Lapas Ketapang Usulkan Remisi

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 625

Lapas Ketapang Usulkan Remisi
Remisi
KETAPANG, SP - Sebanyak 183 dari total 297 napi di Lapas Kelas II B Ketapang diusulkan memperoleh remisi hari raya Idul Fitri. Namun, baru 68 orang di antaranya yang sudah mengantongi surat keputusan.

Hal tersebut disampaikan Kasubsiregistrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas II B Ketapang, Hady Kusyaini. Ia mengatakan, dari total 297 napi yang berada di Lapas Kelas II B Ketapang, hanya 183 napi yang diusulkan pihaknya untuk mendapatkan remisi hari raya Idul Fitri.

"Total penghuni lapas kelas II B ada 423 orang, terdiri dari 297 orang napi dan 126 tahanan. Tapi yang berhak menerima remisi para napi yang dinilai memenuhi syarat, yakni berjumlah 183 orang," ungkapnya, Jumat (16/6).

Saat ini, usulan penerimaan remisi untuk 183 napi yang dinilainya sudah memenuhi syarat telah dikirim melalui sistem online dan sudah keluar surat keputusannya. Sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses.

"Sekarang pengusulan dengan sistem online. Jadi kalau disetujui, otomatis masuk ke database kita. Kita disini memprint surat keputusannya. Untuk saat ini sudah ada 68 orang napi yang resmi mendapat remisi dan sudah ada surat keputusannya," terang dia.

Untuk napi lainnya yang sudah diusulkan, namun belum ada surat keputusan mengenai pemberian remisi, ia berharap sebelum perayaan hari raya Idul Fitri seluruh napi yang diusulkan sudah bisa menerima surat keputusan remisi tersebut.

"Sebagian besar yang belum keluar SK-nya, yakni napi di kasus narkoba. Tapi yang jelas semua syaratnya terpenuhi dan saat ini masih dalam proses dan kemungkinan besar In Sha Allah disetujui," katanya.

Ia menerangkan, napi-napi yang diusulkan untuk mendapatkan remisi terlebih dahulu mesti melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, di antaranya harus memenuhi syarat seperti, sudah menerima putusan hukum tetap, sudah menjalani hukuman selama enam bulan penjara, berkelakuan baik serta beberapa penilaian lainnya. Sedangkan yang tidak diusulkan, sebagian besar karena belum genap enam bulan menjalani masa tahanan.

"Untuk pemberian remisi hari raya Idul Fitri ini bervariasi lamanya, ada yang satu bulan dan ada paling banyak satu bulan 15 hari," terangnya.

Ia mengaku, dari 183 napi yang diusulkan, jika memang nantinya disetujui maka akan ada dua napi yang akan langsung bebas, lantaran masa tahanan sudah habis dipotong pemberian remisi.

"Yang langsung bebas ada dua orang, yakni napi atas nama Erik dan Junaidi. Tapi untuk surat keputusannya memang belum keluar, karena masih dalam proses. Jika surat keputusannya keluar, mereka bisa langsung dibebaskan," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya selalu mengusulkan pemberian remisi untuk para napi yang memenuhi syarat, di antaranya remisi di hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Waisak, remisi hari Kemerdekaan 17 Agustus serta remisi dasa warsa. (teo/bob)