2 Tahun MTs Nurul Falah Rusak Tanpa Bantuan Pemerintah

Kayong Utara

Editor Angga Haksoro Dibaca : 107

2 Tahun MTs Nurul Falah Rusak Tanpa Bantuan Pemerintah
Sukadana, SP - Ketua Komite Sekolah MTs Nurul Falah, Sadino meminta Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Kondisi sekolah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. 

Disampaikan Sadino, kerusakan terutama pada plafon serta dinding kelas. “Kerusakan bangunan sekolah ini sudah berlangsung 2 tahun. Belum ada perbaikan dari Dinas Pendidikan maupun Pemkab Kayong Utara,” kata Sadino.

Selama ini, perbaikan-perbaikan dananya didapat dari sumbangan para orang tua murid. Mereka khawatir anak-anak menjadi korban kerusakan bangunan sekolah. “Komite sekolah sudah sering lapor ke Kementerian Agama. Demikian juga ke Disdik serta Pemda, tetapi terbatas kewenangan dan anggaran. Perubahan dari sekolah swasta ke negeri ini juga menjadi kendala,” ujar Sadino.

Sadino melihat ada diskriminasi dari Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam memperlakukan sekolah negeri dan swasta. Meskipun MTs Nurul Falah belum secara resmi menjadi sekolah negeri di bawah naungan Kemenag, seluruh siswanya warga Kabupaten Kayong Utara.

“Saya minta Pemda Kayong Utara tolong diberikan persamaan hak terhadap siswa yang menuntut ilmu di MTs Nurul Falah. Jangan ada perbedaan, meskipun itu sekolah swasta maupun negeri. Jangan ada yang namanya anak emas atau anak tiri,” katanya.

Wakil Kepala Sekolah MTs Nurul Falah, Atep Mulyana menyampaikan situasi belajar mengajar dengan kondisi bangunan yang rusak sangat memprihatinkan dan tidak layak. Atep meminta penanganan khusus terkait perbaikan sekolah, mengingat 30 November akan dilangsungkan ulangan semester ganjil.

“Jika tidak segera diperbaiki, terpaksa kami memindahkan siswa di lokal kelas yang rusak. Tapi itu juga akan menjadi kendala karena dari 5 kelas yang ada, 3 lokalnya rusak juga. Terutama lantai dan atap,” kata Atep.

Siswa MTs Nurul Falah 107 siswa. Satu kelas rata-rata diisi 40 siswa yang idealnya diisi 30 siswa setiap kelas.