Kamis, 19 September 2019


Pengprov FPTI Kalbar Cari Bibit pada Kejuaraan Kapolda Kalbar Climbing Competition 2019

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 104
Pengprov FPTI Kalbar Cari Bibit pada Kejuaraan Kapolda Kalbar Climbing Competition 2019

LATIHAN – Atlet Panjat Tebing Kalbar, berlatih menjelang kejuaraan Panjang Tebing yang bertajuk Kapolda Kalbar Climbing Competition (KKCC) 2019, akan berlangsung di Venue Sport Climbing Komplek SSA Pontianak, 27 Agustus -1 September.

PENGPROV Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalbar, terus membidik atlet-atlet muda terbaik. Salah satunya adalah dengan sarana menggelar kejuaraan di tingkat Kalbar.  

Misalnya adalah kejuaraan Panjang Tebing yang bertajuk Kapolda Kalbar Climbing Competition (KKCC) 2019. Kejuaraan yang terbuka untuk umum tersebut, akan berlangsung di Venue Sport Climbing Komplek SSA Pontianak, 27 Agustus -1 September.  

"Melalui event ini, kita terus mencari bibit-bibit Atlet Panjat Tebing muda dan terbaik di Kalbar. Dengan adanya kejuaraan, maka akan lahir lah para juara, yang bisa kita didik ke depannya," ujar Ketua Panitia, Suparman.
 

Pria yang juga menjabat sebagai Sekum Pengprov FPTI Kalbar ini menjelaskan, kejuaraan KKCC 2019 ini, terbuka untuk seluruh atlet FPTI Kalbar dan siswa pecinta alam, baik di perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah untuk berpartisipasi pada event ini.
 

“Selain itu, kejuaraan ini juga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74. Siapa saja bisa mendaftar dan berpartisipasi. Hadiahnya ada uang pembinaan dan trophy,” tuturnya.  

Adapun nomor yang akan dipertandingkan di antaranya lead perorangan putra umum, lead perorangan putri umum, lead perorangan putra Mapala, lead perorangan putri Mapala, lead perorangan putra pelajar, lead perorangan putri pelajar, lead perorangan putra pemula dan lead perorangan putri pemula.
 

“Bisa juga jadi ajang pemanasan ke beberapa kenjuaraan nasional lainnya.  Kita berharap, para Atlet Panjat Tebing Kalbar, bisa berpartisipasi pada kejuaraan ini,” kata Suparman.  

Ketua Pengprov FPTI Kalbar, Suhadi SW juga mengapresiasi adanya kejuaraan ini. Menurutnya, dengan banyak kejuaraan, maka bisa memantik semangat atlet untuk latihan.  

“Kejuaraan adalah muara latihan atlet. Dengan kejuaraan yang rutin dan terjadwal, maka bisa mengukur kemampuan atlet,” ujar Suhadi.  

Apabila Pra-PON terlaksana, lanjut Suhadi, ia pun optimis Cabor PanjatTebing bisa meloloskan atletnya pada pesta olahraga PON XX Tahun 2020 Papua.  

“Panjat Tebing pasti masuk dalam olahraga yang dipertandingkan dalam PON. Pertimbangannya bahwa, pertama Cabor panjat tebing merupakan Cabor yang dipertandingkan, baik di Olimpiade dan Asean Games,” ungkapnya.  

Kedua, menurut Suhadi, Cabor Panjat Tebing merupakan Cabor yang digemari oleh anak anak muda Indonesia. Pada Desember 2018, PP FPTI telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Bengkulu, salah satu agendanya adalah masalah persiapan menghadapi Pra-PON 2019 dan PON Ke 20 Tahun 2020 di Papua.  

“Dan hasil keputusan Munas FPTI tersebut diantaranya pembagian zona Pra-PON, antara lain, zona 1 wilayah Sumatera, Wilayah 2, Jawa Bali dan Wilayah 3, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” kata Suhadi.   "Tempatnya di Sulawesi Selatan. Jadi kemungkinan besar Cabor panjat Tebing dipertandingkan di PON," pungkasnya. (mul)