Ketapang Berduka, Uti Kosen Wafat

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 948

Ketapang Berduka, Uti Kosen Wafat
Ketapang, SP - Masyarakat Kabupaten Ketapang berduka, Uti Kosen tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Ketapang tutup usia. Almahum wafat di RSUD Agoesdjam Ketapang Minggu (23/9), pukul 10.45.

Ratusan masyarakat hadir di rumah duka di Kelurahan Mulia Kerta. Mulai dari pejabat Pemda Ketapang, Forkompimda hingga masyarakat memadati kediaman almahum di Jalan Innalillah di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat saat ditemui dirumah duka mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya almahum. Ia mengaku telah menganggap almahum sebagai orangtua sendiri.

"Beliau yang membimbing, mengajar dan mengajak saya ikut kajaian tahajud hingga subuh keliling. Beliau selalu memberikan saya semangat untuk melaksanakan tugas di Ketapang,” kata AKBP Yuri.

Ia melanjutkan, kalau tidak hanya dirinya kehilangan tapi seluruh masyarakat Ketapang kehilangan karena figur beliau yang dapat diterima oleh semua kalangan bahkan tidak hanya di Ketapang, beliau juga dikenal hingga di Provinsi Jawa Barat, Kalteng dan lainnya.

Wakil Bupati Ketapang, Suprapto mengucapkan turut berbela sungkawa. “Abah Uti sudah kami anggap sebagai orang tua sendiri. Beliau punya peran membuat masyarakat Ketapang bersatu,” katanya.

Ia mengaku, sangat kehilangan sosok beliau, apalagi sejak tahun 2016 dirinya sudah aktif mengikuti Subuh Keliling (Suling) yang dimotori almahum. Untuk itu ia mengaku bersama dengan rekan jamaah lainnya akan terus melanjutkan apa yang telah almahum rintis.

“Apa yang beliau rintis akan kami teruskan, apalagi seperti Suling (subuh keliling) jamaahnya hampir semua ada di kecamatan bahkan pejabat yang dulu pernah bertugas disini kemudian pindah, juga menjalankan Suling ditempat tugas baru mereka,” terangnya.

Pangeran Ratu Kertanegara, Gusti Kamboja mengaku sangat menghormati almarhumah. “Bagi kami beliau adalah tokoh agama yang giat berdakwah melalui Suling khususnya. Tentunya banyak masyarakat yang merasa kehilangan,” akunya.

Menurut Ratu Kertanegara, sikap sederhana Uti Kosen patut ditiru. Uti Kosen adalah anak kepala kampung dan petani dari Kecamatan Sandai. “Almahum merupakan Mukti Besar di Kerajaan Matan Tanjungpura. Beliau punya peranan penting karena segala sesuatu urusan kerajaan harus melalui pendapat beliau juga.” (Teo).