Ratusan Tenaga Kontrak dan Magang Terima Pengarahan

Bengkayang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 116

Ratusan Tenaga Kontrak dan Magang Terima Pengarahan
PENGARAHAN – Tampak ratusan tenaga kontrak dan magang di Dinas Kesehatan Bengkayang mengikuti pengarahan dan pembinaan yang diberikan di Aula Kantor Bupati, Selasa (7/8). (Ist)
BENGKAYANG, SP – Sebanyak 317 tenaga kontrak jalur tes dan 100 tenaga kontrak jalur magang mengikuti pembinaan dan pengarahan di Aula Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (7/8).

Bupati bengkayang Suryadman Gidot yang membuka acara tersebut mengatakan kepada seluruh tenaga kontrak tersebut agar bisa bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam melayani masyarakat.  Secara khusus di bidang kesehatan. 

"Saya tegaskan, seluruh tenaga kontak bisa kerja dengan profesional. Melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," kata Gidot. 

Menurut bupati, tenaga kontrak dan magang ini akan ditugaskan di seluruh Puskesmas yang ada di kecamatan di Bengkayang. "Untuk tenaga kontrak dan magang ini akan ditempatkan di setiap Puskesmas yang ada di kecamatan," ujarnya.

Selanjutnya, Gidot mengucapkan selamat kepada peserta tenaga kontrak jalur tes dan magang. "Hal terpenting dalam menjalankan tugas adalah selalu bersyukur. Bertanggung jawab dan penuh ikhlas melayani. Tetap semangat dalam berkerja," tutupnya. 

Pembinaan dan pengarahan juga didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Bengkayang, Kepala Puskesmas, dan para Camat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang, Stepanus Salikin mengatakan pihaknya telah merekrut tenaga kontrak untuk perawat dan bidan.

Perekrutan tenaga kontrak itu untuk memenuhi kekurangan kuota tenaga di rumah sakit umum daerah, Puskesmas, Poskesdes dan Polindes.

Stepanus menjelaskan, saat ini peserta calon tenaga kontrak kesehatan masih mengikuti tahapan seleksi tes. "Kembali, tenaga kontrak yang direkrut untuk memenuhi kekosongan pelayanan kesehatan hampir secara merata di 17 kecamatan di Kabupaten Bengkayang dengan prioritas daerah 3T yaitu terluar, terpencil, dan tertinggal," papar dia.

Ia menaruh harapan besar pegawai kontrak tenaga kesehatan yang direkrut akan bekerja profesional sesuai ilmu pendidikan.

"Terpenting juga tenaga kesehatan yang lolos tak mengeluh jika di manapun penempatan kerjanya termasuk di wilayah desa terpencil," papar dia.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten Bengkayang kekurangan bukan hanya tenaga perawat dan bidan tetapi juga dokter. (nar/ang)