Kepala Dinkes Melawi Bantah Ada Wabah Kanker dan Tumor

Regional

Editor sutan Dibaca : 1351

Kepala Dinkes Melawi Bantah Ada Wabah Kanker dan Tumor
Infeksi TBC (idkf.bogor.net)
NANGA PINOH, SP – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi, Ahmad Jawahir membantah wabah kanker dan tumor yang menyerang belasan warga di wilayah pedalaman Kecamatan Ella.

Dari laporan yang dia terima, kasus tersebut sebenarnya merupakan penyakit Tuberculosis (TBC) kulit.
“Saya malah dapat infonya tak sampai belasan, hanya dua atau tiga orang saja. Jadi ini indikasi kasus TBC kulit. Ciri-cirinya mirip dengan orang yang terkena kanker kulit atau tumor. Karena bisa memunculkan benjolan juga pada bagian tubuh,” terangnya, ditemui di kantornya, Senin (13/6) siang.

Diterangkannya, kasus TBC terdiri dari dua jenis, yakni intra pulmonal yang menyerang di dalam paru-paru serta extra pulmonal, di luar paru-paru. Yang bisa terjadi di tulang, otak, kulit hingga kelenjar getah bening. Dia menegaskan, kasus di Ella masuk kategori TBC extra pulmonal.


“Penyebabnya yakni kuman TBC, jadi bukan karena pengaruh air atau lingkungan. Karena daerah kita ini memang endemis penyebaran TBC,” ujar Jawahir.

TBC pada kulit, lanjut Jawahir, juga bisa menyebabkan kematian, sama halnya dengan kasus TBC paru-paru. Tak jarang kasus TBC kulit memunculkan benjolan yang cukup besar dan membuat kulit terinfeksi hingga muncul-muncul bercak-bercak merah yang besar.

“Penanganan penyakit ini harus diupayakan langsung dari Kemenkes di Jakarta,” paparnya.

Soal dugaan penambangan uranium di wilayah Nanga Kalan, Kecamatan Ella yang menjadi penyebab wabah penyakit, Jawahir meyakini penyakit ini tak terkait dengan adanya aktivitas penambangan tersebut. “Uranium memang termasuk unsur yang tidak stabil, namun itu bila telah masuk proses pengayaan. Kalau yang ditemukan di alam dia termasuk unsur yang stabil,” jelasnya. (eko/and/sut)