q Suara Pemred − Polisi Tangkap Oknum Pegawai Honorer Pemkab Kayong Utara

Polisi Tangkap Oknum Pegawai Honorer Pemkab Kayong Utara

Kayong Utara

Editor sutan Dibaca : 1134

Polisi Tangkap Oknum Pegawai Honorer Pemkab Kayong Utara
Supriadi (28) tersangka pencurian dan pemberatan di Klinik Asri ketika berada di Polsek Sukadana, Minggu (3/4). SUARA PEMRED/ SYAHAR BANU
SUKADANA, SP – Aparat Polsek  Sukadana, berhasil mengamankan Supriadi (28) tersangka kasus pencurian dan pemberatan di Klinik Asri, Minggu (3/5).
Pelaku yang bekerja sebagai honorer di kantor Pemkab  Kayong Utara (KKU) tersebut, nekat mencuri akibat terlilit utang.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sukadana, AKP Hoerrudin mengatakan, penangkapan  tersangka, bermula dari laporan korban, pemilik Klinik Asri di Tanah Merah Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, pada 1 April lalu, yang kehilangan uang senilai Rp 1,7 juta.

Berdasarkan laporan itu,  petugas langsung melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan korban. Rekaman CCTV yang ada di klinik, menjadi petunjuk petugas untuk mengungkap kasus tersebut.

“Dari CCTV akhirnya kita tahu siapa pelaku. Kemudian pelaku kita pancing untuk datang ke Polsek dengan alasan ingin pinjam kursi. Namun, setibanya di Polsek, petugas langsung menginterogasi dan pelaku akhirnya mengakui perbuatannya itu,” kata Kapolsek, Selasa (5/4).

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka juga mengakui pernah melakukan pencurian di tempat yang sama, yakni berupa satu unit kamera DLSR dan uang senilai Rp 7 juta rupiah pada Desember 2015 silam.

"Pelaku mengaku terlilit utang. Sebagian uang hasil curiannya, dia belikan material bangunan seperti seng, semen, kayu dan sisanya untuk bayar utang,” jelasnya.

Dalam melakukan aksinya tersebut, tersangka yang juga pernah bekerja sebagai cleaning service LO Sukadana tersebut, nekat membobol jendela klinik pada malam hari. Dia kemudian masuk dan mengambil uang milik dokter yang ada di klinik, senilai Rp 1,7 juta.

 
Atas tindakannya itu, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP Pencurian dengan Pemberatan yang berulang atau berlanjut, sebagaimana pasal 363 KUHP jjo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

“Saat ini tersangka masih dalam penanganan Polsek Sukadana, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kita amankan,” jelasnya. (ble/bob)