Kamis, 19 September 2019


Ketum KONI : Daud Teladan Atlet Kalbar

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 169
Ketum KONI : Daud Teladan Atlet Kalbar

SAMBUT JUARA - Ketum KONI Kalbar, H Fachrudin D Siregar, bersama pengurus, menyambut Daud Yordan, sang juara WBC International Challenge Belt, di terminal kedatangan Bandara Supadio Pontianak, Jumat (9/8/2019).

*Daud Siap Bina Petinju Muda 

PONTIANAK, SP -
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Ketum KONI) Kalbar, H Fachrudin D Siregar menyatakan, bahwa Daud Yordan adalah teladan terbaik bagi atlet Kalbar.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Ketum KONI, tatkala menyambut kedatangan “The Cino”, usai menuntaskan pertarungan terbarunya. Bersama, H Fachrudin menyambut Daud di terminal kedatangan Bandara Supadio Pontianak, Jumat (9/8/2019).  

“Tentunya kita tidak sekedar bangga saja, namun lebih dari itu, kita sangat mengapresiasi prestasi Daud. Ia merupakan teladan terbaik bagi atlet Kalbar dalam meraih prestasi,” kata H Fachrudin.  

Sebagai teladan, tentunya Daud, lanjut Ketum KONI, bisa memberikan motovasi kepada para atlet Kalbar, yang saat ini tengah berjuang di berbagai Pra-PON menuju PON XX Papua 2020. Semangat berlatih, berjuang, dan bertarung Daud di atas ring, harus diikuti oleh para atlet Kalbar.  

“Sportivitas, semangat berlatih, dan tidak kenal menyerah, adalah roh dalam olahraga. Untuk itu, semua atlet wajib memiliki roh tersebut, agar terus mencetak prestasi terbaik,” paparnya.  

KONI Kalbar, ujar H Fachrudin, selalu mendampingi, membina, dan mengarahkan para atlet terbaik, agar bisa mengharumkan nama Kalbar di pentas nasional dan internasional. Melalui berbagai apresiasi, di antarantya intensif atlet berpretasi, kemudahan melanjutkan pendidikan, dan pengiriman ke berbagai kejuaraan nasional dan internasional.  

“Melalui Pengprov Cabor, KONI terus berkooordinasi, memantau atlet-atlet muda, yang ke depannya bisa mencetak prestasi. Pembinaan atlet sekarang orientasinya adalah prestasi, yaitu meraih medali emas di berbagai kejuaraan,” tutur H Fachrudin.  

Daud Yordan, Petinju Indonesia asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, baru saja memperbaiki rekor bertarungnya, seusai menang technical knockout (TKO) atas petinju Thailand, Aekkawee Keemane, pada pertarungan bertajuk WBC International Challenge Belt, di Pattaya, Thailand, Minggu (4/8) malam WIB.
 
Dengan kemenangan tersebut, kini Daud Yordan telah mengoleksi 43 pertarungan, 39 kemenangan, 27 di antaranya menang KO/TKO, 12 menang angka, sekali kalah KO dan tiga kali kalah angka. Rekor mentereng ini, tentu saja jadi modal Daud, untuk mewujudkan tekadnya menjadi juara dunia.  

Saat bertarung melawan Aekkawee Keemane, Daud sebagai pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan 61,2 kilogram, menang TKO pada ronde enam dari 10 ronde yang direncanakan. Putusan wasit mengakhiri duel lebih cepat karena Aekkawee Keemanee, sudah tidak bisa memberikan perlawanan kepada Daud.  

“Saat melawan Keemanee, saya tidak menemui kendala berarti. Semuanya berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, saya berhasil meraih kemenangan dengan cukup mudah,” kata petinju berusia 32 tahun tersebut.

Daud menyatakan, kunci kemenangan TKO atas lawannya adalah kombinasi pukulan yang bertubi-tubi. Akumulasi pukulan yang bertubi-tubi ini, akhirnya membuat sang lawan menyerah.  

Sepanjang kariernya, Daud telah malang melintang ke berbagai negara untuk meraih kemenangan. Ia pun hanya menderita empat kali kekalahan di sepanjang kariernya sebagai petinju profesional. Kekalahan terakhir diderita Daud Yordan, tepat saat pertarungan sebelum melawan Kaewmanee.  

Ia kalah angka saat bertarung di Manchester Arena, Inggris, melawan Anthony Crolla. Selain itu, Daud Yordan juga menyandang dua gelar, yaitu WBO Intercontinental dan WBC Asia International Challenge Belt.   Dengan gelar tersebut, Daud pun selangkah lagi bisa mewujudkan mimpinya menuju Juara Dunia.

Ia pun sangat mendambakan bisa bertarung merebut gelar juara dunia. Dan saat ini, pertarungan tersebut sedang direncanakan oleh Promotornya.  

"Saya tentu saja berharap, kalau bisa tahun menuju world tittle. Juara dunia kelas ringan, yaitu kelas Daud bertarung saat ini, masih dalam genggaman Vasiliy Lomachenko, patinju asal Ukraina. Sementara Daud ada di posisi 17 versi boxrec. Setidaknya masih ada 16 calon lawan Daud menuju juara dunia.
 

Selain Lomachenko masih ada Mikey Garcia, Richard Commey, hingga Yuriorkis Gamboa yang pernah mengalahkan Daud. Daud sendiri sudah hampir tiga bulan lebih meninggalkan kampung halamannya untuk menjalani latihan.  

Dua bulan sebelumnya Daud menjalani latihan di Madrid, Spanyol, karena untuk menghadapi pertarungan di Jerman, tetapi duel tersebut gagal karena tidak ada kesepakatan dengan promotor di sana.  

Kemudian Daud Yordan pulang ke Tanah Air dan langsung menjalani latihan di Bali di bawah asuhan pelatih Pino Bahari sampai dengan pertarungan menghadapi Aekkawee di Thailand.  

Menuju pertarungan world tittle, Daud pun diproyeksikan mengincar sabuk juara WBC World Silver pada November 2019, ia direncanakan akan bertarung di Bali. Mahkota Promotion yang jadi promotor Daud Yordan, sudah menyiapkan langkah berikutnya untuk petinju 32 tahun itu dalam mengejar titel juara dunia. (mul/ant)