Selasa, 17 September 2019


Tour d’Indonesia Selevel Le Tour de Langkawi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 77
Tour d’Indonesia Selevel Le Tour de Langkawi

Ketum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, saat launching Tour d’Indonesua di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

PENGURUS Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), untuk kali kedua secara beruntun kembali menggulirkan Tour d’Indonesia. Pada 2019, PB ISSI menggandeng BRI sebagai sponsor utama. Tour d'Indonesia akan berlangsung pada 19-23 Agustus 2019.  

Dengan berlangsung dalam dua tahun beruntun, setelah tujuh tahun vakum, PB ISSI menargetkan Tour d’Indonesia naik level, setidaknya setara dengan Le Tour de Langkawi di Malaysia.  

“Tour d'Indonesia saat ini masih level 2.1 UCI. Target kami bisa setara dengan Tour de Langkawi, 2.0 HC (Hors Class)," kata Ketum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, saat launching Tour d’Indonesia di Jakarta, Selasa (6/8/2019).
 

Le Tour de Langkawi merupakan salah satu balapan level tertinggi di Asia. PB ISSI pun bertekad menjad Tour d'Indonesia setara dengan kejuaraan internasional di Malaysia tersebut. Kendati demikian, Okto mengakui untuk berada di level tertinggi tidak mudah.  

"Tour d’Indonesia saat ini menjadi kejuaraan balap sepeda tertinggi di Indonesia. Rencananya tahun ini, kami sudah menggunakan helikopter, itu juga untuk naik level, sebagai syaratnya," ucap Okto.  

Tour d'Indonesia 2019 diawali di Candi Borobudur, Jawa Tengah dan finis di Gianyar, Bali. Nantinya, akan ada lima stage saat balapan berlangsung pada 19-23 Agustus.
 

Kali ini, stage tanjakannya akan lebih banyak. Di setiap stage ada tanjakan, dan yang paling tinggi di Ijen, stage keempat. Pesertanya pun luar biasa, 4 dari lima tim besar di Asia turut serta pada event ini.
 

Selain Tour d'Indonesia, balapan di Indonesia berjalan dengan rutin. Hanya saja levelnya baru 2.2 UCI. Misalnya Tour de Singkarak dan Tour de Ijen Banyuwangi. Sebelumnya juga ada Tour de Flores.  

Penyelenggaraan Tour d”Indonesia mendapat apresiasi dari Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto. Apresiasi tersebut disampaikan saat bersama Ketum PB ISSI Raja Sapta Oktohari dan Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Sis Apik Wijayanto menghadiri launching Bank BRI Tour d'Indonesia 2019.
 

"Pemerintah sangat senang dengan digelarnya event ini. Ini akan berdampak pada pariwisata di Indonesia. Karena itu, kami akan berkirim surat kepada kadispora kota dan kadispora provinsi terutama daerah-daerah yang dilewatinya untuk membantu suksesnya acara ini," ujarnya.
 
Ajang ini, tambah Gatot, menjadi kesempatan bagi para pembalap Indonesia untuk memperbanyak jam terbang. Makin banyak event yang diikuti maka akan semakin bagus bagi pembalap untuk berkompetisi tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
 

“Karena kalau hanya sekedar latihan tidak ada kompetisi dengan pihak luar maka akan sia-sia juga," kata Gatot.  

Tour d'Indonesia yang masuk dalam gelaran kategori 2.1 UCI akan menghadirkan 20 tim dari 26 negara dengan pelaksanaan pada 19-23 Agustus 2019. Dimulai dari titik start Candi Borobudur, para pembalap akan bersepeda sejauh 825,2 km dan finis di etape terakhir di Batur Unesco Global Geopark, Bangli, Bali.  

Balapan terbagi dalam 5 etape yakni Etape 1 (Yogyakarta-Madiun), Etape 2 (Madiun-Batu), Etape 3 (Batu-Jember), Etape 4 (Jember-Banyuwangi), dan Etape 5 (Gilimanuk-Gianyar, Bali). Tour d'Indonesia kembali di gelar setelah tujuh tahun vakum. Tahun ini Tour d'Indonesia 2019 dengan tagline 'Race The Elements'.  

Di beri tagline Race The Elements, karena banyak elemen-elemen penting yang ada di Indonesia  ini, mulai dari situs yang sudah dikenal dunia yaitu situs Borobudur sampai Batur Unesco Global Geopark, Bangli, di Bali. (mul/spo)