Mantan Danpaspampres Mencalonkan Diri jadi Ketum KONI Pusat Periode 2019-2023

Sport

Editor Admin Dibaca : 10289

Mantan Danpaspampres Mencalonkan Diri jadi Ketum KONI Pusat Periode 2019-2023
Mantan Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Danpaspamres) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen (Purn) Marciano Norman, resmi mencalonkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2
JAKARTA, SP - Mantan Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Danpaspamres) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen (Purn) Marciano Norman, resmi mencalonkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023.

Apabila terpilih, ia akan menggantikan Tono Suratman. Marciano akan turut berkompetisi memperebutkan posisi Ketum KONI Pusat dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI 2019, Juli mendatang.

Tono Suratman sendiri sudah tidak bisa mencalonkan diri, karena sudah menjabat dua periode. Marciano maju, karena mengaku sudah mendapat surat dukungan separuh lebih dari pemilik suara.Adapun syarat minimal menjadi bakal calon harus didukung oleh 10 KONI Daerah dan 21 dari Cabang Olahraga (Cabor).

Total pemilik suara sendiri adalah adalah 34 KONI Daerah dan 67 Cabor.Selain Marciano, yang sudah menyatakan deklarasi adalah Mudai Madang. Selain itu juga bermunculan beberapa kandidat lainnya.Seperti dilansir liputan6.com, mantan Kepala Badan Intelejen Negara (Kabin) tersebut, mendeklarasikan diri menjadi bakal calon Ketum KONI pada Senin (10/6/2019), di Hotel Borobudur Jakarta.

"Dengan dukungan dan dorongan rekan-rekan sekalian. Insya Allah jika Tuhan mengizinkan dan melancarkan saya akan ikut dalam kompetisi calon ketum  KONI 2019-2023," ujarnya.Andai terpilih,

Marciano menjanjikan sejumlah terobosan. Dia akan mempererat kerjasama dengan semua cabang olahraga dan KONI Daerah. Marciano juga akan melanjutkan program sebelumnya yang dianggap sudah bagus.Dalam paparannya, di depan perwakilan cabor dan Konida, Marciano mengatakan butuh kerjasama yang baik antara kementrian Olahraga, KONI, KOI dan Cabor.

"Salah satu prioritas adalah bersama Kementrian Olahraga, KONI, KOI dan cabor mengantarkan Indonesia sebagai salah satu spirit nation yang selalu mengukir prestasi dunia," ucapnya.

"Jika Tuhan berkehendak dan merestui saya jadi Ketum KONI Pusat, saya akan datangi ke Cabor-cabor untuk membahas apa yang telah kita kerjakan dan perlu dukungan dari KONI Pusat dalam membina olahraga yang selalu menjunjung tinggi sportivitas di atas segala galanya. karenanya dengan latar belakang seperti itu Insya Allah bisa membawa olahraga indonesia menuju era terbaik," jelas Norman Marciano.

Di tingkat pembinaaan, Marciano Norman juga tetap memperhatikan standarisasi pembinaan harus menjadi prioritas.

"Jangan kita ulangi kesalahan lalu, mohon maaf, saat PON di Kaltim, kita mengeluarkan dana besar, usai PON, sarana dan prasarana terbengkalai, tempat olahraga berkuda saat ini jadi pasar. Mari kita tidak ulangi kesalahan yang sama," katanya.

Pembangunan sarana dan prasarana yang dibangun diakui Marciano Norman harus bersifat internasional tempatnya. Yang cocok adalah di kampus kampus, misalkan Universitas Indonesia (UI), dengan sarana olahraganya ditingkatkan untuk kejuaraan internasional.

"Jangan mau melaksanakan kegiatan olahraga multi event seperti Asian Games 2018, kita bekerja keras membangun sarana dan prasarananya, banyak sarana itu yang tidak terpelihara dengan baik, ini baru masuk tahun pertama, apabila ini diteruskan nantinya akan mangkrak, oleh karena bagaimana caranya nanti kita membangun sinergitas untuk kepentingan olahraga indonesia," urainya. (lip/mul)