Tiga Anak Terserang DBD, Desa Diam Berasap Jaya Diasapi

Kayong Utara

Editor Indra W Dibaca : 150

Tiga Anak Terserang DBD, Desa Diam Berasap Jaya Diasapi
Petugas melakukan pengasapan atau fighting di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kamis (2/8). (SP/Bule)
SUKADANA, SP - Fogging atau tindakan pengasapan dilakukan, menyusul teridentifikasinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Kepala Puskesmas Siduk, Syarif Yusuf bersama sejumlah staf terjun langsung memimpin kegiatan fogging di desa tersebut, Kamis (2/8). Fogging dilakukan untuk memberantas nyamuk demam berdarah yang mulai mewabah. 

“Fogging ini kita lakukan karena sudah ada beberapa kasus DBD di sini (Dusun Sungai China, Desa Riam Berasap Jaya). Melalui tindakan fogging ini, kita harap tidak ada korban lainnya,” kata Syarif Yusuf.

Dikatakan Syarif, sudah ada tiga korban dirujuk ke rumah sakit di Ketapang lantaran mengidap penyakit DBD. Ketiganya adalah pelajar yang masih duduk di bangku SD. 

Tiga pelajar yang dirujuk ke rumah sakit di Ketapang adalah Deni Saputra (10) kelas 5 dan Raditia Pratama (9) kelas 4. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Fatimah Ketapang. Sebelumnya pada tanggal 30 Juli kemarin, Syarif Fatan (7) yang juga warga Dusun Sungai China dilarikan ke RSUD Agoes Djam Ketapang lantaran mengidap penyakit serupa.

“Kalau dari Desa Riam Berasap baru ada tiga kasus hingga saat ini. Sebelumnya juga ada satu kasus serupa yaitu atas nama Fitri warga Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera yang juga dibawa ke Ketapang karena DBD,” jelasnya. 

Selain tindakan fogging, pihaknya juga mendatangi warga setempat untuk menyosialisasikan bahaya DBD. Kepada warga, ia menjelaskan bahwa tindakan pengasapan hanya bersifat sementara dalam memberantas nyamuk demam berdarah.

Lebih penting dari sekedar pengasapan (fogging), yakni menjaga lingkungan sekitar dari sampah kaleng, tempurung dan sejenisnya yang dapat menampung air hujan. Sebab, sampah yang menampung air akan jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. 

“Maka jangan biarkan sampah-sampah kaleng dan sejenisnya, perhatikan dan bersihkan juga bak-bak penampungan air di rumah masing-masing,” pesannya. (bule)