q Suara Pemred − Polres Rangkul Tokoh untuk Mencegah Konflik Pilgub

Polres Rangkul Tokoh untuk Mencegah Konflik Pilgub

Kapuas Hulu

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 264

Polres Rangkul Tokoh untuk Mencegah Konflik Pilgub
Ilustrasi. Net
PUTUSSIBAU, SP - Polres Kapuas Hulu terus melakukan berbagai upaya pencegahan konflik, demi memastikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar yang aman dan damai.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi menerangkan, pihaknya telah mengimbau kepada para tokoh-tokoh di Bumi Uncak Kapuas, baik tokoh agama, masyarakat, adat dan politik, agar memberikan pernyataan yang bersifat menyejukkan, untuk menghindari terjadinya gesekan-gesekan yang tidak diinginkan.

"Para tokoh kita harapkan dapat memberikan pernyataan yang menyejukkan kepada masyarakat, utamanya terkait toleransi dan kehidupan bermasyarakat, bukan sebaliknya memperkeruh keadaan," ujarnya, Senin (18/12).

Imam menjelaskan, dalam menyikapi politik identitas bukan hanya hanya tugas Polri saja, melainkan melibatkan semua unsur, seperti Pemda Kapuas Hulu, TNI dan stakholder yang ada.

"Intinya kita mendidik masyarakat untuk berdemokrasi yang sehat dan unggul," terangnya.

Dikatakannya, Masyarakat harus ditanamkan tentang pendidikan berpolitik, bila mereka sudah paham akan pendidikan berpolitik, maka mereka tidak akan mudah terprovokasi oleh politik identitas.

"Masyarakat Kapuas Hulu ini merupakan keluarga besar, sehingga diharapkan hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi di sini," harapnya.

Ditegaskannya, sejauh ini pihaknya telah melakukan deteksi dini terkait potensi konflik di Kapuas Hulu menjelang Pilgub 2018 mendatang.

"Saat ini manajemen konflik untuk kepentingan Pilgub Kalbar 2018 sudah berjalan di Kapuas Hulu," terangnya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengatakan, memasuki tahun politik masyarakat harus cerdas dan bijak dalam memilih, jangan memilih berdasarkan suku dan agama, tapi pilihlah seseorang yang benar-benar berkomitmen.

"Dalam politik kita berbicara politik, bukan suku dan agama. Karena biasanya ketika mau maju agama dan suku selalu ditonjolkan, tapi setelah itu selesai," pungkasnya. (sap/pul)