Jelang Puasa, DPRD Panggil PLN

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 803

Jelang Puasa, DPRD Panggil PLN
ilustrasi
KETAPANG, SP - Menjelang Ramadan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Budi Mateus meyatakan akan melakukan rapat koordinasi bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang terkait kesiapan layanan listrik selama bulan puasa.

"Untuk persoalan listrik, kita akan koordinasikan ini melalui rapat kerja lewat komisi," ungkapnya, Selasa (23/5).

Pihaknya nantinya akan mempertanyakan terkait kesiapan layanan PLN pada bulan puasa, di antaranya mengenai apakah ada pemadaman bergilir.

"Kalau memang ada pemadaman, kita minta waktunya jangan pada saat berbuka, salat tarawih atau jam ibadah lainnya. Ini dapat menganggu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, itupun kalau memang ada pemadaman," harapnya.

Menurutnya, ini merupakan bentuk dukungan terhadap antar umat beragama yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

"Nanti kita rapat kerja bersama PLN," tuturnya.

Sementara itu, Manager PLN Area Ketapang, Sumarsono mengaku siap jika dipanggil pihak DPRD Ketapang untuk berkoordinasi terkait kesiapan pelayanan listrik pada saat bulan suci Ramadan.

"Sampai sekarang belum ada panggilan rapat koordinasi. Namun, kita tetap siap melakukakan koordinasi dan menyampaikan kesiapan listrik selama bulan suci Ramadan," katanya.

Di samping itu, pihaknya sendiri akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk agar tidak ada pemadaman listrik selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

"Kami tidak menjamin, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin agar listrik tetap tersalurkan," katanya.

Sesuai standar operasional, pihaknya akan berusaha membuat pelayanan listrik tanpa gangguan. Untuk itu, pemeliharaan jaringan dilakukan secara berkala. Saat bulan puasa, volume akan dikurangi terkecuali untuk hal yang urgent.

Namun, sejauh ini kebutuhan listrik Ketapang masih bisa terpenuhi sesuai kapasitas. Total daya mampu mencapai 39 MW, sedangkan beban puncak hanya 32 MW sehingga terjadi surplus 7 MW.

"Untuk suplai listrik tidak ada masalah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Ketapang, meskipun sebagian besar masyarakat di pedalaman Ketapang masih ada yang menggunakan PLTD," terangnya.

Selain itu, pihaknya akan menyiapkan petugas yang bekerja selama 24 jam penuh, agar dapat mengatasi gangguan dengan cepat dan tepat. Dirinya mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak bermain layangan menggunakan tali kawat karena penyebab gangguan jaringan listrik, sebagian besar akibat kawat.

Di samping itu, penggunaan kawat pada layangan juga berbahaya bagi keselamatan warga.
“Kami juga meminta kerelaan masyarakat yang memiliki pohon di dekat jaringan listrik, agar memberi izin PLN untuk memangkas pohon yang berpotensi menganggu supla listrik,” tuturnya. (teo/bob)