Warga Ketapang Resah Aksi Pemalakan di Meting

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 2207

Warga Ketapang Resah Aksi Pemalakan di Meting
Ilustrasi
KETAPANG, SP – Warga Ketapang resah dengan aksi pemalakan oleh sekelompok orang yang memanfaatkan badan jalan rusak dijadikan meting (jembatan darurat). Di antaranya di jalur Pelang-Tumbang Titi. Setiap pengendara yang melintas, dimintai sejumlah uang agar bisa melintas meting.

Seorang pengendara, Mukhlis (30) menuturkan, dirinya memberikan uang kepada sekelompok orang  yang berjaga di lokasi meting, Pelang-Tumbang Titi.   

"Kalau tidak bayar, kita tidak dibolehkan lewat," katanya, Rabu (21/12).

Diungkapkannya, permintaan itu akhirnya dipenuhi karena tidak ada jalur lain.

"Yang jaganya seperti preman, kita mau ambil fotonya saja takut apalagi sampai tidak bayar," ujar dia.

Dikatakannya, jumlah uang diminta bervariasi. Untuk pengendara sepeda motor dikenakan Rp 2.000 sekali lintas, mobil pribadi Rp 5.000, sedangkan truk jumlahnya lebih besar.

"Kita bisa apa, mau tidak maulah.  Walaupun kecewa karena jika tujuan dibuatnya meting untuk membantu kenapa harus ada tarif yang ditentukan oknum yang jaga," ungkapnya.

Di jalur tersebut, terdapat tujuh meting yang dibikin sekelompok orang. "Kita mengharapkan pemerintah memperbaiki jalan yang rusak, " kata Mukhlis. (teo)

Baca Juga:
Yakop: Sisa Enam Persen Melawi Raih Opini WTP
Ini Agenda Presiden Jokowi di Kalimantan Barat

Duet OSO-Wiranto Diyakini Tingkatkan Perolehan Suara Pemilu 2019