PGD XXXI Momentum Mempertahankan Tradisi Masyarakat Dayak

Regional

Editor sutan Dibaca : 1310

PGD  XXXI  Momentum Mempertahankan Tradisi Masyarakat Dayak
Serombongan peserta pawai Pekan Gawai Dayak (PGD) melintas di jalan jalan di Kota Pontianak, Jumat (20/5). (Yodi Rismana/Suara Pemred)
Pontianak, SP - Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus meminta kepada masyarakat Dayak di Daerah itu agar dapat menjadikan momentum Pekan Gawai Dayak (PGD) sebagai langkah untuk mengangkat dan mempertahankan adat dan istiadat masyarakat Dayak.
Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD)  XXXI berlangsung  di Rumah Radakng Kalimantan Barat, Jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak, Jumat (20/5) sore.

“Acara ini mendapatkan antusias dari ribuan masyarakat yang ada di daerah ini. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Dayak, karena bisa bersilaturahmi dan berkumpul untuk mensyukuri rejeki panen yang diberikan Tuhan," kata Hermanus, saat menghadiri kegiatan Pekan Gawai Dayak Kalbar 2016 di Pontianak.

Hermanus menilai, kegiatan Gawai Dayak itu juga merupakan momentum bagi masyarakat, khususnya masyarakat Dayak untuk lebih berkreasi dan berperan dalam pembangunan daerah.

"Makanya, kita harapkan agar masyarakat Dayak di Kabupaten Kubu Raya, agar dapat menjadikan momentum Pekan Dayak ini sebagai salah satu langkah untuk melestarikan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Dayak di kabupaten itu," tambahnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu suku yang eksis di Kalimantan Barat, tentunya harus ada wadah untuk bagaimana masyarakat dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan adat istiadat budaya.

Menurut dia, PDG tersebut merupakan salah satu rasa syukur atas keberhasilan bercocok tanam dan panen yang dicapai dengan baik oleh masyarakat Dayak.

“Adanya rasa syukur dengan dilakukannya Gawai Dayak ini, diharapkan ke depannya hasil panen dan bercocok tanam yang dilakukan masyarakat Dayak bisa lebih baik lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat perlahan bisa tercapai,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar seluruh masyarakat dari berbagai etnis dan suku di Kabupaten Kubu Raya, bisa menjalin keharmonisan, sehingga setiap penyelenggaraan kegiatan yang lakukan oleh masing-masing suku, dapat berjalan dengan baik dan damai.

Kegiatan ini dibuka  oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis dan akan berlangsung sejak 20-27 Mei mendatang.

Dalam kegiatan tersebut,  selain menjadi peringatan untuk mensyukuri hasil panen pada Jubata (Tuhan,  dalam masyarakat Dayak), juga akan menampilkan berbagai perlombaan permainan tradisional khas suku Dayak.

Sementara, Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak ke XXXI mengatakan  selama kegiatan berlangsung akan tahun ini akan diberlakukan hukum adat Dayak.

"Bagi siapapun yang mengotori area gawai maupun bagi mereka yang dengan sengaja menjual minuman keras diareal Rumah Radakng. Karena kita ingin gawai tahun ini bersih dari hal-hal yang tidak baik, " ucap  Irenius Kadem, dalam sambutannya. 

Irenius mengungkapkan seluruh stand yang ada di gawai tahun ini, hanya diizinkan untuk menggelar pameran maupun berjualan berbagai jenis pernak pernik etnis Dayak,  dan tidak untuk jenis makanan.

"Area rumah adat ini hanya untuk pelaksanaan gawai serta berbagai perlombaan yang diikuti oleh 50 sanggar,  yang ada di Kalimantan Barat. Dan untuk gawai tahun ini kita mengangkat nuansa adat Dayak Kanayan," terangnya.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Cornelis,mengatakan keberagaman suku, adat istiadat maupun budaya yang ada di Kalimantan Barat, menjadi modal utama untuk membangun Kalimantan Barat dalam kebersamaan.

"Untuk itu saya mohon kegiatan ini dijalankan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan aturan yang telah kita sepakati. Karena suksesnya gawai ini tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat Kalimantan Barat yang multi etnis," tuturnya usai resmi membuka Pekan Gawai Dayak (ant/yrs/del/lis/sut)