Polda Kalbar Amankan 6,41 Gram Sabu dan 30 Ribu Pil Ekstasi

Regional

Editor sutan Dibaca : 1670

Polda Kalbar  Amankan 6,41 Gram Sabu dan 30 Ribu Pil Ekstasi
Kapolresta Pontianak, AKBP Iwan Imam Susilo (kanan) didampingi Wali Kota Pontianak, Sutarmidji (dua kiri), memaparkan hasil ungkap kasus di Mapolresta Pontianak, Kalbar, Senin (27/6). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
PONTIANAK, SP – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berhasil mengamankan  sekitar 6,41 gram sabu dan 30 ribu pil ekstasi, dalam dua penangkapan berbeda di Pontianak dan Kabupaten Sambas. Di Kota Pontianak, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat, berhasil mengamankan  sabu seberat 410 gram dan 86 butir pil ekstasi. Penangkapan terjadi di dua tempat berbeda dari empat tersangka bandar, dan pengedar narkoba.

Yakni, DK, SJ, SA dan UH. Dirnarkoba Polda Kalbar, AKBP Ade Sapari mengatakan, terungkapnya empat bandar dan pengedar narkoba tersebut, berkat informasi dari warga yang curiga dengan seseorang melakukan aktivitas peredaran narkoba di Gang Gajahmada 10, Jalan Gajahmada, Kecamatan Pontianak Selatan.

Dari informasi tersebut, lanjut Ade, Selasa (21/6) sekitar pukul 16.30 WIB, jajarannya kemudian melakukan penyamaran, dan berhasil mengamankan DK dengan barang bukti 102 gram narkoba jenis sabu, satu unit alat timbang digital, dan peralatan lainnya. “Atas informasi tersebut, personel Ditresnarkoba melakukan penyelidikan dengan cara menyamar kepada DK di salah satu hotel di wilayah Kota Pontianak,” ujarnya kepada wartawan, di Mako Ditresnarkoba Polda Kalbar, Jalan Zainudin, Pontianak, Selasa (28/6).

Dari pengembangan kasus, pihaknya kembali mengamankan SJ alias Aliong di rumahnya di Gang Gajahmada. Tersangka merupakan satu di antara residivis kasus tindak pidana narkoba. “(Tersangka) pernah menjalani hukuman 5,5 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Kamis (23/6) sekitar pukul 20.00 WIB, Ditresnarkoba Polda Kalbar kembali berhasil mengamankan dua bandar narkoba lainnya. Yakni, SA dan UH di Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur. Dari kedua tangan tersangka, diamankan barang bukti sabu seberat 308 gram, 86 butir pil ekstasi, dan uang tunai Rp 3.050.000 serta perakatan pendukung lainnya, seperti alat timbang digital.

Ade mengatakan, pada saat penangkapan dua tersangka, di lokasi pihaknya juga berhasil mengamankan sembilan orang yang sedang menggunakan narkoba jenis sabu. “Tes urin positif. Tapi untuk sembilan orang itu, hanya pengguna sehingga dilakukan rehabilitasi,” terang Ade.

Keempat tersangka hasil dari penangkapan di dua tempat yang berbeda itu, akan menjalani proses hukum selanjutnya. Mereka dijerat pasal 112 ayat (2), dan pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Ekstasi di Parkiran

Selain Ditresnarkoba Polda Kalbar, Polresta Pontianak juga berhasil mengamankan 1.907 butir pil ekstasi, dan 1 ons sabu dari tangan pria berinisial DS. Tersangka ditangkap di parkiran pusat perbelanjaan Ayani Mega Mall, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Parit Tokaya, Pontianak Selatan, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (24/6). Wakapolresta Pontianak, AKBP Veris Septiansyah mengatakan, setelah berhasil diamankan kemudian dilakukan pengembangan kasus dengan menggeledah kediaman DS di Jalan Karet, Kota Pontianak.

Pengembangan tersebut tidak hanya sebatas di Pontianak saja, melainkan hingga ke Kota Singkawang yang disinyalir ada jaringan DS di sana. Alhasil, pria berinisial TE, warga Jalan Kridasana, Kecamatan Singkawang Barat berhasil ditangkap. “Anggota mengamankan 7 butir pil ekstasi dan 1 ons sabu dari TE,” ujar Veris di Pontianak.

Dari tersangka, disita sejumlah barang bukti, antara lain timbangan elektrik, HP, paspor, buku tabungan, dan ATM.

Kurir Diringkus
Sebelumnya, Polsek Sajingan Besar bersama Polres Sambas, telah menangkap dua pria pembawa narkoba jenis sabu dan ekstasi, di Dusun Sajingan, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Senin (27/6) sekitar pukul 08.30 WIB. Kedua tersangka berasal dari Kota Pontianak, berinisial DN (31) dan RN (35) warga Gang Pagar Alam, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan.

Barang bukti yang disita, 6 kg sabu terbungkus dalam enam kemasan kantong plastik. Sekitar 30 ribu butir pil ekstasi, terbungkus dalam 40 kemasan kantong plastik, satu unit mobil Nissan X Trail warna silver dengan nomor pelat KB 1464 AI.

Kronologis penangkapan, Minggu (26/6) sekitar pukul 23.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Sajingan Besar mendapatkan info bahwa ada dua orang yang menawarkan, jika ada yang mau menyeberangkan mobilnya melewati batas/border dari Biawak (Malaysia) ke Aruk, Sajingan (Indonesia) akan diberikan imbalan Rp 50 juta.

Mendapat kabar tersebut, Kanit Reskrim pun curiga. Kemudian ia memerintahkan anggotanya untuk menerima tawaran itu dan bekerjasama dengan informan.Setelah disepakati, informan membawa mobil dari Biawak ke Aruk. Saat menyerahkan mobil itu pada tersangka, pihak kepolisian pun langsung melakukan penggeledahan. Dan ternyata, di dalam salon tape mobil (yang ada bagasi belakang) ditemukan barang bukti tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sambas, Misni Safari menilai, tingginya mobilitas manusia yang masuk dari Malaysia jelang lebaran, berusaha dimanfaatkan oleh para pelaku usaha ilegal termasuk sindikat narkoba.

Mereka  berupaya memasok barang barang-haram tersebut melalui pintu perbatasan.
"Perlu pengawasan ketat oleh seluruh aparat dan seluruh komponen masyarakat di pintu perbatasan,” ujarnya.

Pengawasan tidak hanya pada momen hari besar seperti lebaran dan hari besar lainya, namun setiap waktu. hal ini agar upaya memasukan narkoba dari luar dapat diantisipasi, tegasnya.

Misni menegaskan, harus ada komitmen bersama untuk mengawasi wilayah perbatasan terkait praktek ilegal,  seperti narkoba.
Kasus yang terus terjadi ini menunjukkan, para sindikat narkoba tak pernah gentar atas perang terhadap narkoba yang sudah dilancarkan Pemerintah Indonesia. (umr/nov/lis)