Perayaan Tri Suci Paskah di Kalbar Aman

Regional

Editor sutan Dibaca : 1339

Perayaan Tri Suci Paskah di  Kalbar Aman
Sejumlah umat Katolik memvisualisasikan kisah sengsara Yesus Kristus di kawasan lereng Gunung Merapi, Panggol, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (25/3). Visualisasi yang menjadi rangkaian perayaan Paskah itu merupakan refleksi wafatnya Ye
PONTIANAK, SP-  Perayaan Tri Suci Paskah selama dua hari berturut-turut berlangsung aman dan terkendali di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kalimantan Barat.
Tak terjadi gangguan keamanan sejak Kebaktian atau Misa Kamis Putih (24/3) hingga Jumat Agung  (25/3).
 

Di seluruh wilayah Kalbar, dua ibadah menjelang Hari Raya Paskah ini berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian.  Pengamanan ini melibatkan para pemuda gereja-gereja setempat, antara lain Muda Mudi Katolik untuk gereja-gereja Roma-Katolik.  

Kapolres Pontianak,  Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan di Kota Pontianak, Jumat (25/3), keamanan di wilayahnya selama Kamis Putih dan Jumat Agung,  terjamin berkat koordinasi yang cukup baik dengan semua pihak.  

Kendati begitu,  pihaknya terus meningkatkan pengamanan hingga perayaan puncaknya, yakni Hari Raya Paskah pada Minggu (27/3) pagi hingga  malam.

Perayaan juga diperkencang sejak malam Paskah pada Sabtu (26/3).
  "Aparat keamanan tidak boleh lengah. Pengamanan misa Malam Paskah, Sabtu malam dan Hari Raya Paskah pada hari Minggu nanti, tetap dilakukan secara standar. Hal ini demi menjamin rasa aman masyarakat," ujar Tubagus.  

Di Paroki Katedral Santo Joseph dan Paroki Keluarga Kudus, Kota Baru, Kota Pontianak, Misa Kamis Putih dan Misa Jumat Agung, digelar selama dua kali. Selama misa, pengamanan dari aparat kepolisian tidak terlalu mencolok.

Sejam  sebelum misa, seluruh lokasi gereja sudah disteril aparat keamanan.
  Misa Malam Paskah dijadwalkan  tetap digelar dua kali di Gereja Katedral Santo Josep, Jalan Pattimura, dan Gereja Paroki Keluarga Kudus,  Kota Baru, Jalan Sutan Syahrir.    

Pastor Paroki Keluarga Kudus Kota Baru, Astanto CM mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah bertugas dengan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Misa Kamis Putih dan Misa Jumat Agung bisa berjalan dengan baik.  

Berdasarkan pantauan Suara Pemred,  usai umat mengikuti misa Kamis Putih dan Jumat Agung, petugas keamanan internal dan aparat kepolisian di sejumlah gereja Katolik ini, masih melakukan pengecekan situasi di dalam gereja maupun kompleks gereja.  

Setelah keamanan internal dipastikan terjamin baik, petugas kepolisian pun meninggalkan lokasi untuk berpatroli di sejumlah gereja lain yang masih menggelar ibadah.   Di Kabupaten Ketapang, Misa Kamis Putih dan Misa Jumat Agung di Gereja Paroki Katedral Santa Gemma Galgani, Jalan A Yani , dan Gereja Paroki St Agustinus di Desa Payak Kumang, dijaga ketat total oleh 76 petugas polres setempat.
   
Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kabags Ops Kompol Hendrayuti menjelaskan, sejauh ini rangkaian perayaan Tri Suci Paskah  di gereja seluruh Ketapang berjalan aman dan terkendali.

"Kita mulai berjaga sejak Kamis malam, kemudian dilanjutkan Jumat pagi dan sore. Yang dilibatkan khusus di dua gereja Katolik di Ketapang ada 76 personil yang dipimpin langsung oleh Pak Kapolres Ketapang," ungkapnya.
 

Ditambahkan,  selain melibatkan 76 personil untuk pengamanan di dua gereja tersebut, di tiap kecamatan juga dilakukan pengamanan oleh polsek setempat di lokasi yang merayakan rangkaian ibadah Paskah itu.
"Di tiap kecamatan,  ada 10 personil yang dipimpin langsung masing-masing kapolsek," katanya.


Selain pengamanan di lokasi gereja, pengamanan digelar pula di beberapa titik ruas jalan untuk menghindari kemacetan. "Para  anggota melakukan patroli untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Jadi,  selain di gereja di ruas jalan juga ada anggota untuk mengatur jalur lalu lintas. Selain itu,  anggota kami juga melakukan patroli di sekitar Ketapang kota," jelasnya.

Seluruh warga Ketapang baik yang merayakan Paskah maupun tidak diimbau untuk tetap menjaga keamanan dan saling menghormati serta menjaga ketertiban.

"Kita minta semua masyrakat saling menghormati dan menjaga Ketapang supaya tetap kondusif. Semuanya  demi kenyamanan dan kedamaian kita semua," tukasnya.
 

Sebagaimana di Pontianak dan Ketapang, ibadah rangkaian  Tri Suci Paskah ini juga berlangsung aman pada Kamis dan Jumat. Suasana Paskah di wilayah ini sangat terasa karena mayoritas
masyarakat Bengkayang memeluk agama Katolik dan Protestan.
  Benediktus Jamil, umat Katolik di Kecamatan Bengkayang mengakui,   Tri Suci Paskah ini diawali dengan Misa Minggu Palma selama tiga kali, pukul 06.30 WIB, 08:30 WIB, dan 17:30 WIB.     

Kompol Dudung, Kabag Ops Polres Bengkayang menuturkan, pihaknya sudah menyebarkan personil untuk mengamankan seluruh gereja di wilayahnya hingga Hari Raya Paskah.   "Sebanyak 250 personil dikerahkan untuk mengamankan gereja-gereja di Kabupaten Bengkayang," jelas Dudung.  

Menurutnya, situasi dan keamanan tetap terjaga sejak Misa Kamis Putih dan Misa Jumat Agung di wilayahnya. Diakuinya, jemaat yang paling banyak yakni di Gereja Santo Pius X Bengkayang berjumlah 2.500 orang.  

Mengenai teror yang melanda dunia, Dudung berharap masyarakat tidak terpancing dan tetap menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini terjalin baik di Bengkayang.  

Masyarakat Bengkayang dinilainya sudah sangat berpengalaman menghadapi berbagai isu SARA. Karena itu pihaknya berharap supaya seluruh elemen masyarakat tetap kompak dan solid menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Sebalo.(aju/del/teo/pat)