Otak Rencana Pencurian Berujung Kematian, Rupanya Menantu Korban

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 7656

Otak Rencana Pencurian Berujung Kematian, Rupanya Menantu Korban
Rekontruksi kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Chung Jin Haian (73) di rumahnya. (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Kepolisian Resort Ketapang menggelar rekontruksi kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Chung Jin Haian (73) di kediamannya di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Senin (18/6) dini hari.

Rekontruksi berlangsung sebanyak 48 adegan diperagakan oleh dua tersangka yakni Sujandri alias Nanang (30), warga Desa Sukabangun dan Jeman (50), warga Desa Kuala Satong, Senin (2/7).

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii mengatakan, keberhasilan pihaknya menangkap para tersangka setelah melakukan pengembangan di lokasi kejadian dengan melakukan olah TKP dan menemukan sidik jari pelaku di sebuah parang.

"Dari itu kita kembangkan, dan akhirnya kita curigai warga sekitar rumah korban yang juga merupakan tukang kebun korban. Setelah kita periksa akhirnya tukang kebun bernama Jeman mengaku sebagai pengantar dan memberitahu pelaku Sujandri masuk rumah korban dari mana," katanya, usai rekontruksi, Senin (2/7).

Ia melanjutkan, dari pengakuan Jeman diketahui identitas Sujandri, namun setelah dicari ternyata Sujandri telah melarikan diri ke wilayah Sanggau.

"Setelah koordinasi dengan Polres Sanggau, akhirnya pada tanggal 27 Juni tepatnya saat pencoblosan tersangka Sujandri berhasil kita amankan," terangnya.

Ia menambahkan, dari pengakuan tersangka Sujandri ternyata dirinya disuruh oleh AP yang merupakan suami dari anak korban atau menantu korban untuk melakukan pencurian kulit tringgiling di kediaman korban. AP bahkan juga meminjamkan obeng serta sepeda motor untuk Sujandri menuju rumah korban.

"Menantu korban dalangnya yang menyuruh pelaku mencuri dengan iming-iming membagi dua hasil curian. Kasus ini tidak direncanakan pembunuhan, hanya saja saat menjalankan aksinya ketahuan dan akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini AP sedang kita lakukan pengejaran," katanya.

Saat ini kedua pelaku yang sudah diamankan akan menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 365 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (teo).