Kafilah Kalbar Nol Prestasi pada MTQ Nasional XXVI di Mataram

Regional

Editor sutan Dibaca : 1260

Kafilah Kalbar Nol  Prestasi pada MTQ Nasional XXVI di Mataram
Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Gubernur NTB menabuh gendang beleg sebagai tanda Pembukaan MTQ Tingkat Nasional XXVI, Sabtu (30/7) lalu. (ist)
PONTIANAK, SP - Kegagalan Kafilah Kalbar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung dari 28 Juli-7 Agustus lalu, mendapat perhatian dari berbagai pihak.

 Akibat kegagalan ini, muncul tuntutan agar Ketua Umum LPTQ Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mundur dari jabatannya sebagai ketua.
Tidak sedikit yang menilai, kegagalan tersebut akibat dari ketidakseriusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalbar dalam melakukan pembinaan.

"LPTQ nyaris tidak ada pembinaan, kecuali TC atau pemusatan latihan. Itupun menjelang MTQ," ujar salah satu pelaku MTQ Kalbar, DR Syarif MA, kepada Suara Pemred, kemarin.


Syarif mengungkapkan, ketidakseriusan LPTQ dalam membina generasi MTQ dapat dilihat dari penunjukkan pengurus yang sebagian besar tidak memiliki kompetensi. "Penempatan orang-orang yang di diklat bukan orang yang berkompeten. Mungkin bukan ranahnya di MTQ, tapi dipaksakan," bebernya.

Selain itu, Syarif mengatakan, hingga saat ini LPTQ Kalbar tidak memiliki kantor. Ini menandakan betapa pimpinan LPTQ Kalbar memang tidak memiliki perhatian penuh untuk memajukan Tilawatil Quran di Kalbar. "Padahal ada dana yang selalu dianggarkan. Dengan dan itu, baik pembinaan maupun pengadaan kantor mestinya bisa tertangani dengan baik," jelasnya.

Diungkapkan Syarif, kegagalan Kalbar ini tentu sangat memalukan. Jangankan mendapat juara satu sampai tiga, untuk juara harapan pun tak mampu diraih oleh Kalbar di semua cabang yang terdiri dari beberapa kategori itu. Kegagalan ini menurutnya, juga menjadi sejarah buruk bagi Kalbar semenjak MTQ berlangsung.

Selama dirinya mengikuti MTQ, Kalbar merupakan provinsi yang cukup disegani oleh daerah lain dari sisi prestasi. "Dulu, kalau sudah dengar nama Kalbar, kafilah (kontingen) lain seperti Banten, Jakarta maupun Jawa Barat itu gemetar. Karena khususnya di cabang tilawah, Kalbar mendominasi," ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, di Kalbar itu dulunya ada beberapa qari dan qariah yang prestasinya hingga ke kancah internasional. "Ada Hj Nursiah, juara qariah internasional. Bahkan beliau itu juara sewindu, yakni juara internasional yang dipertandingkan lagi dan kembali mendapat juara. Ada Hj Nurbani Ramli, Zulfikar, Hj Wahdah Mukhsin dari Sambas juara internasional, Hj Rahmawati dari Mempawah, Hj Dahlia Ahmad juara tiga internasional, H Zulfikar Sya'rani juara nasional dan juara empat internasional," sebutnya.

Akibat kegagalan Kafilah Kalbar di MTQ Nasional XXVI ini pula, muncul tuntutan agar Ketua Umum LPTQ Kalbar yang tidak lain Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie untuk bertanggungjawab dan mundur dari jabatannya sebagai ketua LPTQ. Salah satu tuntutan datang dari anggota DPRD Kalbar, Miftah.

"Kami minta pada pihak yang bertanggungjawab di LPTQ, harus dievaluas. Dan sesuai janji Pak M Zeet, akan mundur dari ketua LPTQ jika Kalbar tak mendapat juara. Maka harus mundur segera, sebelum diberhentikan secara paksa," tegasnya kepada wartawan.

Dikatakan Miftah, sejak LPTQ Kalbar di pimpin oleh M Zeet Hamdy Assovie, Kalbar tidak pernah mendapatkan juara di tingkat nasional.

"Ini kesalahan dari yang bertanggungjawab di LPTQ. Yang memimpin bukan orang yang ahli di bidang MTQ. Hasilnya, Kafilah Kalbar hancur di MTQ tingkat nasional. Sedangkan. dana setiap tahun selalu mengalir dari pemerintah daerah," ucapnya.

Sebagai penggemar MTQ, Mifta mengaku kecewa dengan hasil buruk Kafilah Kalbar. "Saya sangat menyayangkan Kalbar tidak berhasil membawa juara MTQ di NTB. Padahal Kalbar mempunyai sejarah bagus, dimana Kalbar pernah mendapatkan juara MTQ tingkat nasional," tuturnya. (umr/ind/sut)