Delegasi Malaysia Akan Hadiri Pengukuhan Gubernur Cornelis sebagai Presiden MADN

Regional

Editor sutan Dibaca : 1286

Delegasi Malaysia Akan Hadiri Pengukuhan Gubernur Cornelis sebagai Presiden MADN
Presiden MADN Cornelis pada Perayaan Natal bersama dan Silahturahmi DADse Kalimantan di Banjarmasin, Sabtu (30/1). (MC-Kalsel/Maulida)
PONTIANAK, SP- Delegasi masyarakat Suku Dayak dari Negara Bagian Sarawak dan Negara Bagian Sawah, Federasi Malaysia, dijadwalkan hadir pada pengukuhan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di Hotel Kapuas, Pontianak, Kamis (7/4) pagi besok.  

“Kehadiran dari Malaysia sebagai peninjau. Perwakilan dari empat provinsi lainnya di Kalimantan wilayah Indonesia, ada sebagai pengurus MADN dan pengurus Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara,” kata Yakobus Kumis, ketua panitia pengukuhan, Selasa (5/4) kemarin. 

 Yakobus mengatakan, karena berlainan kewarganegaraan, maka Suku Dayak di Malaysia tiap kali ada kegiatan budaya, selalu diundang.   Demikian pula, setiap kali ada kegiatan budaya di Sarawak dan Sabah, di antaranya Gawai Dayak, masyarakat Suku Dayak dari wilayah Indonesia, selalu diundang, sehingga terjadi pertukaran budaya.  

Menurut Yakobus, Gubernur Cornelis menjadi Presiden MDAN menggantikan mantan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustinus Teras Narang selama dua periode. Teras Narang menjadi Gubernur Kalimantan Tengah selama dua periode, 2005 – 2015.   Yakobus menuturkan, setelah pengukuhan, dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), untuk menyusun program kerja lima tahun, 2015 – 2020.  

Cikal bakal MDAN ketika dilakukan rapat komunitas Suku Dayak Kanatyan di Anjungan, Kabupaten Mempawah tahun 1985. Kemudian digelar kegiatan budaya pesta ada selepas panen padi, yakni naiki dango tahun 1987.  

Tahun 1990 dibentuk Institute of Dayakologi Research and Development (IDRD) di Pontianak. Tahun 1992 digelar seminar nasional Kebudayaan Dayak se Kalimantan di Pontianak.  

Pada tahun 1994, kata Yakobus Kumis, dibentuk Majelis Adat Dayak (MAD) Provinsi Kalimantan dan tahun 2001 dibentuk Majelis Adat Dayak Nasional (MADN).  

Yakobus menuturkan, tema sentral di dalam kegiatan pengukuhan Presiden MDAN dan Rakernas MADN, adalah mendukung setiap program pembangunan nasional dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (aju)