleh Sekum KONI Kalbar Erwin Anwar, Kadisporapar Pontianak, Sy Saleh, dan para Ketua Pengkot Cabor, Mei mengakui juga membahas kesiapan Kota Pontianak untuk mempertahankan gelar juara umum, pada Porprov XIII 2022.

"Kita jelaskan rencana untuk Porpov XIII 2022. Semua program tersebut kita sampaikan ke seluruh Pengcab yang tergabung di KONI Kota Pontianak. Sehingga agenda utama adalah membahas kesiapan prestasi di Porprov 2022," papar Mei.

Salah satu programnya adalah menerapkan kebijakan pemberian insentif bagi parapelatih. Hal ini menjadi bagian upaya meningkatkan prestasi atlet Pontianak untuk melaju dan bertaraf nasional. Mei menyakini, taraf prestasi atlet Kota Pontianak, tidak lagi terfokus pada daerah, namun sudah harus ke nasional.

Diharapkan, dengan adanya kebijakan tersebut, para pelatih yang menerima insentif terus fokus pada kewajibannya. Mei mengatakan, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu laporan berkala tentang atlet binaanya.

"Insentif yang kita berikan setahun yakni Rp2,4 Juta. Syaratnya dia harus menunjukan atlet binaanya. Kalau tidak kita anggap vakum," ungkapnya.

Insentif ini memang diberikan sebagai bentuk penghargaan untukpelatih, terutama yang berhasil berprestasi. Kebijakan ini, memang belum ada, dan  baru saat ini akan coba diterapkan. (mul)