Sensei Sabirin: Koordinasi Pengprov KKI Kalbar dengan Pencab Perlu Ditingkatkan

Regional

Editor sutan Dibaca : 1382

Sensei Sabirin: Koordinasi Pengprov KKI Kalbar  dengan Pencab Perlu Ditingkatkan
LATIHAN BERSAMA – Ratusan karateka Pengcab KKI Kota Pontianak, sata latihan bersama dalam rangka ujian kenaikan tingkat (Ghasuku) beberapa waktu lalu. Pengcab KKI Kota siap menyambut Ketua Pengprov KKI Kalbar hasil Musprov di Hotel 95 Pontianak, Sabtu-Min
PONTIANAK, SP-  Terpilihnya H Rusman Ali sebagai Ketua Pengprov KKI Kalbar, disambut  gembira jajaran Dewan Sabuk Hitam KKI Kalbar. Ketua Dewa Sabuk Hitam KKI Kalbar, Sensei Sabirin bertekad meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar pengurus Pengprov dan Pengcab.  

“Koordinasi pengurus Pengprov ke Pengcab wajib dilakukan secara berkala. Ada 13 Pengcab kabupaten/kota se-Kalbar. Pengurus Pengprov harus melakukan pembinaan, caranya ya meningkatkan koordinasi,” ujar Sensei Sabirin, saat dihubungi Suara Pemred, Jumat (11/3).


Koordinasi dengan Pengcab memang menjadi agenda rutin yang dilakukan Pengprov. Pada tahun 2015, Pengprov KKI Kalbar, melalui pengurus harian, Dewan Sabuk Hitam, dan Dewan Perwasitan, terus melakukan kunjungan ke semua Pengcab.
 

“Kita selalu melakukan pembinaan ke tingkat kabupaten, makanya kita jemput bola. Kita berharap, kegiatan ini bisa menjadi sarana pengembangan dan pembinaan,” paparnya.  

Ke depannya, koordinasi dan pembinaan ke Pengcab dalam bentuk kunjungan, akan terus ditingkatkan. Menurut Sensei Sabirin, banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan mobilitas dan penguatan organisasi, serta kesamaan pada sistem kepelatihan, kesamaan jurus dan istilah, sehingga karateka yang dilatih tidak salah mendapatkan ilmu.  

Pembinaan Pengcab dalam bentuk kunjungan ke daerah, juga sampaikan oleh Ketua Dewan Wasit KKI Kalbar, Suwito. Ia mengaku prihatin melihat menurunnya prestasi KKI di beberapa kabupaten. Satu di antara yang akan dibidik Suwito adalah meningkatkan kapasitas seorang wasit.  

“Banyak Pengcab yang belum memiliki wasit bersertifikat A. Kita terus berupaya meningkatkan kemampuan wasit, karena wasit sangat urgen kehadirannya saat pertarungan,” ujar Suwito.  

Satu di antara cara yang dilakukan oleh Dewan Wasit KKI Kalbar adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi wasit yang ada di Kalbar. Suwito berharap, dengan Diklat ini, maka kualitas wasit KKI Kalbar bisa semakin baik.   “Seharusnya KKI Kalbar memiliki wasit dengan licence A. Kita sudah memiliki wasit dengan kaliber internasional, sehingga bisa mendidik para wasit,” tukasnya. (ova/mul)