Brigadir Petrus Bakus, anggota Polres Melawi Diancam Hukuman Mati

Regional

Editor sutan Dibaca : 1321

Brigadir Petrus Bakus, anggota Polres Melawi Diancam Hukuman Mati
Brigadir Petrus Bakus. (ist)
BRIGADIR Petrus Bakus  ternyata  mengundurkan diri dari tugasnya sebagai pengawal salah satu calon bupati di masa Pilkada Melawi 2015. Pengunduran diri Bakus ini karena alasan adanya masalah keluarga.  

Pernyatan ini disampaikan Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto di Polres Melawi kemarin. Sedangkan Kapolres AKBP Cornelis M Simanjuntak memilih tak berkomentar. Simanjuntak bahkan berkali-kali menghindari wartawan saat akan diwawancarai  terkait penanganan kasus tersbeut.
 

Kasat Intelkam, AKP Amad Kamiludin yang juga tinggal di sebelah rumah Bakus juga menolak diwawancarai. “Jangan saya, silakan langsung  ke kapolres saja," ujarnya lewat ponsel.  

Informasi menyebutkan,  tak ada perilaku aneh yang ditunjukkan Bakus sebelum peristiwa. Bakus disebut masih tetap masuk kerja. Penampilannya pun tak berbeda dengan hari-hari sebelumnya.   “Kami ini tidak terlalu akrab dengan dia. Memang dia jarang ngumpul dengan kami. Dia ini malah lebih sering ngumpul dengan orang umum. Jadi kalau ada persoalan,  kami juga tidak tahu,” ungkap seorang personel Polres Melawi yang enggan namanya ditulis.

Sementara itu,  Kabid
Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Arianto menyatakan, pihak penyidik masih fokus menyelesaikan proses hukum terhadap Bakus.
 

Menurutnya,  pasal berlapis disiapkan penyidik yakni . pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana subsidair pasal 338 atau pasal pembunuhan.

Pasal lainnya, pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
"Sanksinya hukuman mati, seumur hidup, atau paling sedikit 20 tahun penjara," kata Arianto.
 

Penyidik Polres Melawi dan Polda Kalimantan Barat hari ini rencananya akan memeriksa kondisi psikologis Bakus. Pemeriksaan dilakukan tim Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalbar.

Selain itu, lanjutnya, tim dari Biro Psikologi SDM Mabes Polri akan turut dalam pemeriksaan tersebut. "Nanti dari hasil psikologi akan diketahui kondisi kejiwaan yang bersangkutan," ujar Arianto.(eko/lip/pat)