Dua Napi Kasus Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II B Ketapang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1281

Dua Napi Kasus Narkoba Kabur dari Lapas Kelas II B Ketapang
Kepala Lapas Kelas IIB Ketapang, Hensah ketika diwawancarai awak media. (SP/ Theo)
KETAPANG, SP - Dua napi kasus narkoba kabur dari  Lapas Kelas IIB Ketapang. Mereka kabur melalui plafon atau dek ruangan tahanan yang terbuat dari kayu, Minggu (30/10) dini hari. Kedua tahanan bernama Sumarno dan Roseli.

Saat dikonfirmasi, Kepala Lapas Kelas IIB Ketapang, Hensah membenarkan bahwa ada dua orang tahanan Lapas yang melarikan diri. Namun, untuk saat ini, pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Saya belum bisa komentar dulu soal itu, karena ini masih dalam proses, dan bukan kapasitas saya melainkan pak Kanwil," kata
Hensah.
 

Terkait persoalan ini, Hensah mengaku telah membuat laporan kepolisian mengenai kaburnya tahanan Lapas Kelas IIB Ketapang kepada Kepala Kanwil dan pihak Polres Ketapang.

"Jadi saya belum boleh kasi
h keterangan, sampai batas waktu yang ditentukan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario menegaskan pihaknya saat ini sudah melakukan pengejaran terhadap dua orang tahanan yang kabur dari Lapas Kelas IIB Ketapang.

"Sekarang anggota sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang tersebut," ungkapnya saat ditemui awak media di Mapolres Ketapang
.

Ia melanjutkan, kaburnya dua tahanan tersebut, juga ada kaitannya dengan sarana dan prasaranan Lapas Kelas II B Ketapang yang dinilai tidak memadai dan melebihi kapasitas.

"Kondisi Lapas sudah tidak memadai untuk menampung ratusan hingga ribuan narapidana," terangnya.

Di samping itu, pihaknya juga belum dapat memastikan sebab dan alasan kedua napi kasus Narkoba tersebut melarikan diri dari Lapas Ketapang.

"Alasannya apa kita belum tahu, karena masih dalam pengejaran anggota. Hanya saja informasi yang kita dapat mereka kabur melalui plafon ruang tahanan," terangnya.

Untuk ke depannya, ia mengaku akan terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak Lapas Kelas II B Ketapang, agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya dapat segera mungkin mengambil tindakan. Terlebih, kasus ini sudah berulang kali terjadi di Lapas IIB Ketapang.

"Kita berharap pemberian informasi dan laporan cepat disampaikan. Seperti kejadian ini, ketika mendapatkan informasi, kita bisa langsung bergerak cepat untuk melakukan pengejaran," katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat, Erma Suryani Ranik dalam resesnya ke Lapas Kelas II Ketapang, Senin (31/10) mengaku, bahwa Ketapang menjadi perhatian pihaknya mengingat trend kaburnya narapidana cukup tinggi.

"Tentu ada penyebabnya. Jadi tadi saat reses, kita juga sudah dengar Kalapas menyampaikan, bahwa salah satu penyebab narapidana kabur, adalah akibat tidak standarnya sarana dan prasarana Lapas Kelas II B Ketapang, " ungkapnya.

Dirinya tak menampik persoaln itu, dari pantauannya di Lapas Kelas II B Ketapang, memang kondisi bangunan Lapas tidak standar. Pasalnya, sebagian besar terbuat dari kayu.

"Selain itu, tembok yang mengelilingi lapas juga tidak ideal. Saat ini tinggi tembok Lapas hanya tiga meter. Padahal, idealnya minimal enam meter. Jadi memang banyak persoalan di Lapas Ketapang ini dan secepatnya harus dibenahi," katanya.

Selain itu, persoalan lainnya yang tidak kalah penting, yakni mengenai kapasitas dan jumlah sumber daya manusia atau sipir di Lapas Ketapang yang tidak sesuai dengan jumlah penghuni Lapas.


 "Makanya ini jadi perhatian kami di Komisi III DPR RI," tuturnya. (teo/bob
/sut)