q Suara Pemred − Kasus Oli Diduga Palsu, Hasil Uji Lab Tidak Mutlak Jadi Dasar Proses Hukum

Kasus Oli Diduga Palsu, Hasil Uji Lab Tidak Mutlak Jadi Dasar Proses Hukum

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 993

Kasus  Oli Diduga Palsu, Hasil Uji Lab Tidak Mutlak Jadi Dasar Proses Hukum
PERIKSA OLI - Anggota Polres Ketapang saat memeriksaan oli motor diduga palsu disita dari gudang penyimpanan Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaharja. (SP/Theo Bernadhi)
KETAPANG, SP – Kasus penggerebekan dua gudang penyimpanan oli kemasan diduga palsu, menjadi perhatian DPRD Ketapang. Mereka menilai, polisi mestinya tidak hanya menunggu hasil uji laboratorium di Jakarta sebagai dasar untuk memproses hukum DS (38), pemilik ribuan kemasan oli.

“Palsu atau tidaknya oli itu tergantung produsen yang mengeluarkan oli, dengan merek yang ada itu. Jika produsen resminya tidak pernah mengeluarkan oli seperti itu, maka bisa dikatakan pemilik melakukan penggandakan oli-oli itu," tegas Wakil Ketua DPRD Ketapang,  Junaidi.

Dia mengatakan, uji laboratorium yang ditunggu Polres Ketapang, hanya untuk mengetahui kualitas pelumas. "Kalau uji lab itukan persoalan standarisasi oli. Bisa jadi oli pemilik gudang kualitasnya sama dan masuk kategori standar oli asli,” ujar Junaidi.

Namun, dia melanjutkan, benar tidak keaslian oli kemasan yang disita dari dua gudang itu resmi dikeluarkan produsen oli. ”Benar tidak oli dikeluarkan oleh produsen. Kalau tidak, bisa dikatakan melakukan penipuan terhadap konsumen karena ia mencatut atau menggunakan oli merek resmi," kata Junaidi, Selasa (22/11).

Senin (14/11) pekan lalu, personel Reskrim Polres Ketapang menggerebek dua gudang penyimpanan oli, di Jalan Karya Tani, dan di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaharja.  Hasil penyelidikan polisi diketahui pemilik ribuan kemasan oli itu adalah DS (38) warga Jalan Beringin RT 014/005, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan. (teo)